Ragam Tanaman Obat di Indonesia untuk Antiinflamasi, Ini Kata Pakar IPB

Lusiana Mustinda - detikEdu
Senin, 05 Jul 2021 13:20 WIB
Kunyit
Foto: iStock
Jakarta - Tanaman obat memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai agen antiinflamasi. Akan tetapi belum banyak riset yang mutakhir mengenai tanaman antiinflamasi tersebut.

Dr. Wisnu Ananta Kusuma membuat aplikasi bernama Ijah IPB University. Dr Wisnu adalah Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Sedangkan Prof Sandra Arifin Aziz, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian membahas aplikasi Ijah dalam TropBRC Webinar Series 2021 kelima dengan tema "Budidaya Tanaman Obat Berpotensi sebagai Anti Inflamasi dan Peningkatan Respons Imunitas Tubuh" pada (29/06/2021) lalu.

Menurut Prof Sandra, aplikasi Ijah IPB University (Indonesia Jamu Herbs) memberikan banyak informasi tentang tanaman antiinflamasi di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya hanya sedikit jenis tanaman antiinflamasi yang terdata.

turmeric powder in wood spoon on black table, spices and herb conceptKunyit jadi salah satu tanaman obat yang bisa mencegah inflamasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/kwanchaichaiudom

Dalam aplikasi ini, ada sekitar 139 tanaman yang berpotensi sebagai obat herbal antiinflamasi. Contohnya dari kelompok tanaman Zingiberaceae untuk mengobati lebih dari 30 penyakit.

"Kita harus mengetahui bahwa jenis tanaman yang dipakai sebagai obat herbal adalah tanaman yang baik dari sisi genetiknya. Jadi ketika memilih, pilihlah dari varietas yang terbaik. Namun kita harus tahu sumber dari bahan yang dipakai," jelas Prof Sandra.

Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB University ini mencontohnya rimpang Zingiberaceae sebagai bibit budidaya. Untuk budidya, Prof Sandra menekankan untuk memilih rimpang yang sudah tua. Selain itu pilih yang karakteristik dan bobotnya sesuai, baik untuk rimpang cabang ataupun induk.

Pemupukan juga perlu yang terstandar namun tetap merujuk acuan umum dengan ketentuan bagi tanaman obat. Lebih baik lagi jika menggunakan pupuk organik untuk tanaman berumur dua hingga tiga bulan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk diberi pupuk campuran anorganik dan organik. Jarak penanamannya pun dapat disesuaikan dengan kontur tanah.

Untuk tanaman kemuning (sejenis citrus khas Indonesia) berdasarkan data Ijah IPB University, memiliki enam zat aktif antiinflamasi. Tanaman ini bisa dipanen daun maupun bunganya. Keduanya sama-sama berfungsi sebagai antiinflamasi yang umum dijual sebagai minyak atsiri.

"Untuk mendapatkan produksi yang tinggi, sebaiknya dipanen tiap empat bulan sekali. Tetapi sebenarnya kadar bahan bioaktif flavonoid itu terdapat pada pemanenan dua atau tiga bulan sekali. Namun kita dapat memilih bahan bioaktif yang kita inginkan. Apakah konsentrasi yang tinggi atau jumlah simplisia yang lebih banyak atau bisa dikombinasikan kedua hal tersebut," jelas Prof. Sandra dalam laman IPB, seperti dikutip Senin (5/7/2021).



Simak Video "Tangis Haru Doni Monardo Saat Dianugerahi Doktor Kehormatan dari IPB"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia