Meneladani Kisah Nabi Musa AS Saat Berperang Melawan Firaun

Kristina Ina - detikEdu
Rabu, 07 Apr 2021 10:30 WIB
An Arab standing at the sand dunes of Dubai and aiming towards the horizon.
Foto: Getty Images/GCShutter/Meneladani Kisah Nabi Musa AS Saat Berperang Melawan Firaun
Jakarta - Nabi Musa AS merupakan nabi ke-14 dari 25 Nabi yang wajib kita teladani. Nabi Musa AS diutus untuk melawan kekafiran raja kejam Mesir pada saat itu, Raja Firaun.


Nabi Musa AS termasuk dalam rasul ulul azmi yang memperoleh mukjizat dari Allah SWT. Mukjizat yang diberikan berupa tongkat. Selain itu, Allah SWT juga mewahyukan kitab suci Taurat kepadanya.

Salah satu rasul ulul azmi ini terlahir dari kaum Bani Israil. Pada saat itu Mesir berada di bawah kekejaman dan kesombongan raja Firaun. Raja Firaun enggan bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang telah diberikan.

Dikisahkan oleh Abu Haafizh Abdurrahman dalam bukunya yang berjudul Kisah Nabi Musa 'Alaihissalam, pada suatu malam Firaun bermimpi buruk. Ia melihat api yang berkobar dan membakar Mesir dan memusnahkannya. Anehnya, tidak ada satupun rumah dari Bani Israil yang terbakar. Ia mengundang seluruh peramal untuk menafsirkan firasat buruknya.



Hingga suatu ketika ia memerintahkan untuk membunuh seluruh bayi laki-laki yang lahir dari kaum Bani Israil. Saat itu Ayarikha, wanita Bani Israil yang merupakan Ibu Nabi Musa AS tengah hamil tua. Ia melahirkan bayi laki-laki. Karena takut akan didatangi Firaun, ia mendapatkan bisikan untuk menghanyutkan bayi itu ke Sungai Nil. Allah SWT memberikan wahyu atas keselamatan putranya.

Bayi itu ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun. Ia amat menyukai bayi mungil nan malang itu dan memutuskan untuk menjadikannya anak angkat. Firaun menolak. Namun, atas bujukan Asiyah akhirnya menyetujuinya.

Nabi Musa AS disusui oleh wanita Bani Israil yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Firaunpun tumbuh dengan segala kebaikan akhlaknya yang bertolak belakang dengan Firaun. Hingga suatu ketika Firaun mengetahui bahwa anak angkatnya adalah orang yang akan menghancurkannya.

Salah satu kisah nabi Musa AS adalah melawan tukang sihir suruhan Raja Firaun. Pada suatu ketika Nabi Musa AS mendatangi raja Firaun untuk mengajaknya menyembah Allah SWT. Namun, justru Firaun menyusuh tukang sihirnya untuk melawan Musa AS. Penyihir lantas mengeluarkan ular-ular kecil.

Tanpa gentar sedikitpun, Nabi Musa AS melemparkan tongkatnya dan seketika berubah menjadi ular besar. Ular yang berasal dari tongkat Nabi Musa AS memangsa seluruh ular kecil buatan penyihir Firaun. Pertandingan itu disaksikan oleh banyak orang. Hingga akhirnya membuat para kurang sihir tersimpuh kepadanya.

Nabi Musa AS juga diberikan mukjizat untuk membelah laut merah dengan tongkat yang ia miliki. Kejadian itu dilakukan saat dalam pengejaran Raja Firaun. Hingga akhirnya ia beserta kaumnya selamat dari malapetaka.

Keteladanan yang dapat kita peroleh dari kegigihan Nabi Musa AS dalam memerangi keangkuhan Raja Firaun adalah keberanian dan ketekunannya. Ia bahkan tak gentar sedikitpun saat harus melawan raja yang mengaku sebagai Tuhan tersebut.

Nabi Musa AS juga sabar dalam menerima setiap ucapan dari kaum Raja Firaun. Bahkan ia sering dikatakan sebagai penyihir karena mukjizat yang dia miliki.



Simak Video "Destinasi Wisata Laut Merah di Mesir Sepi Karena Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia