Asal Tari Saman, Tarian Daerah dengan Berbagai Keunikan

Kristina - detikEdu
Rabu, 28 Jul 2021 08:01 WIB
Seremoni pembukaan Asian Games 2018 berlangsung meriah. Budaya nasional Indonesia yakni Tari Saman diangkat untuk diperkenalkan kepada Dunia.
Tari saman yang dibawakan secara kolosal di pembukaan Asian Games 2018 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Masih ingatkah detikers tarian pembuka yang meriah saat Asian Games 2018 lalu? Adalah tari saman, tarian tradisional Indonesia yang khas dengan penarinya yang kompak. Sebenarnya, dari mana tari Saman ini berasal?

Tari saman berasal dari Provinsi Aceh. Tarian ini dibawakan oleh suku Gayo untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting terkait adat setempat. Syair yang mengiringi tarian ini juga menggunakan bahasa Gayo.

Suku Gayo merupakan suku tertua di wilayah Aceh. Sebagian besar suku ini menempati wilayah Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Gayo Lues. Dalam kesehariannya, suku Gayo terkenal dengan suku yang suka berkelompok.

Dikutip dari buku Mengenal Kesenian Nasional 11: Tari Saman oleh N. Fardhilah, tarian asal Serambi Mekkah ini dikembangkan oleh ulama besar dari Gayo di Aceh Tenggara, Syekh Saman. Tari Saman merupakan pengembangan dari permainan rakyat, Tepuk Abe.

Tepuk Abe sangat diminati masyarakat Aceh pada saat itu. Kondisi ini membuat Syekh Saman mengembangkan tari Tepuk Abe dengan menyisipkan syair-syair yang berisi pujian kepada Allah SWT. Tarian ini kemudian menjadi salah satu media dakwah pada saat itu.

Sumber lain menyebutkan, kemungkinan besar tari tradisional ini berasal dari kesenian Melayu Kuno. Pendapat ini diperkuat dengan unsur gerak khas tepuk dada dan tangan yang merupakan ciri khas kesenian Melayu Kuno.

Pada awalnya tari saman hanya dilakukan oleh laki-laki tidak lebih dari 10 orang. Seiring berkembangnya waktu, tarian ini dilakukan oleh banyak penari dan juga penari perempuan.

Tari saman membawa beberapa nilai. Mulai dari pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan. Sebelum tarian ini dimulai, pemuka adat atau yang biasa disebut syekh akan tampil mengiringi nyanyian untuk mewakili masyarakat setempat dengan memberikan nasehat kepada para pemain dan penonton.

Uniknya, penonton tidak akan menemukan instrumen apapun kecuali irama yang berasal dari nyanyian para penari. Penari akan bertepuk tangan, tepuk paha, tepuk dada, dan lantai untuk menyelaraskan gerakan dengan diiringi syair lagu sendiri. Syairnya pun berisikan pesan moral ajaran Islam yang bisa diresapi oleh penonton.

Dilansir situs Departemen Bahasa Arab Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ada aturan yang harus ditaat dalam menyanyikan lagu tarian saman. Antara lain sebagai berikut:

1. Rengum, yakni pembukaan atau mukaddimah dari tari saman yang diawali oleh pemandu tari.

2. Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.

3. Redet, yaitu lagu singkat dengan nada pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tarian.

4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara yang panjang tinggi melengking, biasanya digunakan sebagai tanda perubahan gerakan.

5. Saur atau lagu yang diulang oleh semua penari setelah dinyanyikan oleh salah satu seorang penari solo.

Nah, itulah sejarah dan keunikan tari saman. Tarian ini telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia pada tanggal 24 November 2011 lalu.





Simak Video "Tari Saman, Simbol Budaya Aceh yang Mendunia "
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia