Fakta Sejarah di Balik Bom Hiroshima yang Terjadi 6 Agustus 1945

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 06 Agu 2021 06:30 WIB
Kisah Tsutomu Yamaguchi Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki
Foto: DW (News)/Fakta Sejarah di Balik Bom Hiroshima yang Terjadi 6 Agustus 1945
Jakarta - Peristiwa bom Hiroshima diperingati pada 6 Agustus di setiap tahunnya. Pada tanggal tersebut di tahun 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima menjelang akhir Perang Dunia II.

Dilansir dari buku 'Sejarah SMA/MA Kelas XII IPS' oleh Ignas Kingkin Teja, dampak bom atom hiroshima, nagasaki terjadi berkepanjangan dan turun menurun, Bahkan, radiasi uranium bom Hiroshima menyebabkan penduduk Jepang mengalami kanker tenggorokan, cacat mental, dan penyakit lain.

Berapa jumlah korban bom Hiroshima?

Jumlah korban bom Hiroshima diperkirakan sebanyak 140.000 dari 350.000 penduduk. Saat itu ditaksir 28.000 orang meninggal secara langsung. Sementara, 10.000 orang terdampak radiasi atom.

Berdasarkan buku 'IPS Terpadu SMP dan Mts Jilid 2B' karya Sri Pujiastuti dkk., bom Hiroshima menghancurkan kira-kira 68% bangunan dan merusak 24% bangunan yang ada di kota tersebut. Dan pada 15 Agustus 1945 atau 14 Agustus 1945 waktu New York, Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu.

Kendati demikian, para kritikus menyebutkan bahwa Jepang memang sebenarnya sudah hampir menyerah.

Bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki mempunyai dua nama berbeda. Dikutip dari buku Wahana IPS: Ilmu Pengetahuan Sosial, bom yang dijatuhkan di Hiroshima dinamakan Little Boy. Sementara yang ada di Nagasaki dinamakan Fatman.

Penduduk yang selamat dari bom Hiroshima dikenal sebagai hibakusha.

Bagaimana Jepang akhirnya bangkit pasca bom Hiroshima luluh lantak?

Seperti yang pernah diberitakan oleh detikcom, salah satu saksi hidup bom Hiroshima, Teruko Ueno mengatakan bahwa ketika pengeboman tersebut dirinya duduk di tahun kedua sekolah keperawatan di Rumah Sakit Palang Merah Hiroshima.

Berdasarkan kesaksian bom hiroshima dari Teruko, seminggu usai bom terjadi, ia bekerja siang malam untuk merawat korban dengan luka yang mengerikan. Padahal, ia dan yang lain pun tak memiliki makanan dan air juga langka.

Mengutip dari BBC Indonesia, Dr. Harold Jacobsen, ilmuwan Proyek Manhattan, mengatakan bahwa banyak orang yang percaya bahwa di Hiroshima tidak akan ada yang tumbuh maupun hidup dalam 70 tahun.

Tetapi, pada musim gugur 1945, gulma mulai tumbuh. Pada musim panas setelahnya, bunga oleanders mekar.

Cabang-cabang baru pohon kapur barus juga mulai tumbuh. Oleander dan kapur barus kemudian dinyatakan sebagai bunga dan pohon resmi Hiroshima, sebagai simbol kota yang disayangi.

Kemudian bala bantuan dari seluruh Jepang dan luar negeri berdatangan. Mulai dari mobil-mobil kota dan pepohonan.

Pada 6 agustus 1949, diberlakukan UU Konstruksi Peringatan Perdamaian Hiroshima. Undang-undang ini adalah usaha dari warga setempat dan walikota Hiroshima saat itu, Shinzo Hamai.

UU Konstruksi 1949 tak hanya membangun kota Hiroshima kembali, namun juga upaya pengabdian mempromosikan perdamaian.

Itu dia beberapa fakta sejarah bom Hiroshima serta kisah bagaimana Jepang, terutama kota hiroshima kembali bangkit.

Simak Video "Warga Jepang Peringati 76 Tahun Tragedi Bom Atom Hiroshima"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia