Mad Iwad: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Bacanya

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 16 Jun 2021 12:45 WIB
Reading Al Quran in the mosque
Mad Iwad: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Bacanya (Ilustrasi Foto: iStock)
Jakarta - Hukum membaca Al Quran sesuai dengan ketentuan ilmu tajwid hukumnya adalah fardhu 'ain. Sebab itu penting mempelajari cara membaca panjang pendek bacaannya atau hukum mad. Salah satunya adalah mad iwad. Apa itu mad iwad dan bagaimana penjelasan hukum bacaannya?

Sebelumnya, perlu diketahui terlebih dahulu penjelasan umum mengenai hukum bacaan mad. Arti mad secara bahasa adalah memanjangkan atau tambah. Kata ini diambil dari bahasa Arab al-mad (المد).

Artinya hukum bacaan mad adalah memanjangkan suara dengan suatu huruf di antara huruf-huruf mad atau lain (layyin) ketika bertemu dengan hamzah (ء) atau sukun (ه) karena adanya sebab.

Huruf-huruf mad itu sendiri terdiri dari tiga huruf hijaiyah di antaranya adalah, alif (أ), wawu (و), dan ya' (ي).

Melansir dari buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid karya Dr. Marzuki, M.Ag., Sun Choirol Ummah, S.Ag., M.S.I., hukum bacaan mad terbagi menjadi dua, di antaranya adalah mad thabi'i artinya dibaca panjang dua harakat (dua ketukan) jika huruf mad tidak bertemu dengan huruf mati/sukun (ه) dan hamzah (ء).

Sementara mad far'i adalah hukum tambahan dari mad asli atau semua bacaan mad (panjang) selain dari mad thabi'i. Mad far'i terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah mad iwad.

Pengertian dan Ciri Mad Iwad

Mad iwad adalah mad yang terjadi karena penggantian harakat fathatain atau tanwin fathah ( ﹷ ) menjadi alif seperti mad thabi'i karena diwaqafkan.

Atau dapat diartikan dengan berhentinya bacaan pada tanwin fathah di akhir kalimat. Bacaan mad iwad dibaca waqaf dengan dipanjangkan sampai satu alif atau dua harakah.

Contoh dan Cara Baca Mad Iwad

Berikut ini merupakan contoh bacaan mad iwad dalam Al Quran disertai dengan cara membaca dan sebabnya.

1. عَلَى النَّارِ هُدًى dibaca 'alan-nāri hudā (QS. Thaahaa: 10)

Sebab: Fathatain di akhir kalimat yang diwaqafkan sehingga diganti alif dan dipanjangkan hingga dua harakat.

2. كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ dibaca kaṡīraw wa nisā`ā (QS. An Nisa: 1)

Sebab: Fathatain di akhir kalimat yang diwaqafkan sehingga diganti alif dan dipanjangkan hingga dua harakat.

3. قَوْمًا بُورًا dibaca qaumam bụrā (QS. Al Furqan: 18)

Sebab: Fathatain di akhir kalimat yang diwaqafkan sehingga diganti alif dan dipanjangkan hingga dua harakat.

Itulah penjelasan lengkap tentang mad iwad, semoga mudah dipahami ya!

Simak Video "Sapi Ternyata Bisa Mempengaruhi Perubahan Iklim, Ini Penjelasannya..."
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia