Mengenal 2 Jenis Mobilitas Sosial

Tim detikcom - detikEdu
Minggu, 04 Apr 2021 08:28 WIB
Ilustrasi Mobilitas Sosial
Mengenal 2 Jenis Mobilitas Sosial (Ilustrasi Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Jenis mobilitas sosial secara umum terbagi ke dalam dua bagian, ada mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Nah, untuk detikers yang ingin mengenal lebih dekat dengan kedua jenis mobilitas sosial ini, berikut ulasan selengkapnya.

Mobilitas Sosial Horizontal

Pertama, ada mobilitas sosial horizontal yang terjadi apabila adanya perubahan kedudukan dalam strata yang sama. Ketika perubahan tersebut terjadi terhadap orang yang sama, tentunya hal ini disebut sebagai mobilitas sosial horizontal intragenerasi.

Pastinya kedudukan seseorang bisa berubah naik maupun turun pada strata atau lapisan yang sama, tanpa dilakukannya perubahan kedudukan yang bersangkutan. Namun peran yang mereka pegang bisa berubah.

Ketika berkaitan dengan imbalan atau gaji yang seseorang peroleh, secara horizontal perubahan kedudukannya tidak mempengaruhi dari tingkat imbalan orang tersebut. Misalnya adalah sebagai berikut:

  • Seorang guru SMA pada kota A yang pindah ke SMA pada kota B. Nah, guru tersebut tentunya tidak mengalami perubahan peran dan kedudukan, namun hanya tempat kerja saja yang berpindah.
  • Seseorang bekerja pada suatu perusahaan sebagai sekretaris, kemudian pada suatu saat ia dipindahkan sebagai bendahara. Namun orang tersebut tetap mendapatkan gaji yang sama.

Pergeseran-pergeseran tersebut tentunya tidak menaikkan atau menurunkan posisi yang bersangkutan, namun bukan berarti mereka tidak mendapatkan kesulitan saat menjalankan tugasnya. Umumnya kesulitan yang muncul terjadi ketika akan melakukan penyesuaian diri.

Nah, mobilitas sosial horizontal antargenerasi akan terjadi ketika anak dan orang tuanya memiliki pekerjaan yang berbeda, namun kedudukan sosialnya sama. Misalnya ada orangtua yang merupakan petani kaya serta tergolong sebagai kelas menengah dalam masyarakat.

Namun anaknya tidak mau mengikuti jejak orang tuanya. Ia lebih memilih untuk menjadi seorang pedagang dan berhasil serta menjadi kaya. Dengan begitu keduanya berada sama-sama dalam tingkat sosial untuk kelas menengah.

Mobilitas Sosial Vertikal

Nah, jenis mobilitas sosial berikutnya adalah mobilitas sosial vertikal. Tau nggak detikers apa itu mobilitas sosial vertikal?.

Mobilitas sosial vertikal merupakan perpindahan seseorang maupun kelompok dari kedudukan sosial yang satu ke kedudukan sosial yang lain. Namun tidak sederajat ya, baik pindah ke kedudukan yang lebih tinggi atau turun ke tingkat yang lebih rendah.

Tidak selamanya setiap orang yang terdapat dalam masyarakat mempunyai kedudukan yang tetap, namun akan selalu mengalami perubahan. Orang yang telah menempati jabatan sebelumnya bisa saja naik agar dapat menduduki jabatan yang jauh lebih tinggi. Maupun sebaliknya, selesai bekerja karena sudah pensiun, dengan begitu tidak memiliki jabatan lagi, kedudukan sosialnya menurun.

Nah, hal tersebut adalah mobilitas sosial vertikal. Selain itu, seseorang yang telah lama bekerja dalam suatu perusahaan atau kantor akan berusaha untuk memperoleh kenaikan gaji.

Walaupun adanya kenaikan gaji, namun bukan berarti bisa naik ke kedudukan yang lebih tinggi, ya. Karena yang bersangkutan akan tetap menempati jabatan yang semula.

Tetapi ketika yang bersangkutan merupakan pegawai biasa dan memiliki prestasi kerja, kedudukannya kemudian berpindah sebagai kepala bagian. Nah, perpindahan dari lapisan terendah kepada lapisan yang cukup tinggi ini adalah promosi.

Selain itu, contoh lain dari promosi adalah seorang guru yang berprestasi serta memiliki pangkat yang sudah mencukupi. Lalu ia memperoleh promosi jabatan agar menjadi kepala sekolah.

Atau contoh lain dari mobilitas sosial vertikal ini adalah seorang bupati yang memperoleh banyak dukungan masyarakat serta dewan. Yang akhirnya terpilih menjadi gubernur.

Simak Video "Mobilitas Tinggi Sebabkan Kasus COVID-19 Naik Saat PSBB Transisi"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia