Tanda Tangan Digital Amankah? Ini Penjelasan Pakar Unair

Anastasia Anjani - detikEdu
Senin, 21 Jun 2021 16:10 WIB
Tanda tangan digital
Foto: SmartData Collective
Jakarta - Tanda tangan digital sudah sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat pandemi covid 19. Menurut Dosen Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) Yutika Amelia Effendi mengatakan bahwa tanda tangan digital juga rawan akan kejahatan siber.

"Yang menjadi masalah adalah ketika ada pihak ketiga yang tidak bertanggungjawab mengubah isi pesan dari private key dan public key. Masing-masing keduanya dipegang oleh pengirim dan penerima pesan," ujar Yutika melalui rilis yang diterima detikEdu, Senin (21/6/2021).

Selain itu menurut dosen asal Minang ini juga menjelaskan bahwa tanda tangan digital sama dengan tanda tangan biasa yang dilakukan secara langsung. Perbedaannya terletak pada teknik matematika yang digunakan untuk validasi keaslian data dan integritas pesan, perangkat lunak, maupun dokumen digital dengan dua kunci yang saling bertautan secara sistematis.

Tanda tangan digital juga menggunakan teknik penyandian enkripsi dan deskripsi yang bertujuan agar pesan yang tersampaikan dapat diterima secara utuh.

"Ini bertujuan untuk memastikan bahwa penerima pesan menerima pesan asli tanpa ada gangguan dari pihak-pihak tidak bertanggungjawab, seperti hacker dan sebagainya," terang Yutika.

Lebih lanjut Yutika memaparkan penggunaan tanda tangan elektrik juga memiliki banyak manfaat. Manfaatnya yaitu dapat menghemat waktu, hemat biaya, mudah ditelusuri, dan juga memiliki cap waktu pada tangan elektronik sebagai validasi.

"Jadi orang yang memberikan tanda tangan tidak bisa mengelak, karena sudah ada cap waktunya, kapan sih tanda tangan itu diberikan," papar Yutika.

Penggunaan tanda tangan elektronik juga menurut Yutika telah dilindungi secara hukum dan diterima secara luas. Di Indonesia sendiri telah dilindungi oleh UU ITE.

Lebih lanjut Yutika juga berpesan untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan tanda tangan elektronik dan selektif dalam membagikan data melalui internet.

"Yang sifatnya penting dan personal, keep it personal, tidak perlu disebarluaskan ke publik. Jadi yang dipublikasikan memang yang hanya ingin diketahui oleh publik. Dengan begitu data-data privasi kita seperti tanda tangan digital tetap aman dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak ketiga yang tidak bertanggungjawab," tutup Yutika.



Simak Video "Sabar, Syukur, dan Ikhlas ala Aditya 'RMG' "
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia