Beasiswa DAAD Perpanjang Pendaftaran sampai 23 Oktober, S2-S3 di Jerman

ADVERTISEMENT

Beasiswa DAAD Perpanjang Pendaftaran sampai 23 Oktober, S2-S3 di Jerman

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 21 Okt 2026 15:30 WIB
The german Reichstag with a dedication to the people in the German capital Berlin
Ilustrasi Jerman. Foto: Getty Images/iStockphoto/Achim Schneider / reisezielinfo.
Jakarta -

Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) Indonesia mengumumkan perpanjangan pendaftaran sejumlah program beasiswa DAAD di beberapa negara, termasuk Indonesia. Peminat beasiswa kuliah S2 dan S3 di Jerman bisa mendaftar beasiswa DAAD paling lambat 23 Oktober 2026.

Dikutip dari pengumuman resmi DAAD Indonesia, perpanjangan masa pendaftaran bagi peminat asal Indonesia berlaku pada program master (S2) bidang sains, teknologi, engineering (rekayasa), dan matematika (STEM); program doktoral (S3) di Jerman; serta program Bi-nationally Supervised Doctorates (Cotutelle).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beasiswa S2 di Jerman Bidang STEM

Beasiswa DAAD jenjang S2 bidang STEM menyasar lulusan S1/sederajat dan belum memiliki gelar magister untuk studi pada periode winter 2027/2028 di kampus negeri atau kampus yang diakui pemerintah Jerman yang tanpa tuition fee. Berikut bidang studi yang dapat diambil:

  • Matematika
  • Ilmu komputer
  • Ilmu hayati
  • Rekayasa/teknik
  • Interdisciplinary dengan fokus STEM.

Komponen beasiswa yang ditanggung meliputi:

ADVERTISEMENT
  • Uang beasiswa bulanan 992 euro atau sekitar Rp19,95 juta (kurs 1 euro = Rp 20.120,40)
  • Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan personal liability
  • Travel allowance untuk kedatangan
  • Tunjangan studi tahunan 460 euro atau sekitar Rp 9,25 juta
  • Biaya kursus bahasa online
  • Sesuai ketentuan (tidak untuk semua penerima beasiswa):
    • - Subsidi biaya sewa tempat tinggal per bulan
    • - Tunjangan bulanan bagi keluarga
    • - Subsidi disabilitas/penyakit kronis
    • - Biaya penggantian carbon offset penerbangan.

Beasiswa S3 di Jerman DAAD

Beasiswa doktoral di Jerman ini menyasar lulusan master's degree/diploma, dan juga lulusan S1 pada kondisi tertentu.

Penerima beasiswa dapat didanai untuk melakukan proyek mandiri dengan pengawasan pihak kampus (university teacher atau doctoral supervisor) atau studi di program doktoral terstruktur pada 2027 di kampus negeri atau swasta yang diakui pemerintah Jerman, atau institusi riset nonperguruan tinggi di Jerman.

Beasiswa ini meliputi:

  • Uang beasiswa 1.400 euro atau sekitar Rp 28 juta per bulan
  • Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan personal liability
  • Uang saku perjalanan ke Jerman
  • Tunjangan riset tahunan 460 euro atau sekitar Rp 9,25 juta
  • Biaya kursus bahasa online
  • Tunjangan kursus bahasa dalam masa beasiswa
  • Biaya penggantian tes DaF atau DSH
  • Sesuai ketentuan (tidak untuk semua penerima beasiswa):
    • - Subsidi biaya sewa tempat tinggal per bulan
    • - Tunjangan bulanan bagi keluarga
    • - Subsidi disabilitas/penyakit kronis
    • - Biaya kursus bahasa 2-6 bulan sebelum riset di Jerman.

Bi-nationally Supervised Doctorates

Beasiswa ini memungkinkan penerima beasiswa untuk S3 di kampus Indonesia dan Jerman. Berikut komponen beasiswanya:

  • Uang beasiswa 1.400 euro atau sekitar Rp 28 juta per bulan selama tinggal di Jerman
  • Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan personal liability
  • Uang saku maksimal 3 kali PP
  • Tunjangan riset 460 euro atau sekitar Rp 9,25 juta
  • Biaya perjalanan dan akomodasi untuk pembimbing, satu kali, maksimal 10 hari ke Jerman untuk memantau perkembangan studi dan ke kampus di Indonesia untuk ikut dalam sidang akhir.
  • Biaya kursus bahasa online
  • Tunjangan kursus bahasa dalam masa beasiswa
  • Biaya penggantian tes DaF atau DSH
  • Sesuai ketentuan (tidak untuk semua penerima beasiswa):
    • - Subsidi biaya sewa tempat tinggal per bulan
    • - Tunjangan bulanan bagi keluarga
    • - Subsidi disabilitas/penyakit kronis
    • - Biaya kursus bahasa 2-6 bulan sebelum riset di Jerman.

Bagi pendaftar beasiswa periode selanjutnya, DAAD mengingatkan untuk menghindari pendaftaran pada akhir periode agar tidak mengalami galat (error) atau masalah teknis lainnya. Persyaratan dan ketentuan masing-masing jenis beasiswa kuliah di Jerman ini bisa diakses di https://www.daad-indonesia.org/.



(twu/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads