Greenpeace Indonesia Tolak Limbah Nuklir Jepang Dibuang ke Laut

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 06 Mei 2021 17:27 WIB
Peserta aksi memajang spanduk Tolak Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima di Laut di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (3/5/2021). Pembuangan limbah nuklir berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan laut.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Tindakan Jepang yang hendak membuang limbah nuklir zat radioaktif ke Samudera Pasifik mengundang komentar dari berbagai organisasi lingkungan di Indonesia.

Salah satunya Greenpeace, organisasi lingkungan dunia, yang menolak rencana Jepang tersebut dan menyarankan alternatif lain untuk Jepang. Apa sarannya?

Melalui Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Satrio Swandiko Prillianto, pihak Greenpeace menyarankan untuk menahan limbah nuklir zat radioaktif tersebut dalam beberapa tahun lagi hingga tingkat radioaktivitasnya sangat rendah.

"Mungkin perlu ditahan beberapa tahun mungkin belasan atau puluhan tahun hingga tingkat radioaktivitasnya sangat rendah," tutur Satrio kepada detikEdu, Rabu (5/5/2021).

Adapun saran lainnya untuk sementara waktu, Satrio mengatakan biarkan limbah nuklir tersebut sebagai pengingat tentang ancaman zat radioaktif dari nuklir terhadap kehidupan manusia dan lingkungan sekitar.

"Lebih baik jangan dibuang ke laut lepas, untuk sementara biarkan itu menjadi pengingat bahwa potensi ancaman dampak nuklir terhadap kehidupan manusia dan lingkungan itu besar sekali," ujar Satrio.

Ia pun turut menjelaskan dampak yang akan terjadi apabila zat radioaktif yang masih dalam level bahaya ikut lolos ke lingkungan hidup. Dampak dari zat radioaktif tersebut dapat "menular" dan memengaruhi apapun yang terlibat kontak dengannya.

Kemungkinan terburuknya pada manusia, efek dari kontaminasi zat radioaktif ini bisa memicu terjadinya perubahan struktrur sel dalam tubuh. Buntut panjangnya bahkan dapat menimbulkan penyakit kanker.

"Kalau misalkan pada manusia itu terburuknya, terjadinya perubahan struktur sel sehingga menjadikan kanker gitu. Nah itu berbahaya karena bisa menjadi penyakit," katanya.

Adapun cara kerja dari zat radioaktif dalam memengaruhi sel makhluk hidup, Satrio mengumpamakan getaran dari radioaktif saja dapat membuat bagian terkecil makhluk hidup, sel dan unsurnya ikut terpengaruh.

Bahkan ada kemungkinan berubah menjadi unsur lain dan hal tersebut dapat membahayakan tubuh makhluk hidup.

"Membuat unsur yang lain terpengaruh dan mungkin berubah menjadi unsur lain, misalnya awalnya karbon berubah jadi isotop lainnya, apapun itu. Nah itulah yang membuat berbahaya karena efeknya sangat mikro (kecil) sekali," terangnya.

Sebagai informasi, rencana Jepang membuang limbah nuklirnya ini akan dilakukan dalam dua tahun mendatang. Meskipun begitu, penolakan demi penolakan dari negara tetangga pun tidak terelakkan, seperti Cina dan Korea.

Simak Video "Negara Tetangga Tolak Rencana Air Limbah Fukusima Dibuang ke Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia