Mengenal Tanjidor, Alat Musik Khas Betawi yang Melegenda

Mengenal Tanjidor, Alat Musik Khas Betawi yang Melegenda

Anastasia Anjani - detikEdu
Kamis, 25 Mar 2021 19:34 WIB
tanjidor di acara PMI
Foto: Tsarina Maharani/detikcom/Mengenal Tanjidor, Alat Musik Khas Betawi yang Melegenda
Jakarta -

Tanjidor adalah alat musik khas Betawi yang dimainkan secara berkelompok. Alat musik ini dimainkan dengan ditiup.

Tanjidor berasal dari kata Tanji dan dor. Tanji berarti menabuh sedangkan dor adalah bunyi dor, dor, dor. Dua kata itu digabungkan menjadi tanjidor.

Alat musik ini kerap digunakan dalam acara pernikahan, khitanan, dan pawai. Berikut adalah sejarah dan instrumen musik tanjidor yang dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

1. Sejarah Tanjidor

Menurut Ernst Heinz, ahli musik dari Belanda yang mengadakan penelitian musik rakyat di pinggiran Kota Jakarta tahun 1974, tanjidor berasal dari para budak yang ditugaskan bermain musik untuk para tuannya. Tanjidor juga merupakan orkes budak pada masa kompeni.

Para pejabat petinggi Belanda pada masa lalu membangun vila-vila di Cililitan Besar, Pondok Gede, Tanjung Timur, Ciseeng, dan Cimanggis. Di vila-vila tersebut terdapat beberapa budak dan para budak tersebut memiliki kemampuan memainkan alat musik.

Para budak tersebut memainkan alat musik dan menghibur tuannya saat pesta dan jamuan makan. Kemudian pada tahun 1860, perbudakan dihapuskan. Para budak yang merdeka pun berinisiatif membentuk perkumpulan musik dan terkenal. Perkumpulan musik tersebut diberi nama Tanjidor.

Tanjidor berkembang di daerah pinggiran Jakarta, Depok, Cibinong, Citeureup, Cileungsi, Jonggol, Parung, Bogor, Bekasi dan Tangerang. Di daerah-daerah tersebut, biasanya orkes Tanjidor membawakan lagu yang berjudul Batalion, Kramton, Bananas, Delsi, Was Tak-tak, Welmes, Cakranegara. Judul-judul lagu itu 'berbau' Belanda, meskipun dengan ucapan Betawi.

Lagu-lagu Tanjidor kemudian berkembang dengan membawakan lagu khas Betawi seperti Jali-Jali, Surilang, Sirih Kuning, Kicir-Kicir, Cente Manis, Stambul, Persi serta lagu-lagu Sunda, seperti Kang Haji, Sulanjana, Daun Pulus, dan sebagainya. Sejak mulai menggunakan lagu-lagu Betawi, Tanjidor terus berkembang dan terus dimainkan hingga kini.

2. Instrumen Musik Tanjidor

Pada musik Tanjidor terdapat beberapa alat musik yang dimainkan. Alat musik tersebut yakni alat musik tiup dan ditabuh.

Alat musik tiup tersebut yaitu klarinet, piston, trombon, dan terompet. Sedangkan alat musik yang ditabuh adalah drum (membranofon), simbal (perkusi), dan side drums (tambur).

Bagaimana detikers, apakah penjelasan tentang tanjidor dapat dipahami? Jangan lupa mengeksplorasi musik khas Indonesia lainnya ya!



Simak Video "KuTips: Cara Baca Al-Qur'an dengan Tanda Waqaf"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia