7 Museum Keren di Indonesia yang Wajib Kamu Tahu, Udah Pernah ke Sini?

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 19 Mei 2021 13:00 WIB
Museum Tsunami. 
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Museum Tsunami di kota Banda Aceh (Foto: dikhy sasra)
Jakarta - Apakah museum jadi tujuan pertamamu saat berkunjung ke sebuah kota untuk pertama kali? Di tengah perubahan kota dan dunia yang semakin cepat, museum merekam dinamika kehidupan kita lewat berbagai koleksi sejarah yang ditampilkan dengan cara yang makin menarik.

Museum adalah tempat tersimpannya rekaman masa lalu dan warisan budaya untuk mendidik dan menjadi bekal kita hidup di masa sekarang dan masa depan. Banyak koleksi di museum juga bisa menjadi inspirasi kita berkarya dan berinovasi, lho.

Setiap tanggal 18 Mei pun diperingati sebagai Hari Museum Internasional. Peringatan ini pertama kali digagas pada tahun 1977 oleh International Council of Museums (ICOM). Tujuannya untuk mendorong kesadaran publik terhadap peran museum dalam pengembangan kehidupan masyarakat.

Nah, Indonesia punya beragam museum yang menarik untuk kita kunjungi. Berikut beberapa museum di Indonesia:


1. Museum Angkut, Batu, Jawa Timur

Di museum seluas 3,8 hektar ini, pengunjung bisa belajar sejarah transportasi di dunia. Koleksi angkutan yang dipamerkan mulai dari angkutan di pedesaan, angkutan pertama Presiden RI, hingga transportasi khas di penjuru dunia.

Kendaraan-kendaraan koleksi dipajang dengan desain interior yang dibuat mirip dengan kondisi zaman aslinya. Contohnya sebuah area outdoor dibuat seperti sisi Istana Buckingham, UK, area pemukiman di Italia, dan tembok Berlin, Jerman. Mobil klasik, skuter, sepeda, hingga trem yang dipajang seolah hidup kembali dan berfungsi seperti pada masanya.

Sejumlah area pamer angkutan juga didesain seperti set film Holywood. Pengunjung diajak belajar bahwa tiap moda transportasi mewakili perubahan yang terjadi di peradaban kita dengan visual yang menyenangkan.

2. Museum Ullen Sentalu, Sleman, Yogyakarta

Ullen Sentalu adalah akronim dari falsafah berbahasa Jawa, "ulating blencong sejatining tataraning lumaku". Ungkapan ini berarti "terang adalah penuntun jalan kehidupan."

Di museum ini, pengunjung bisa belajar peradaban dan sejarah tanah Jawa yang membentuk identitas budaya Jawa lewat berbagai temuan sejarah dan arkeologis. Museum ini menjadi zona pertemuan antara kita, para pewaris budaya, dengan warisannya.

Di museum Ullen Sentalu, kamu bisa memilih tur Adiluhung Mataram dan tur VorstenLanden. Tur Adiluhung Mataram akan mengajak kamu menjelajah seni dan budaya Jawa, serta kehidupan kraton Mataram lewat koleksi lukisan, foto, syair, dan batik yang disampaikan dengan kisah-kisah terkait. Kamu juga akan mengenal keturunan Mataram dan kisah hidup mereka lewat cerita, potret, koleksi syair, dan foto.

Adapun lewat tur Vorstenlanden, kamu akan menjelajahi sejarah kekuasaan di tanah Jawa dan masa emas Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta lewat koleksi lukisan masterpiece. Pengunjung juga akan singgah di Esther Huis, rumah bergaya Indies dengan koleksi kebaya, batik, dan hiasan antik budaya Indies yang merupakan akulturasi budaya Jawa, Belanda, dan Tionghoa.

3. Museum Tsunami, Aceh

Museum ini didirikan pada 2008 untuk memperingati bencana gempa bumi dan tsunami Aceh 2004 yang merenggut 227.000 korban. Museum ini juga difungsikan sebagai tempat evakuasi bila bencana serupa terjadi.

Museum Tsunami Aceh merupakan pusat pendidikan bencana gempa dan tsunami di Aceh. Lantai 1 museum berisi rekam jejak mengenai tsunami setinggi 30 meter tersebut, mulai dari pra tsunami, saat tsunami, dan pasca tsunami.

Pengunjung bisa menyaksikan foto-foto peristiwa, artefak jejak tsunami, beserta dioramanya. Di lantai ini juga terdapat sumur doa yang berisikan nama-nama korban.

Sementara di lantai 2 museum, kamu bisa belajar rancang bangunan yang tahan gempa dan model diagram patahan bumi lewat alat-alat peraga. Terdapat juga media belajar menarik seperti perpustakaan, ruang alat peraga, ruang 4D, dan toko souvenir.

4. Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat

Museum Nasional berisi lebih dari 140.000 benda yang mewakili rekam jejak kekayaan budaya bangsa Indonesia. Koleksi ini dikumpulkan sejak masa Hindia Belanda. Dalam pamerannya, sepertiga dari total koleksi ditampilkan untuk pengunjung.

Koleksi museum sejarah, etnografi, dan geografi ini terdiri benda-benda etnografi, perunggu, koleksi prasejarah, keramik, tekstil, numimistik, relik sejarah, buku langka, dan benda berharga. Salah satunya yaitu arca Wisnu Cibuaya, arca Hindu tertua di Nusantara yang terletak di ruang Arca Batu.

Di samping belajar sejarah Indonesia lewat koleksi museum, kamu juga mengikuti berbagai diskusi, pameran khusus, dan workshop yang kerap digelar di Museum Nasional Indonesia.

5. Museum Bank Indonesia (Museum BI), Kota Tua Jakarta, Jakarta Barat

Di museum ini, kamu bisa belajar tentang bank sentral Indonesia dengan koleksi yang dipajang sesuai alur waktu dan visual yang menarik. Ada banyak benda numismatik dan dokumen bersejarah yang membantu kita mengetahui bagaimana Bank Indonesia memengaruhi sejarah bangsa.

Lewat koleksi-koleksi di museum, kita juga bisa belajar berbagai latar belakang kebijakan BI yang diambil dari waktu ke waktu. Ada berbagai ruangan bisa kamu telusuri secara runut dari masa ke masa, seperti ruangan-ruangan Pra BI hingga ruangan-ruangan BI.

Ada juga ruangan BI, ruangan numismatik, ruang kerja gubernur, ruang bank syariah, ruang immersive cinema, dan lain-lain. Pengunjung rombongan bisa menggunakan program jelajah museum dengan mengontak museum BI.

6. Museum Siwalima, Ambon, Maluku

Museum Siwalima terdiri dari dua bangunan. Bangunan I dikenal sebagai Museum Kelautan Siwalima. Museum ini berisi benda-benda peninggalan yang mewakili sejarah kelautan masyarakat Ambon dan kekayaan kehidupan laut Maluku. Ada juga koleksi binatang-binatang laut seperti kerangka paus sepanjang 9 meter, 17 meter, dan 19 meter.

Adapun Bangunan I disebut sebagai Museum Budaya Siwalima. Museum ini berisi benda-benda warisan budaya Maluki, seperti bangunan asli Maluku, pakaian adat, alat pertanian, senjata, perlengkapan upacara adat, uang lama, dan berbagai guci pada masa penjajahan Jepang.

Menjelajah isi museum, pengunjung akan ditemani petugas yang akan menceritakan kisah-kisah di balik koleksi museum dengan rinci. Kamu juga bisa meminta sajian khusus musik lokal, pementasan tari, dan demo pembuatan kain tenun, lho.

7. Museum Tekstil, Jakarta Barat

Di Museum Tekstil, pengunjung bisa melihat berbagai koleksi batik kuno hingga batik kontemporer seiring perkembangan zaman. Ada juga koleksi alat tenun dari berbagai daerah, bahan baku, lengkap dengan pengenalan cara pembuatan kain tradisional Indonesia. Kamu juga bisa mencoba mengoperasikan alat tenunnya, lho.

Museum Tekstil juga punya area kebun pewarna alam. Di area seluas 2.000 meter persegi ini, kamu bisa belajar tentang tumbuhan penghasil warna yang bisa digunakan sebagai pewarna kain tradisional. Di samping itu, Museum Tekstil juga punya laboratorium untuk perbaikan kain tradisional.

Museum Tekstil dilengkapi perpustakaan berisi koleksi terkait tekstil dan toko oleh-oleh.


Nah, museum apa yang sudah kamu kunjungi di kotamu? Selamat hari museum internasional!



Simak Video "Ngerinya Museum Santet di Cirebon, Bikin Merinding!"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia