Sejarah Mata Uang Brunei Darussalam, dari Uang Kertas hingga Polimer

Kristina - detikEdu
Senin, 26 Jul 2021 20:35 WIB
Dollar Brunei
Foto: Getty Images/iStockphoto/Syed M Hakimi
Jakarta - Mata uang Brunei Darussalam adalah Dolar Brunei (B$) atau Ringgit Brunei. Negara ini telah menerbitkan beberapa kali seri alat pembayaran. Seperti apa sejarahnya?

Brunei Darussalam adalah salah satu negara terkaya di dunia. Negara seluas 5.765 kmĀ² ini menyimpan kekayaan yang bersumber dari cadangan minyak dan gas alam. Tak heran jika Brunei Darussalam dijuluki negara Petro Dollar.

Alat pembayaran negara Brunei Darussalam dikelola oleh Autoriti Monetari Brunei Darussalam (AMBD) yang bertindak sebagai Bank Sentral Brunei Darussalam. AMBD memiliki hak tunggal untuk mengelola dan mengeluarkan alat pembayaran yang sah dalam bentuk uang kertas dan uang logam.

Dikutip dari situs AMBD, sebelum pembentukan AMBD pada tahun 2011, mata uang Brunei Darussalam dikeluarkan pertama kali oleh Dewan Mata Uang Brunei (BCB) tepatnya pada tahun 1967. Lalu, pada tahun 2004, BCB berubah nama menjadi Dewan Mata Uang dan Moneter Brunei (BCMB).

Ada dua jenis uang kertas yang beredar di negara ini, yaitu seri kertas dan seri polimer. Namun, saat ini hanya ada sedikit jumlah uang kertas yang beredar karena AMBD menyimpan uang kertas yang dikembalikan oleh bank dan tidak menerbitkannya lagi.

Sejak tahun 2004, Brunei Darussalam banyak mencetak uang kertas polimer. Secara umum uang kertas jenis ini cenderung lebih higenis, tahan lama, dan tidak mudah dipalsukan.

Sejarah Mata Uang Brunei Darussalam

Negara dengan komoditas ekspor utama minyak mentah dan gas alam ini telah menerbitkan beberapa kali seri mata uang. Berikut sejarah mata uang Brunei Darussalam:

1. Seri 1967 (Paper Notes)

Pada tanggal 12 Juni 1967, BCB menerbitkan dan mengedarkan uang kertas Brunei pertama dalam denominasi BND 1, BND 5, BND 10, BND 50, dan BND 100 ke bank dan masyarakat. Pada tanggal 22 Agustus 1967, BCB menerbitkan dan mengedarkan uang logam pertama dengan pecahan 1 sen, 5 sen, 10 sen, 20 sen, dan 50 sen kepada bank dan masyarakat.

Bagian depan uang kertas dan uang logam 1967 bergambar Al-Marhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Saadul Khairi Waddien ibni Al-Marhum Sultan Muhammad Jamalul Alam II, yakni Sultan Brunei yang ke-28.

2. Seri 1872, 1989, 1992, dan 2000 (Paper Notes)

Uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan setelah tahun 1967 bergambar Yang Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Di-Pertuan dari Brunei Darussalam, Sultan Brunei ke-29. Ada lebih banyak seri kertas catatan yang diterbitkan sejak 1967. Ada seri 1972, 1989, dan 2000.

3. Seri 1996, 2004, 2006, 2007, 2011 DAN 2013 (Polymer Notes)

Pada 1996, BCB memperkenalkan uang kertas polimer untuk pertama kalinya dengan pecahan BND 1, BND 5, dan BND 10. Kemudian, pada tahun 2004, BCMB memperkenalkan uang kertas polimer pecahan BND 50 dan BND 100.

Uang kertas polimer BND 100 memenangkan medali emas dalam National Print Award (2005), Australia in the category of Security Printing. Penilaian ini dilakukan berdasarkan fitur keamanan, desain, dan kualitas pencetakan.

Pada tahun 2006, BCMB memperkenalkan uang kertas uang kertas polimer baru BND 500, BND 1.000 dan BND 10.000. Ini melengkapi konversi dari kertas ke seri polimer untuk semua denominasi yang digunakan.

Uang kertas BND 500 memenangkan penghargaan medali perak dan uang kertas BND 1.000 memenangkan medali emas dalam National Print Award (2005), Australia in the category of Security Printing di Sydney pada tanggal 25 Mei 2007.

Pada tahun 2007, untuk memperingati 40 tahun Perjanjian Pertukaran Mata Uang (CIA) antara Brunei Darussalam dan Republik Singapura, BCMB memperkenalkan uang kertas peringatan polimer BND 20 yang bekerja sama dengan Monetary Authority of Singapore (MAS).

Uang kertas peringatan polimer BND 20 dan SGD 20 yang dikeluarkan oleh kedua negara diluncurkan bersama pada hari yang sama. CIA, yang mulai berlaku pada 12 Juni 1967, mengizinkan Brunei Darussalam dan Singapura untuk menerima dan menukar mata uang satu sama lain secara setara alias tanpa biaya.

Pada tahun 2011, 15 tahun setelah Brunei Darussalam pertama kali memperkenalkan uang kertas polimernya, AMBD, yang sebelumnya dikenal sebagai BCMB, memperkenalkan desain baru untuk pecahan uang kertas polimer BND 1, BND 5 dan BND 10 untuk diedarkan.

Pada tahun 2013, AMBD mencetak ulang uang kertas polimer untuk pecahan BND 1 dan BND 10 (Seri 2011) dengan peningkatan kualitas Tactile Braille. AMBD juga mencetak ulang uang kertas polimer untuk pecahan BND 100 (Seri 2004) dan BND 500 (Seri 2006) dengan perubahan teknologi pencetakan, dari analog ke digital printing.

Nah, itu tadi mata uang Brunei Darussalam. Per tanggal 26 Juli 2021 kurs 1 BND senilai Rp 10.670.88.



Simak Video "Venezuela Akan Sederhanakan Nilai Mata Uangnya, 100 Juta Jadi 100 Bolivar"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia