- Klaster Tema Prioritas Energi di Beasiswa Garuda
- Daftar Kampus Tujuan Tema Prioritas Energi Energi Terbarukan (Solar, Angin, dan Grid) 1. Delft University of Technology (TU Delft) Belanda 2. Tsinghua University, China 3. National Renewable Energy Laboratory (NREL), Amerika Serikat 4. University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia 5. University of Toronto, Kanada Hidrogen dan Sel Bahan Bakar Rumah Tangga (Hosehold Fuel Cell/Solid Oxid Fuel Cell) 1. Technical University of Munich (TUM), Jerman 2. Imperial College London, Inggris 3. Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea Selatan 4. California Institute of Technology (Caltech), Amerika Serikat Riset dan Teknologi Nuklir (Small Modular Reactor dan Micro Modular Reactor) 1. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat 2. Seoul National University (SNU) 3. Australian National University (ANU) 4. Imperial College London, Inggris 5. Tsinghua University, China
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) segera membuka pendaftaran Beasiswa Garuda program sarjana (S1). Beasiswa Garuda memungkinkan putra-putri terbaik bangsa menjalani S1 di perguruan tinggi terbaik dunia.
Beasiswa ini merupakan hasil kerja sama Kemdiktisaintek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Abadi Pendidikan. Penerima atau awardee nantinya bisa mendapatkan komponen dana pendidikan sampai lulus hingga dana pendukung, seperti biaya hidup bulanan.
Ketika mendaftar, calon awardee wajib memilih dua tema prioritas dari 10 pilihan yang telah ditentukan. Kesepuluh tema prioritas ini yaitu, kesehatan; ketahanan pangan; pertahanan; digitalisasi; hilirisasi industri; material dan manufaktur maju; maritim; energi; bisnis dan ekonomi; dan bidang hukum dan kebijakan publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari setiap tema prioritas yang dipilih, pendaftar bisa memilih 3 perguruan tinggi dalam daftar perguruan tinggi yang tertera. Lalu, bagaimana jika detikers ingin memilih tema prioritas energi?
Dikutip dari postingan Instagram Beasiswa Garuda, Minggu (25/10/2026) berikut penjelasannya.
Klaster Tema Prioritas Energi di Beasiswa Garuda
Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber energi terbarukan, seperti surya, angin, dan ombak. Untuk mencapai daulat energi dan transisi energi bersih, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam hal ini.
Dalam tema prioritas energi, Beasiswa Garuda mengklaster keunggulan energi menjadi tiga bagian utama. Ketiga klaster ini, yaitu:
1. Energi terbarukan (solar, angin, dan grid)
2. Hidrogen dan sel bahan bakar rumah tangga (hosehold fuel cell/solid oxid fuel cell)
3. Riset dan teknologi nuklir (small modular reactor dan micro modular reactor).
"Ketiga prioritas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan SDM Indonesia agar berdaulat energi ke depannya," tulis Beasiswa Garuda.
Daftar Kampus Tujuan Tema Prioritas Energi
Berdasarkan ketiga klaster keunggulan energi ini, Beasiswa Garuda menyusun daftar kampus tujuan dan keunggulannya. Meski pendaftaran belum dibuka, peserta bisa memantau daftar ini. Cek!
Energi Terbarukan (Solar, Angin, dan Grid)
1. Delft University of Technology (TU Delft) Belanda
Unggul dalam riset sel surya fotovoltaik (mengubah cahaya matahari langsung menjadi energi listrik) serta efisiensi material semikonduktor surya.
2. Tsinghua University, China
Memimpin pengembangan transmisi daya jaringan cerdas (smart grid) skala nasional.
3. National Renewable Energy Laboratory (NREL), Amerika Serikat
Mempunyai National Renewable Energy Laboratory (NREL) sebagai pelopor invasi sel surya perovskit (sel surya generasi baru dari kristal perovskit) dan kebijakan integrasi energi bersih. Kampus ini merupakan pusat laboratorium riset nasional Amerika Serikat.
4. University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia
Pusat laboratorium energi surya fotovoltaik dunia (pemegang rekor efisiensi sel surya silicon).
5. University of Toronto, Kanada
Memimpin riset inovasi sel surya fotovoltaik berbasis perovskit dan material kuantum untuk efisiensi energi terbarukan tinggi.
Hidrogen dan Sel Bahan Bakar Rumah Tangga (Hosehold Fuel Cell/Solid Oxid Fuel Cell)
1. Technical University of Munich (TUM), Jerman
Sangat kuat dalam termodinamika rekayasa, penyimpanan hidrogen bertekanan, serta Solid Oxide Fuel Cells (SOFC).
2. Imperial College London, Inggris
Rujukan utama dalam pengembangan sel bahan bakar membran penukar proton (Proton Exchange Membrane Fuel Cell/PEMFC).
3. Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea Selatan
Unggul dalam pengembangan material elektroda baru, katalis nonmulia, dan manajemen termal sel bahan bakar mikro.
4. California Institute of Technology (Caltech), Amerika Serikat
Pusat riset Liquid Sunlight Alliance untuk foto-elektrokimia hidrogen.
Riset dan Teknologi Nuklir (Small Modular Reactor dan Micro Modular Reactor)
1. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat
Memiliki fasilitas reaktor riset kampus dan memelopori desain generasi baru Small Modular Reactors (SMR).
2. Seoul National University (SNU)
Terdepan dalam desain reaktor modular SMR, termal hidrolika, dan sistem keselamatan reaktor pasif.
3. Australian National University (ANU)
Pusat riset fisika nuklir terkemuka dan eksperimen fusi plasma physics.
4. Imperial College London, Inggris
Berfokus pada manajemen limbah radioaktif, material struktural reaktor, dan keselamatan nuklir sipil.
5. Tsinghua University, China
Unggul mengoperasikan reaktor komersial berpendingin gas suhu tinggi (High-Temperature Gas-Cooled Reactor / HTR-PM) skala penuh.
Itulah klaster dan daftar kampus tujuan yang bisa dipilih dalam pendaftaran Beasiswa Garuda untuk bidang energi. Apakah salah satunya ada kampus impianmu, detikers?
