ITS Buat Disinfektan Permanen Anti Covid-19, Bisa Untuk Gagang Pintu dan Meja

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 14 Jul 2021 19:54 WIB
Opening door, Canon 1Ds mark III
Foto: Getty Images/webphotographeer
Jakarta - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan disinfektan permanen antivirus yang diberi nama CoFilm Disinfectant Coating Antivirus. Disinfektan permanen ini berbentuk cat pelapis (paint coating) dan stiker pelapis (tape coating) yang bisa diaplikasikan ke berbagai permukaan yang sering disentuh, mulai dari gagang pintu, meja telepon, dan lain-lain.

Menurut pakar teknologi nano ITS Dr Agung Purniawan ST MEng, CoFilm dinilai lebih unggul dibandingkan teknologi beberapa kompetitor dari negara lain.

"Dibandingkan dengan temuan di Korea yang mampu membasmi virus setelah 4 jam, CoFilm hanya membutuhkan 1 jam untuk membasmi 99,99 persen virus," kata Agung, seperti dilansir dari laman resmi ITS.

Agung menjelaskan, CoFilm merupakan sebuah pelapis antimicrobial dengan teknologi nano copper (tembaga) yang berbentuk seperti aerosol paint. Warnanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

"Teknologi copper ini kami pilih sebagai bahan aktif karena sifatnya yang mudah membunuh berbagai virus dan mikroorganisme berbahaya lainnya," tutur dosen Teknik Material dan Metalurgi ITS tersebut.

Agung menuturkan mengatakan, pengembangan CoFilm dilatarbelakangi oleh banyaknya teknologi disinfektan yang mudah menguap dan tidak ramah lingkungan, terutama di masa pandemi Covid-19.

"Selain itu, kondisi pandemi saat ini memungkinkan tingginya potensi pasar terkait penggunaan bahan antivirus ini," terangnya.

Teknologi yang dikembangkan sejak Juni 2020 tersebut, lanjut Agung, telah terbukti dapat membasmi berbagai jenis virus, bakteri, bahkan jamur yang menempel pada permukaan berlapis. Ia mengatakan, CoFilm mampu memberikan perlindungan sebagai disinfektan permanen.

Dikutip dari situs resmi CoFilm, CoFilm+ terdiri dari dua pilihan produk, yaitu cat pelapis dan juga tape coating atau stiker pelapis. Cat pelapis atau paint coating CoFilm menggunakan cat anti microbial yang mampu membunuh 99 % virus. Cat pelapis ini bisa diaplikasikan ke benda-benda yang kerap disentuh dan berbentuk lengkung, seperti gagang pintu, pegangan tangga, wastafel, ralling, dan lain-lain.

Sementara itu, tape coating atau stiker pelapis CoFilm+ menggunakan lapisan antimicrobial yang juga membunuh virus. Stiker pelapis ini bisa diaplikasikan ke benda-benda atau permukaan datar yang sering dipegang, seperti ke permukaa meja, lampu, telepon, dan lain-lain.

Teknologi copper ion membuat Cofilm+ melindungi secara permanen dengan cara menciptakan permukaan yang beracun untuk mikroba tak kasat mata ketika menempel di permukaan lapisan disinfektan ini. Karena bersifat hidrofobik, permukaan benda yang dilapisi juga menjadi tahan air, anti-jamur, warna tidak mudah berubah, dan tidak mudah mengapur.

Situs resmi CoFilm menyebut perlindungan disinfektan permanen ini bertahan selama 24 bulan. Di samping itu, CoFilm menyebut inovasi ini lebih hemat dibandingkan dengan penggunaaan disinfektan selama 6 bulan terus menerus.

Menurut Agung, uji coba pemakaian CoFilm telah dilakukan di Medical Center ITS dan beberapa co-working space di Surabaya. Ia menambahkan, CoFilm telah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan RI berdasarkan Permenkes RI No.62 Tahun 2017 tentang Izin Edar Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.

"Produk ini juga telah diuji oleh Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga serta Nanotechnology and Advanced Material Research Center ITS," katanya.

Agung mengatakan, proyek disinfektan permanen ini juga menggandeng mahasiswa dari perguruan tinggi lain untuk berkolaborasi, yaitu mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Ia berharap, CoFilm bisa menjadi kabar positif di tengah berita negatif tentang pandemi ini. Ke depan, ia menargetkan produk CoFilm dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. "Kami percaya, bahwa kontribusi yang baik antar bidang dapat membantu kita mempersiapkan era new normal dengan cepat layaknya Singapura dan negara lain," kata Agung.

Agung menjelaskan, tim CoFilm saat ini masih menunggu investor agar dapat melakukan produksi masal. Sebab, CoFilm sendiri saat ini dinilai masih berada di skala kecil. Meski begitu, telah ada beberapa pihak yang menunjukkan ketertarikannya. Salah satunya dari pabrik cat di Sidoarjo yang meminta CoFilm dicampurkan sebagai zat aktif dalam produknya.

Pemerintah provinsi Jawa Timur turut menunjukkan dukungan pada karya inovasi ITS ini. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan apresiasinya usai menyaksikan pengaplikasian inovasi CoFilm di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Emil mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim untuk turut membeli serta mendukung karya putra-putri daerah.

Emil juga mengapresiasi bagaimana para pengembang CoFilm mengambil pemahaman orang-orang terdahulu untuk kemudian dimanfaatkan di era pandemi.

"Jadi CoFilm ini mengambil kearifan lokal bahwa tembaga memiliki kemampuan untuk mematikan virus dan bakteri. Hanya saja sebelumnya kita tidak tahu bagaimana cara tembaga ini dapat menjadi pelapis atau coating. Dengan teknologi nano, hal ini menjadi mungkin dan jadilah CoFilm ini," kata Emil.

Nah, itu dia disinfektan permanen karya ITS. Tertarik mencoba?



Simak Video "Rencana WHO Bentuk Tim Khusus untuk Hadapi Pandemi Berikutnya"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia