Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun ini kembali mengadakan Program Jabar Sakola (PJS). Program ini bertujuan untuk menekan angka putus sekolah anak di Jawa Barat.
Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim bantuan ini adalah transformasi dari program beasiswa pendidikan sebelumnya. Data penerima beasiswa nantinya diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (9/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Utama Diadakan Program Jabar Sakola
Program ini diperlukan dan diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena:
- Besarnya Kelompok yang Membutuhkan Dukungan
Data DTSEN menjadi basis untuk mengidentifikasi kondisi kesejahteraan peserta didik, khususnya kelompok desil yang menjadi prioritas program.
- Mengisi Ruang yang Belum Terjangkau Bantuan
PJS Personal dan PJS Operasional diarahkan kepada peserta didik sesuai kriteria program yang belum menerima PIP dan PKH sehingga dukungan dapat menjangkau kelompok yang belum tercakup kedua program tersebut.
- Intervensi Disesuaikan dengan Kebutuhan
Jabar Sakola tidak menggunakan satu skema untuk seluruh peserta didik. Dukungan dibedakan sesuai karakteristik penerima manfaat melalui PJS Personal, PJS Operasional, PJS SSK, PJS Mitra Industri.
4 Skema Bantuan Program Jabar Sakola
Program Jabar Sakola dibedakan menjadi empat skema. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB. Berikut pembagiannya:
1. Program Jabar Sakola Personal
Skema pertama ini ditujukan kepada siswa dari keluarga rentan. Kategori kelompok ini masuk ke dalam desil 1.
Namun, mereka bukanlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau Program Indonesia Pintar (PIP). Tujuan utama skema ini adalah mencegah siswa putus sekolah.
Bantuan nantinya bisa digunakan untuk membeli seragam, buku atau bisa digunakan untuk ongkos transportasi sehari-hari.
2. Program Jabar Sakola Operasional
Jenis skema ini akan memberikan keringanan pembayaran SPP per tahun. Sasaran utamanya adalah siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta yang dikategorikan rentan, yakni masuk ke desil 1 dan 2. Khusus untuk jenjang SLB swasta, program bantuan tidak melihat desil calon penerima.
3. Program Jabar Sakola Sekolah Swasta Kerja Sama
Skema berikutnya ditujukan bagi siswa SMA/SMK swasta. Penerima bantuan ini harus bersekolah di SMA/SMK yang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Pemerintah Jawa Barat.
Bantuan ini akan memberikan dana sumbangan pendidikan (DSP) dan subsidi untuk SPP bulanan. Syarat bisa menerima bantuan ini salah satunya, sekolah harus sudah bekerja sama sejak Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
4. Program Jabar Sakola Mitra Industri
Skema terakhir diperuntukkan bagi siswa yang sekolahnya berada di kawasan SMK Mitra Industri daerah Bekasi. Lewat bantuan ini, siswa akan memperoleh pembiayaan penuh selama tiga tahun sampai lulus.
Tujuan bantuan skema ini adalah untuk mempersiapkan siswa SMK agar cepat terserap dunia kerja usai lulus.
Agar program dapat menyasar kepada penerima yang tepat, Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan meminta seluruh jajaran di 13 KCD untuk melakukan verifikasi berkas yang sesuai dengan lapangan.
"Rekan-rekan di cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data. Ini untuk memastikan bahwa program bantuan tersebut disalurkan secara tepat kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya," tegasnya.
(cyu/pal)
