Wamen Stella Pesan ke Penerima Beasiswa Garuda, Beasiswa adalah Utang Budi

ADVERTISEMENT

Wamen Stella Pesan ke Penerima Beasiswa Garuda, Beasiswa adalah Utang Budi

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 10 Jul 2026 11:15 WIB
Wamendiktisaintek Stella Christie
Wamendiktisaintek Stella Christie. Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Sebanyak 390 penerima Beasiswa Garuda Batch 1 2026 akan menempuh S1 di luar negeri dan di dalam negeri. Kepada para awardee, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan beasiswa negara merupakan utang budi.

Stella mengatakan, pesan ini juga pernah ia utarakan pada masa beasiswa S1 Kemdiktisaintek sebelumnya dan saat kasus penerima beasiswa LPDP DS mencuat. Diketahui, DS mengunggah pos kebahagiaan karena anaknya memperoleh kewarganegaraan asing. Belakangan mengemuka, suami awardee LPDP tersebut (AP) belum memenuhi kewajiban kembali dan mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan studinya dengan beasiswa LPDP.

"Ingatlah saya dulu pernah tahun lalu ya, Pak ya, saya bicara bahwa beasiswa itu adalah utang. Dan saya tetap, walaupun banyak yang sedikit ngomel ya, enggak apa-apa. Enggak apa-apa," ucapnya pada Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 di Grha Diktisaintek, Jakarta, Kamis (9/7/2026), ditulis Jumat (10/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beasiswa itu adalah utang, adik-adik sekalian. Bukan utang uang. Waktu itu pun saya tidak bicara hutang uang, tapi utang budi. Utang budi bukan kepada pemerintah, tetapi utang budi kepada masyarakat Indonesia. Jadi kalau kalian tidak mengembangkan diri kalian dengan sebaik-baiknya, kalian menyia-nyiakan kepercayaan dan kekayaan negara ini," sambungnya.

Kembangkan Diri

Stella menegaskan, beasiswa yang diberikan pemerintah seperti Beasiswa Garuda adalah investasi. Upaya penerima beasiswa untuk mengembangkan diri diharapkan kelak dapat mengangkat negara, baik dari jalur akademik, pemerintahan, hingga kewirausahaan.

ADVERTISEMENT

"Semoga adik-adik sekalian yang mendapatkan beasiswa Garuda juga percaya bahwa investasi yang kita tanamkan kepada kalian itu adalah terutama sekali membangun diri kalian sendiri. Kita tidak minta yang muluk-muluk, tapi kita percaya jika adik-adik mengembangkan potensinya dengan sebaik-baiknya, kalian akan membawa manfaat bagi negara ini," ucapnya.

"Kalian akan menjadi ilmuwan yang paling top, menemukan inovasi baru. Kalian akan menjadi mungkin pengusaha yang yang akan menyumbangkan menciptakan banyak lapangan kerja, pengambil kebijakan kembali ke pemerintahan untuk membuat kebijakan yang berdasarkan data, yang berdasarkan kebijakan yang paling yang paling bisa membawa manfaat bagi Indonesia. Jadi itu tetap, beasiswa adalah utang budi," ucapnya.

Ajakan Berkontribusi untuk Individu di Tanah Air

Sebelumnya, pada kontroversi kasus awardee beasiswa LPDP DS, Stella memandang ada kegagalan pendidikan moral pada tahap awal kehidupan.

"Beasiswa tidak dipahami sebagai amanah, melainkan sekadar fasilitas," kata Stella, dikutip dari detikNews.

Ia menekankan, penting untuk menumbuhkan patriotisme dan berupaya bermanfaat bagi orang-orang di Tanah Air.

"Bagi penerima beasiswa negara, fokuslah bagaimana Anda bisa bermanfaat bagi individu-individu di Indonesia, lebih dari untuk institusi yang abstrak. Fokus pada individu akan membuat Anda bernalar dengan lebih tajam," sambungnya.

Di sisi lain, Stella menilai, pembatasan berlebihan justru berpotensi menumbuhkan sikap sinis. Dalam hal ini, penerima beasiswa menjadi kurang bersyukur kepada negara dan sibuk mencari celah untuk menghindari kewajiban. Sementara itu, ia mengatakan, kontribusi bagi bangsa Indonesia dan rasa syukur pada negara dapat dilakukan dalam beragam bentuk.

Ia mencontohkan, banyak ilmuwan diaspora Indonesia menunjukkan dedikasi kuat untuk berkontribusi bagi bangsa dan membuka peluang ke sesama.

"Contoh-contoh baik ini perlu disorot Prof Vivi Kashim di Tiongkok, Prof Sastia Putri di Jepang, Prof Haryadi di Amerika Serikat dan masih banyak lagi. Semoga kita terbuka bahwasanya memberi kembali kepada negara memiliki banyak bentuk," ungkapnya.



(twu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads