Sejarah Gedung Sate dan Arsitektur Tiap Ornamennya

Anastasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 20 Mar 2021 20:45 WIB
Gedung Sate Bandung
Foto: Mukhlis Dinillah/Sejarah Gedung Sate dan Arsitektur Tiap Ornamennya
Jakarta - Gedung Sate adalah kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. Gedung ini berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 22, Kota Bandung.

Bagian timur Gedung Sate difungsikan sebagai sebagai Kantor Pusat Pos dan Giro. Sedangkan di bagian baratnya difungsikan sebagai Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

Berikut adalah sejarah Gedung Sate yang dilansir dari situs Pemerintah Jawa Barat:

Gedung Sate dibangun pada 27 Juli 1920 oleh Nona Johanna Catherina Coops putri sulung Walikota Bandung B. Coops yang didampingi Nona Petronella Roeslofsen, putri sulung Wali Kota Bandung B. Coops yang mewakili Gubernur Jenderal di Batavia.

Pada awal tahun 1924 Gedung Hoofdbureau PTT rampung dikerjakan, disusul dengan selesai dibangunnya Induk Gedung Sate dan Perpustakaan Tehnik yang paling lengkap di Asia Tenggara, pada bulan September 1942.

Gedung Sate dirancang oleh arsitek Belanda yang bernama Ir. J. Gerber dari Jawatan Gedung-gedung Negara (landsgebouwendients), dibantu oleh sebuah tim yang terdiri dari: Kol. Genie (Purn.) V.L. Slor dari Genie Militair, Ir. E.H. De Roo dan Ir. G. Hendriks yang mewakili Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W) atau DPU sekarang dan Gemeentelijk Bouwbedriff (Perusahaan bangunan Kotapraja) Bandung.


Gedung Sate memiliki nilai historis pada masa perang kemerdekaan. Pada tanggal 3 Desember 1945, sebanyak 7 orang pemuda gugur melawan lawannya yaitu Pasukan Gurkha yang datang menyerang. Untuk menghormati jasanya, di depan Gedung Sate dibangun sebuah monumen peringatan bagi pahlawan yang gugur tersebut.

Pada tahun 1977, seorang arsitek bernama Ir. Sudibyo, membangun bangunan besar yang serasi dan tegak menyesuaikan bentuk terhadap langgam arsitektur Gedung Sate. Bangunan tersebut kini berfungsi menjadi gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

Arsitektur Ornamen Gedung Sate

Berikut adalah arsitektur ornamen Gedung Sate yang dikutip dari jurnal berjudul Gedung Sate, Keindahan Ornamen Arsitektur Indo-Eropa dan ditulis oleh I Gusti Ayu Ceri Chandrika Meidiria dari Institut Teknologi Bandung:

1. Fasad

Terlihat dari arsitekturnya, Gedung Sate menunjukkan kemegahan desain arsitekturnya. Kesan megah ini sangat ingin ditampilkan oleh Gerber dalam setiap elemen bangunannya.

Gedung Sate sangat kental dengan gaya arsitektur Prancis yaitu Renaissance. Gaya ini diambil dalam penggunaan bentuk busur yang berulang atau dikenal dengan fasad. Pengerjaannya yang benar-benar rapi dengan ukiran yang halus pada setiap busur.

Di bagian tengah fasad terdapat ornamen yang menyerupai bentuk candi yang kontras dan menarik. Bentuknya menyerupai gunung disebut Kori Agung. Ornamen ini disebut dengan Paduraksa yang digunakan sebagai pembatas dan gerbang penghubung antar kawasan di bangunan khusus.

Orientasi fasad dari Gedung Sate juga dikerjakan dengan penuh kehati-hatian. Hal ini dilakukan dengan mengikuti sumbu poros utara-selatan. Gedung Sate dibangun menghadap Gunung Tangkuban Perahu di sebelah utara.

2. Atap

Terdapat 2 bentuk atap yang digunakan Gedung Sate. Pada puncak atap yang menaungi bagian depan dan berbentuk perisai, terdapat ornamen ciri khas Hindu, Budha, dan India.

Sedangkan atap yang paling tinggi dan menonjol dengan gaya atap pura/tumpang seperti meru di Bali atau Pagoda di Thailand. Pada puncak atap juga terdapat ikon yang terkenal yaitu tusuk sate dengan 6 buah ornamen yang melambangkan 6 juta gulden (jumlah biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sate). Karena inilah maka gedung tersebut dinamakan Gedung Sate.

3. Jendela

Tema yang diambil untuk jendela Gedung Sate adalah tema Moor Spanyol. Jendela ini berbentuk seperti busur yang terbuat dari material bata plester yang condong ke arah luar dan dilengkapi dengan kaca berkusen kayu pada bagian dalamnya. Bata plester diukur secara sederhana mengikuti bentuk busur jendela tersebut.

Pada bagian atas jendela mengandung gaya arsitektur Hindu-Budha yang menyerupai Gupta dengan ukiran yang lebih sederhana.

Penjelasan di atas adalah sejarah dan ornamen yang dimiliki oleh Gedung Sate. Apakah detikers sudah pernah mengunjungi Gedung Sate?

Simak Video "Ricuh! Batu Beterbangan di Depan Gedung Sate"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia