Rumah Adat Joglo Berasal dari Mana? Ini Makna dan Filosofinya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 04 Jun 2021 08:00 WIB
Rumah Joglo di Dago Dream Park
Foto: Wisma Putra/detikTravel/Ilustrasi Rumah Adat Joglo Berasal dari Mana? Ini Makna dan Filosofinya
Jakarta - Salah satu rumah adat yang cukup populer di Pulau Jawa adalah rumah adat Joglo. Rumah adat ini berasal dari daerah Jawa Tengah.

Selain indah dan unik, rumah adat Joglo juga memiliki makna dan filosofi.

Rumah adat Joglo merupakan rumah tradisional yang memiliki material utama dari kayu jati. Biasanya Joglo dibangun oleh masyarakat dengan status sosial tinggi seperti kalangan bangsawan atau kerajaan, karena membutuhkan biaya yang besar.

Rumah Adat Joglo

  • Arti

Pengertian Joglo sendiri berasal dari kata Tajug Loro (Juglo) yang artinya dua gunung. Dalam filosofi Jawa, gunung adalah tempat yang tinggi dan sakral.

Jika melihat bangunan rumah Joglo, maka akan ditemukan dua gunung yang dapat dilihat dari bentuk atap rumah Joglo. Namun dalam perkembangannya, penyebutan kata Juglo berubah menjadi Joglo seperti yang dikenal sekarang.

Seiring berkembangnya zaman, sekarang rumah Joglo juga bisa dibangun oleh berbagai kalangan dan sering digunakan pada gedung pemerintahan atau perkantoran.

  • Makna dan Filosofi

Dilansir dari situs Kemendikbud, berikut ini makna dan filosofi rumah adat Joglo yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

4 Tiang Penyangga

Di bawah atap Rumah Joglo yang terlihat unik, terdapat 4 tiang di tengah rumah yang berukuran lebih tinggi untuk menopang atau menyangga atap.

Keempat tiang ini biasanya disebut dengan soko guru. Filosofi dari keempat tiang adalah gambaran kekuatan dari empat penjuru mata angin. Oleh karena itu, masyarakat meyakini bahwa berlindung di Rumah Joglo dapat menghindari ketika ada bencana datang.

Pintu di Tengah Rumah

Rumah adat Joglo yang berasal dari Jawa ini memiliki 3 pintu utama, yaitu pintu utama di tengah, dan pintu lainnya di kedua sisi (kanan dan kiri) bawah.

Tata letak pintu ini melambangkan kupu-kupu yang sedang berkembang dan berjuang di dalam sebuah keluarga besar. Selain itu, filosofi dari pintu rumah yang ada di tengah adalah keterbukaan dan kedekatan antara penghuni rumah dengan tamu.

Ruang Gedongan


Uniknya, di dalam rumah ada Joglo ini biasanya terdapat ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat perlindungan, tempat kepala keluarga mencari ketenangan batin, tempat beribadah, ataupun kegiatan sakral lainnya.

Ruangan bernama Gedongan ini juga bisa digunakan sebagai ruang istirahat. Tak jarang, ruang ini juga digunakan sebagai kamar pengantin yang baru menikah.

Memiliki Teras Luas
Biasanya rumah adat Joglo memiliki teras dengan ukuran yang cukup luas. Teras yang luas ini memiliki fungsi tersendiri, sama seperti rumah adat Jawa Tengah lainnya. Fungsi teras yang luas untuk melakukan interaksi sosial seperti silaturahmi antara penghuni rumah dengan masyarakat lain.

Memiliki Pagar Mangkok

Berbeda dengan pagar rumah tradisional, pagar pada rumah Joglo tidak terbuat dari bilah bambu. Pagar rumah Joglo yang biasa disebut pagar mangkok ini berasal dari tanaman perdu dengan ketinggian kurang dari satu meter.

Penggunaan pagar mangkok ini memiliki makna agar interaksi antar tetangga atau masyarakat lebih mudah terjadi dan terjalin dengan baik.

Itulah rumah adat Joglo yang berasal dari Jawa Tengah. Menarik bukan?

Simak Video "Villa Beratap Joglo Bernuasa Pedesaan Yang Alami di Ungaran Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia