Sejarah Bulu Tangkis yang Antar Greysia Polii & Apriyani Rahayu Raih Emas

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 02 Agu 2021 17:30 WIB
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu
Foto: Instagram @badmintonphoto_official/Yves Lacroix
Jakarta - Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade di cabor bulu tangkis nomor ganda putri, Senin (2/8/2021). Kedua atlet Indonesia ini menutup final Olimpiade Tokyo 2020 detik.com/tag/olimpiade dengan menumbangkan wakil China Chen Qing Chen/Jia Yifan dengan kemenangan 21-19, 21-15 pada duel dua gim di Musashino Forest Sport Plaza.

Prestasi Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sekaligus menorehkan catatan emas pada sejarah bulu tangkis Indonesia. Sebab, untuk pertama kali Indonesia meraih medali emas sejak ganda putri dipertandingkan pada Olimpiade Barcelona 1992.

Nah, apakah kamu tahu bagaimana sejarah bulu tangkis di dunia detik.com/tag/bulu-tangkis hingga masuk olimpiade? Bagaimana pula jejak prestasi atlet indonesia di sejarah bulu tangkis dunia?

Dikutip dari laman International Olympic Committee, asal-usul bulu tangkis tepatnya hingga saat ini belum jelas. Siapa penemu bulu tangkis pertama kali sebenarnya juga tidak diketahui.

Tetapi, catatan sejarah India kuno, China, dan Yunani sejak hampir 2000 tahun lalu mendapati adanya ada permainan yang melibatkan kok dan raket seperti bulu tangkis hari ini. Ini dapat diartikan, bulu tangkis berasal dari negara India, China, dan Yunani.

Pada abad pertengahan di Eropa, ada juga permainan mirip bulu tangkis yang bernama battledore and shuttlecock atau dayung dan kok. Permainan ini populer dimainkan oleh anak-anak. Pemain menggunakan dayung atau battledore untuk menjaga kok berbulu kecil di udara selama mungkin. Di samping itu, ada juga Jeu de Volant, permainan mirip bulu tangkis yang dimainkanbangsawan Eropa pada abad ke-17.

Olahraga bulu tangkis zaman dahulu tersebut berubah menjadi cabang olahraga yang diakui secara global saat berkembang di India. Hal ini bermula saat tentara Inggris belajar bermain permainan daerah tersebut saat diposkan di India sekitar tahun 1860-an.

Saat belajar permainan bulu tangkis dengan cara khas tradisional setempat, tentara Inggris ini membuat adaptasi mereka sendiri untuk olahraga. Adaptasi olahraga bulu tangkis yang mereka lakukan terutama dengan menambahkan jaring.

Tentara Inggris tersebut juga menyebut olahraga bulu tangkis sebagai "Poona" atau "Poonah". Nama lain bulu tangkis tersebut diambil dari nama kota mereka bermarkas, yaitu Pune. Daftar aturan permainan bulu tangkis informal pertama dibentuk oleh penjajah Inggris di India pada tahun 1867.

Sementara itu, ada variasi bulu tangkis lain yang populer di bagian selatan India. Di sana, bulu tangkis tidak menggunakan kok, melainkan bola wol. Permainan ini dinamai bulu tangkis bola. Tentara Inggris di India juga memainkan bulu tangkis bola jika bermain di kondisi berangin atau sedikit hujan.

Tentara yang kembali ke Inggris dari India membawa permainan itu ke tanah air mereka. Permainan itu menarik perhatian mantan Duke of Beaufort. Pada 1873, Duke memperkenalkan permainan tersebut kepada tamunya di sebuah pesta rumput yang diadakan di rumahnya, Badminton House, di Gloucestershire.

Duke of Beaufort menyebut olahraga buku tangkis dengan 'permainan Badminton'. Nama olahraga badminton digunakan hingga saat ini sebagai nama lain olahraga bulu tangkis.

Klik halaman selanjutnya



Simak Video "Gegap Gempita Netizen Rayakan Greysia/Apriyani ke Final Olimpiade"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia