Krisis Stok Plasma Konvalesen, ITS Buat Platform Permohonan dan Donor PK

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 25 Jul 2021 11:00 WIB
Plasmahub
Foto: ITS
Jakarta - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merilis layanan digital PlasmaHub, Jumat (23/7/2021). Platform digital ini memungkinkan pasien yang membutuhkan plasma konvalesen mengecek dan meminta stok donor plasma dalam waktu singkat.

Rektor ITS Prof. Ir. Mochamad Ashari, MEng, PhD mengatakan, PlasmaHub juga dirancang dengan konsep user-friendly untuk orang yang sudah dinyatakan negatif COVID-19 untuk mendonor plasma konvalesen.

"Mulai dari pendonor, penerima donor, hingga pengelola donor plasma konvalesen (PK) diharapkan dapat memanfaatkan PlasmaHub ini dengan baik," kata guru besar Teknik Elektro ITS tersebut, dikutip dari laman ITS.

Ketua Satgas Covid-19 ITS Adjie Pamungkas ST, MDevPlg, PhD mengatakan, PlasmaHub bertujuan untuk mempercepat bertemunya pendonor PK dengan pasien Covid-19. Ia menambahkan, penyingkatan waktu pemberian donor plasma konvalesen amat membantu potensi keselamatan pasien.

"Kecepatan ini diharapkan dapat memanfaatkan golden time dari pasien tersebut," kata Adjie.

Donor plasma konvalesen merupakan salah satu metode imunisasi pasif dengan pemberian plasma orang yang telah sembuh COVID-19 kepada pasien COVID-19 yang sedang dirawat. Pemberian donor juga menjadi terapi tambahan COVID-19 dengan mengajak orang yang telah sembuh dari COVID-19 untuk menjadi pendonor plasma, seperti dikutip dari laman PlasmaHub https://plasmahub.its.ac.id// .

PlasmaHub dikembangkan oleh relawan Tim Teknis Kesiagaan Penanganan COVID-19 ITS. Pengembangan platform ini melibatkan komunitas Ikatan Alumni Penyintas COVID-19 Jawa Timur, Komunitas Sahabat Donor Darah, Pusat Unggulan Iptek - Artificial Intelligence for Healthcare and Society (PUI-AIHeS) ITS, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, dan HIPMI Jawa Timur.

Saat ini, versi beta PlasmaHub menampilkan informasi stok darah di beberapa kota di Jawa Timur. Sejumlah fitur PlasmaHub yang sudah bisa digunakan yaitu donor-recipient matching, plasma stock, dan screening reminder. PlasmaHub sebelumnya diujicobakan pada 19 Juli 2021, dan sudah memasangkan plasma konvalesen 28 pendonor dengan pasien COVID-19.

Manajer Kualitas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pusat Dr dr Saptuti Chunaeni MBiomed menjelaskan, PMI saat ini kesulitan mencari donor penyintas COVID-19 yang memenuhi syarat sesuai standard Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kondisi ini, lanjutnya, menyebabkan sedikit sekali orang yang sudah dinyatakan negatif COVID-19 dapat diambil plasma konvalesennya untuk didonorkan pada pasien.

Saptuti mengatakan, PlasmaHub dapat membantu menyediakan dan mempersingkat matching plasma konvalesen antara pendonor dengan pemohon. Ia mengatakan, dalam praktik penyediaan dan proses matching, pendonor dan pemohon tidak langsung dipertemukan.

Ia menjelaskan, pendonor plasma konvalesen dan pasien COVID-19 dihubungkan melalui Plasmahub ITS dan UDD PMI yang dilengkapi surat pengantar dari rumah sakit (RS). Ketentuan ini, jelasnya, bermaksud meminimalisasi risiko pihak tidak bertanggung jawab yang hendak mengambil keuntungan dari krisis yang dialami pasien.

Saptuti menjelaskan, UDD PMI melalui PlasmaHub akan menghubungkan penyintas dengan pasien COVID-19 yang membutuhkan donor plasma konvalesen (PK).

"Pada prosesnya, kami tetap berharap kerahasiaan informasi donor ini dapat tetap terjaga dalam platform PlasmaHub," imbuhnya mengingatkan.


Ketua Komunitas Ikatan Alumni Penyintas COVID-19 Jawa Timur Edy Sukotjo mengatakan, digitalisasi proses donor PK melalui PlasmaHub diharapkan menolong lebih banyak pasien. "Dengan adanya PlasmaHub, semoga lebih banyak nyawa yang dapat terselamatkan dari keganasan COVID-19," kata Edy.

Syarat pendonor plasma konvalesen PlasmaHub sebagai berikut:

- Usia 18-60 tahun
- Berat badan ≥ 55kg
- Diutamakan pria, apabila perempuan belum pernah hamil
- Pernah terkonfirmasi COVID-19 dengan Surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat
- Bebas keluhan minimal 14 hari
- Tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir
- Lebih diutamakan yang pernah mendonorkan darah

Selengkapnya tentang PlasmaHub serta panduan pengajuan permohonan dan penyaluran donor PK bisa dilihat di https://plasmahub.its.ac.id//.

Itu dia inovasi ITS untuk donor plasma konvalesen COVID-19. Gimana detikers, udah donor di kotamu, belum?



Simak Video "Permintaan Meningkat, Lihat Lagi Syarat Pendonor Plasma Konvalesen"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia