BRI Ramadan Update: 9 Wali di Tanah Jawa

Kisah Wali Songo Sunan Drajat, Berdakwah dengan Prinsip Catur Piwulang

Kristina - detikEdu
Kamis, 06 Mei 2021 08:00 WIB
Sunan Muria
Foto: Ilustrator: Kharisma/Kisah Wali Songo Sunan Drajat, Berdakwah dengan Prinsip Catur Piwulang
Jakarta -

Sunan Drajat adalah wali yang dikenal memiliki jiwa sosial tinggi terlebih kepada masyarakat miskin. Jiwanya itu dicerminkan dalam ajaran Catur Piwulang.

Sunan Drajat merupakan saudara dari Sunan Bonang dari ayahnya Sunan Ampel. Ia bernama Raden Qasim atau Syarifudin. Sejak kecil ia mendapatkan pendidikan agama Islam di pesantren milik ayahnya, Ampeldenta.

Dikutip dari buku Sunan Drajat (Raden Qosim) karya Yoyok Rahayu Basuki, diceritakan setelah mendapatkan cukup ilmu agama, Sunan Ampel memerintahkan putranya untuk menyebarkan agama Islam di pesisir Gresik.

Saat dalam perjalanan menuju Gresik, tiba-tiba perahu yang ditumpanginya terhantam badai. Akhirnya Sunan Drajat singgah di pesisir Lamongan. Dia mendapatkan sambutan hangat dari tokoh tua setempat, Mbah Mayang Madu dan Mbah Banjar.

Selama di Lamongan, Sunan Drajat mendirikan surau kecil tepatnya di Desa Jelak. Surau itulah yang menjadi pusat dakwahnya. Hingga berkembang menjadi pesantren. Masyarakat banyak menimba ilmu agama di sana.

Dalam berdakwah Sunan Drajat mengedepankan kebijaksanaan atau dikenal dengan metode dakwah bil hikmah. Di antara ajarannya yang terkenal adalah prinsip Pepali Pitu dan Catur Piwulang.

Prinsip ajaran Pepali Pitu Sunan Drajat


1. Memangun resep tyasing sasama (Membuat senang hati orang lain)
2. Jroning suka kudu eling lan waspada (Dalam suasana gembira, hendaknya tetap ingat Tuhan dan selalu waspada)
3. Laksitaning subrata tan nyipa marang pringga bayaning lampah (Dalam mencapai cita-cita luhur, jangan menghiraukan halangan dan rintangan)
4. Meper hardaning pancadriya (Senantiasa berjuang untuk menekan hawa nafsu duniawi)
5. Heneng-Hening-Henung (Dalam diam akan dicapai keheningan, dalam hening akan dicapai jalan kebebasan mulia)
6. Mulya guna panca waktu (Pencapaian kemuliaan lahir batin dicapai dengan menjalani sholat lima waktu)
7. Menehono teken marang wong kang wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe. Menehono busana marang wong kang wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan (Berilah tongkat kepada orang buta.

Berilah makan kepada orang lapar. Berilah pakaian kepada orang tidak berpakaian. Berilah payung kepada orang kehujanan).

Klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Air Kolam Kejujuran Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia