Jokowi: Belajar Bisa di Mana Saja Bukan Hanya di Kampus

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 15 Jun 2021 18:03 WIB
Presiden Jokowi dan Nadiem Makarim
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengungkapkan sudah bukan lagi masanya jika mahasiswa hanya belajar di dalam kelas saja. Mahasiswa harus diberi kesempatan untuk belajar kepada siapa saja dan di mana saja.

"Iptek terbaru itu ada di mana-mana bukan hanya di kampus saja tapi juga di industri. Kearifan itu bukan hanya di kampus tapi juga di masyarakat," ujar Jokowi dalam acara Festival Kampus Merdeka, Selasa (15/6/2021).

"Oleh karena itu mahasiswa harus diberi kesempatan untuk belajar kepada siapa saja, bukan hanya kepada dosen. Belajar di mana saja bukan hanya di kampus tapi bisa di masyarakat di industri dan di tempat-tempat lain."

Jokowi juga berpendapat jika bahan ajar bagi mahasiswa bukan hanya di buku tetapi praktek di lapangan. Begitu juga terkait karya mahasiswa yang jangan hanya dinilai dari karya akademik belaka.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu karya mahasiswa bisa berupa teknologi yang solutif bagi masyarakat dan juga karya wirausaha yang memecahkan masalah-masalah sosial.

"Pola pikir ini pelaksanaannya memerlukan dukungan bagi semuanya. Pertama kampus harus memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa untuk belajar bagi siapa saja dan tentang apa saja. Harus cukup banyak porsi SKS untuk belajar di luar kampus," jelas Jokowi.

Selain itu, yang kedua adalah industri harus membuka diri untuk membuka mahasiswa magang dan industri harus masuk kampus. Untuk ikut mengajar dan riset bersama dengan dosen dan mahasiswa.

"Mahasiswa juga harus lebih aktif mencari sumber pembelajaran yang baru di luar kampus yang dengan perkembangan teknologi digital lebih mudah dilakukan," kata Jokowi.

Jokowi pun meminta kabinet dan pemerintah daerah mengembangkan ekosistem yang kondusif bagi Merdeka Belajar.

Senada dengan Jokowi, Nadiem memaparkan program Kampus Merdeka ingin memerdekakan kampus dari berbagai sekat-sekat.

"Sekat academia antara industri, riset dan pembelajaran, fakultas dan prodi. Menciptakan suatu sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi. Tanpa adanya dinding-dinding," kata Nadiem.

Nadiem juga mengatakan Kemendikbudristek juga memberikan insentif keuangan kepada PTN-PTN kita untuk memaksimalkan jumlah mahasiswa yang akan keluar dari kampus. Mendapat pembelajaran di universitas lain, projek sosial, kewirausahaan, magang di luar negeri, dan lain sebagainya.

"Kita ingin dosen-dosen keluar dari kampus untuk mendapatkan pengalaman dan membina. Mencari pengalaman kerja industri. Kita juga ingin prodi-prodi kita pernikahan massal. Menikah dengan industri dan kampus lain untuk menciptakan permutasi yang sesuai masa depan, sesuai arahan presiden soal Kampus Merdeka," papar Nadiem.



Simak Video "Amanat Jokowi untuk Universitas Tua: Lakukan Peremajaan Sistem!"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia