Senam Lantai: Sejarah, Manfaat, dan Langkah-Langkah Gerakannya Secara Detail

Faqihah M Itsnaini - detikEdu
Minggu, 18 Apr 2021 12:15 WIB
Cabang senam kembali menyumbang medali buat Indonesia di Asian Games 2018. Medali perak dari Rifda Irfanalutfi menjadi yang teranyar.
Senam Lantai: Sejarah, Manfaat, dan Langkah-Langkah Gerakannya Secara Detail (Foto: Agung Pambudhy )
Jakarta - Senam lantai adalah salah satu rumpun senam. Sesuai dengan namanya, maka gerakannya dilakukan di lantai. Jadi, alat utama yang dipergunakan adalah lantai atau matras.

Pada perlombaan resmi, senam lantai dilakukan di atas matras ukuran 12 x 12 meter. Namun, untuk belajar bisa memakai matras atau bahan sejenis yang lembut dan berbeda ukuran.

Apakah detikers tahu, kalau senam lantai adalah salah satu cabang olahraga yang dikatakan ekstrim? Alasannya adalah karena senam lantai membutuhkan keterampilan tubuh yang ekstrim yaitu menonjolkan keindahan gerak, kerumitan gerak, kekuatan gerak, keluwesan, keseimbangan dan kelenturan.

Sebelum membahas lebih lanjut, mari ketahui sejarah, manfaat, dan gerakan dasar dalam senam lantai.

Sejarah Senam Lantai

Menurut modul Pendidikan Olahraga dan Rekreasi Kelas VIII terbitan Kemendikbud, asal-usul olahraga senam lantai belum diketahui secara pasti karena banyak perbedaan dari berbagai sumber.

Pada abad ke-20, senam mulai populer dan menyebar ke seluruh dunia. Perkembangan olahraga ini sangat pesat hingga memiliki banyak cabang, salah satunya senam lantai.

Sejarah senam bermula dari Yunani, namun sejarah senam lantai berawal dari negeri tirai Bambu, Cina.

Sejak tahun 2700 SM, para biara Cina kuno telah mengenal bentuk sederhana dari gerakan senam lantai. Para biara itu mengenal senam lantai sebagai pengobatan dan bela diri. Catatan peninggalan gerakan sederhana dalam senam lantai ada di dalam kitab warisan Kong hu cu dan muridnya.

Selain itu, sejarah senam lantai juga dimulai dari India. Negara ini sudah lama dikenal memiliki gerakan khusus untuk pengobatan dan teknik pernapasan. Salah satu gerakan pengobatan yang banyak dihubungkan dengan senam adalah yoga. Pasalnya, banyak kemiripan antara dua gerakan ini.

Sejarah senam lantai juga tidak lepas dari Mesir. Banyak piramida Mesir yang menggambarkan cerita tentang senam lantai. Gerakan olahraga yang dilakukan bangsa Mesir pada zaman dahulu memang identik dengan gerakan senam lantai atau yoga.

Maka, dari peninggalan-peninggalan tadi, disimpulkan bahwa senam lantai sudah dimulai sejak abad ke-20.

Bagaimana sejarah senam lantai di Indonesia? Senam sendiri masuk sejak Jepang datang ke tanah air. Senam mulai diperkenalkan tentara PETA Jepang yang dikenal dengan nama senam Talso.

Senam mulai dipertandingkan dalam pesta olahraga internasional pada 1963, di GANEFO (Games The New Emarging Force). Di Indonesia sendiri, organisasi senam yang dibentuk bernama Persani (Persatuan Senam Seluruh Indonesia).

Manfaat Senam Lantai

Ada dua manfaat utama senam lantai, yaitu manfaat fisik, manfaat mental, serta sosial.

Manfaat fisik, senam tentunya sangat bermanfaat untuk mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak. Dengan melakukan gerak ini, dapat melatih daya tahan otot, kekuatan, kelenturan, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan.

Sedangkan manfaat mental artinya akan mengasah kemampuan mental terutama aspek keberanian dan percaya diri. Hal ini terjadi karena gerakan senam lantai membutuhkan keberanian dan percaya diri yang tinggi. Jika tidak berhati-hati dan gerakannya kurang sempurna, dapat berakibat cedera.

Senam lantai juga dapat mengasah kemampuan sosial. Pada dasarnya, aktivitas senam lantai akan lebih mudah dipelajari dengan baik jika dilakukan dengan bantuan orang lain.

Gerakan Dasar Senam Lantai

1. Guling depan

Guling depan (forward roll) adalah berguling ke depan dengan menggunakan bagian atas belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang). Latihan guling ke depan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu guling ke depan dengan awalan sikap berdiri dan awalan jongkok.

Berikut langkah-langkahnya:

a. Guling Depan dengan Awalan Berdiri

  • Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
  • Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di atas matras, posisi kaki lurus.
  • Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
  • Sentuhkan bahu ke matras.
  • Bergulinglah ke depan.
  • Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
  • Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.

b. Guling Depan dengan Awalan Jongkok

  • Diawali dengan sikap jongkok, kedua kaki rapat, letakkan lutut ke dada, dan kedua tangan bertumpu di depan ujung kaki kira-kira 40 cm.
  • Bengkokkan kedua tangan, letakkan pundak pada matras dengan menundukkan kepala dan dagu sampai ke dada.
  • Lanjutkan dengan melakukan gerakan berguling ke depan. Ketika panggul menyentuh matras, peganglah tulang kering dengan kedua tangan menuju posisi
  • jongkok.


2. Guling Belakang

Guling Belakang (back roll) adalah menggulingkan badan ke belakang dengan posisi badan tetap harus membulat, yaitu kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, dan kepala ditundukkan sampai dagu melekat di dada.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat.
  • Kepala menunduk, dagu rapat ke dada, kemudian kaki menolak ke belakang.
  • Pada saat punggung menyentuh matras, kedua tangan segera dilipat ke samping telinga dan telapak tangan menghadap ke bagian atas untuk siap menolak.
  • Kaki segera diayunkan ke belakang melewati kepala dibantu oleh kedua tangan menolak kuat dan kedua kaki dilipat sampai ujung kaki dapat mendarat diatas
  • matras ke sikap jongkok.

3. Gerakan Guling Lenting

Gerakan guling lenting adalah gerakan melenting badan ke atas-depan yang disebabkan oleh lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan. Latihan gerakan guling lenting ini dibedakan menjadi dua berdasarkan dengan tumpuannya, yaitu bertumpu pada tengkuk dan kepala.

Berikut langkah-langkahnya:

a. Latihan Guling Lenting Tengkuk
Cara melakukannya yaitu:

  • Sikap permulaan berbaring menelentang atau duduk telunjur.
  • Mengguling ke belakang, tungkai lurus, kaki dekat kepala, lengan bengkok, tangan menumpu disamping kepala, ibu jari dekat dengan telinga.
  • Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan, tangan menolak badan melayang dan membusur, kepala pasif.
  • Mendarat dengan kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur lengan lurus ke atas.

b. Latihan Guling Lenting Kepala

Caranya melakukannya yaitu:

  • Membungkuk bertumpu pada kaki dan membentuk segitiga sama sisi punggung tegak lurus, tungkai rapat dan lurus, jari-jari kaki bertumpu di lantai.
  • Mengguling ke belakang disertai lecutan tungkai serentak tangan menolak sekuat-kuatnya, kepala pasif badan melayang dan membusur.
  • Mendarat dengan kaki rapat badan membusur dan lengan ke atas


4. Kayang

Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul. Manfaat gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu, bukan kelentukan pinggang.

Cara melakukan gerakan kayang adalah:

  • Sikap permulaan berdiri, kedua tangan menumpu pada pinggul.
  • Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala dilipat ke belakang.
  • Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
  • Posisi badan melengkung bagai busur.

5. Berdiri dengan Menggunakan Tangan (handstand)

Berdiri dengan menggunakan tangan adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan dengan siku-siku lurus ke atas. Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan hand stand adalah harus dilakukan di atas landasan atau alas yang keras, seperti lantai, agar seimbang.

Cara melakukannya adalah:

  • Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
  • Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan
  • bengkok sedang tungkai belakang lurus.
  • Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
  • Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.

6. Berdiri dengan Menggunakan Kepala (Headstand)

Berdiri dengan menggunakan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan kedua tangan dengan siku-siku ditekuk dan telapak tangan sebagai tumpuannya. Sama halnya dengan handstand, headstand juga harus dilakukan di atas landasan atau alas yang keras.

Cara melakukan gerakan ini:

  • Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
  • Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
  • Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
  • Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.

7. Lompat Jongkok

Teknik untuk loncat jongkok dasarnya hampir sama dengan loncat kangkang. Karena tahap latihannya sama yaitu awalan, tolakan, melewati peti lompat dan mendarat.

Caranya sebagai berikut:

  • Awalan dilakukan dengan lari secepat mungkin dan badan condong ke depan.
  • Kedua kaki menolak pada papan tolakan disertai ayunan lengan ke atas, badan melayang tangan menumpu pada pangkal peti, lengan lurus, pandangan ke depan tangan.
  • Segera kedua tangan menolak dengan sekuat tenaga, lutut dilipat ke dada, luruskan tungkai saat berada di atas bagian ujung peti.
  • Mendarat dengan ujung kaki, lutut mengeper, lengan direntangkan ke atas


8. Meroda

Gerak memutar tubuh dari sikap menyamping dengan tumpuan gerakan pada kedua kaki dan tangan. Latihan meroda dapat dilakukan secara bertahap yaitu dari melakukan satu kali gerakan meroda, apabila sudah merasakan baik dapat ditingkatkan menjadi beberapa kali gerakan:

  • Mula-mula berdiri tegak menyamping, kedua kaki dibuka sedikit lebar, kedua tangan lurus ke atas serong ke samping (menyerupai huruf V) dan pandangan ke depan.
  • Kemudian jatuhkan badan ke samping kiri, letakkan telapak tangan ke samping kiri, kemudian kaki kanan terangkat lurus ke atas. Disusul dengan meletakkan telapak tangan di samping tangan kiri.
  • Saat kaki kanan diayunkan, maka kaki kiri ditolak pada lantai, sehingga kedua kaki terbuka dan serong ke samping.
  • Kemudian letakkan kaki kanan ke samping tangan kanan, tangan kiri terangkat disusul dengan meletakkan kaki kiri di samping kaki kanan.
  • Badan terangkat, kedua lengan lurus ke atas ke posisi semula.

Itu dia delapan gerakan dasar dalam senam lantai. Mana gerakan yang sudah pernah kamu coba, detikers? (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia