Pfizer: Program Studi Bioteknologi Belum Terlalu Diminati di Indonesia

Anastasia Anjani - detikEdu
Selasa, 10 Agu 2021 15:03 WIB
Laboratorium yang berbasis di AS telah menciptakan sebuah alat tes portabel yang bisa menunjukkan apakah seseorang terinfeksi virus corona dalam waktu 5 menit.
Foto: AP/Rick Bowmer
Jakarta - Director Policy & Public Affairs Pfizer Indonesia, Bambang Chriswanto dalam pertemuan virtual yang diadakan Pfizer, Selasa (10/8/21) mengatakan bahwa jurusan atau program studi Bioteknologi belum terlalu diminati oleh masyarakat.

"Bidang studi bioteknologi kesehatan belum terlalu diminati. Ada mispersepsi bidang ini belum potensial bagi mereka. Kurang menarik minat bagi mereka," ujar Bambang.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pfizer menginisiasi program Biotech Fellowship Pfizer bagi mahasiswa S1, S2 hingga dosen dan peneliti di bidang bioteknologi. Menurut Sulistyo Emantoko Ketua IPSBI mengatakan bahwa studi tentang bioteknologi di Indonesia harus dikembangkan dan harus berkelanjutan.

"Memperbaiki kurikulum agar lebih aplikatif dengan bioteknologi. Perkembangan kurikulum bioteknologi harus lebih applicable dalam kehidupan sehari-hari," ujar Emantoko.

"Kami percaya bahwa program ini tepat waktu dan tepat konteks. Biotech Fellowship Pfizer untuk mengembangkan iptek dan membangkitkan inovasi serta riset-riset," kata Bambang.

"Program Biotech Fellowship Pfizer dan dukungan pendidikan yang tidak bersifat mengikat bukan bagian dari rekrutmen perusahaan. Upaya membangun ekosistem riset yang kondusif. Upaya mencetak tenaga-tenaga peneliti bioteknologi handal di Indonesia," ujar Bambang.

Sebenarnya apa itu Bioteknologi?

Bioteknologi adalah jurusan yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup. Di Indonesia bioteknologi pertama kali dimanfaatkan untuk industri makanan.

Bioteknologi sering memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri, virus, fungi, dan sebagainya. Selain itu juga memanfaatkan alkohol, enzim, dan DNA.

Dalam bioteknologi, detikers akan mempelajari tentang fermentasi, biologi sel, molekuler, teknologi pangan, kultur jaringan, rekayasa genetika, teknik kloning, bioremediasi, analisa DNA, kultur jaringan tanaman, pemisahan dan pemurnian produk biologis, dan pemasaran produk-produk bioteknologi.

Tidak hanya itu nantinya juga akan mempelajari seperti imunologi seperti yang dilakukan oleh Pfizer yang berfokus pada bioteknologi kesehatan dalam penciptaan vaksin dan pengembangan industri kesehatan. Kalian juga akan mempelajari mengenai mikrobiologi, biokimia, genetika, dan lain sebagainya.

"Bioteknologi kesehatan akan membantu menemukan akar suatu penyakit itu dimana. Bioteknologi kesehatan seperti penggunaan obat dan vaksin. Di Indonesia biotek awalnya di bidang makanan seperti fermentasi, asam amino. Sedangkan di bidang kesehatan adalah vaksin," ujar Direktur Eksekutif Tenggara Strategics Pfizer, Riyadi Suparno.

Prospek Kerja Jurusan Bioteknologi

Bioteknologi memiliki prospek kerja yang cukup luas. Lulusan Bioteknologi dapat bekerja di beberapa bidang pekerjaan seperti di instansi pemerintahan, bidang penelitian dan dunia pendidikan, industri, dan wirausaha.

Di instansi pemerintahan dapat bekerja di Kementerian Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan lain sebagainya. Sedangkan untuk bidang pendidikan lulusan bioteknologi dapat menjadi dosen.



Simak Video "RI Kembali Terima Pasokan Vaksin Pfizer, Jumlahnya Hampir 1,2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia