Ini Lho Mata Pencaharian Utama Penduduk Kamboja

Kristina - detikEdu
Rabu, 28 Jul 2021 17:00 WIB
Orang Kamboja
Foto: (iStock)
Jakarta - Kamboja adalah salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang sebagian besar wilayahnya merupakan tanah dataran dan sungai besar yang terletak di tengah jalur perdagangan penting. Mata pencaharian penduduk Kamboja bergantung pada kondisi alam.

Dilansir dari Britannica, Kamboja memulai proses pemulihan di bawah rezim Republik Rakyat Kampuchea yang didukung Vietnam tahun 1979-1989 dan sekitar tahun 1990an ia mendapatkan kembali otonomi politik. Negara ini lalu membangun kembali sistem pemerintahannya.

Ekonomi Kamboja terus meningkat. Ada satu pepatah yang hidup berdampingan dengan penduduk Kamboja, yaitu "Fear not the future, weep not for the past.". Pepatah tersebut kurang lebih mengatakan untuk tidak takut akan masa depan dan jangan menangis untuk masa lalu.

Sebagian besar tanah Kamboja berpasir dan rendah nutrisi. Tanah ini cocok untuk tanaman komersial seperti karet dan kapas.

Kamboja termasuk negara yang dilalui Sungai Mekong, sungai terbesar di Asia Tenggara. Banjir tahunan Sungai Mekong selama musim hujan menyimpan endapan aluvial. Endapan ini turut menyumbang kesuburan tanah dataran tengah dan menjadi irigasi alami untuk penanaman padi.

Meskipun sebagian besar Kamboja berhutan lebat, wilayah dataran rendah tengah ditutupi oleh hamparan sawah, ladang tanaman kering seperti jagung dan tembakau, rerumputan tinggi dan alang-alang, serta daerah berhutan tipis.

Sekitar 4/5 penduduk Kamboja masih tinggal di daerah pedesaan dan sisanya tinggal di perkotaan. Mata pencaharian utama penduduk Kamboja adalah petani. Mereka mencari nafkah dari sektor pertanian, perikanan dan usaha kecil.

Hanya sebagian kecil dari total populasi yang pernah tinggal di kota yang berpenduduk lebih dari 10.000 jiwa. Sejak tahun 1920 an, sebagian besar penduduk kota terpusat di Phnom Penh yang terletak di pertemuan sungai Mekong, Bassac, dan Sab.

Selama musim tanam padi, semua anggota keluarga bekerja bersama di ladang. Pekerjaan menanam, memindahkan, dan memanen harus dilakukan dengan cepat. Petani tidak memiliki akses untuk menggunakan mesin pertanian.

Dilansir dari World Bank, selama dua dekade terakhir, Kamboja telah mengalami transisi yang signifikan, mencapai status berpenghasilan menengah ke bawah pada 2015. Negara ini juga bercita-cita untuk mencapai status berpenghasilan atas pada tahun 2030.

Didorong oleh ekspor garmen dan pariwisata, ekonomi Kamboja mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan riil rata-rata sebesar 7,7 persen antara tahun 1998 dan 2019. Angka ini membuat Kamboja menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.



Simak Video "Kamboja Berikan Vaksin Sinovac pada Anak 6-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia