×
Ad

Mendikti Brian Berpesan: Penyaluran Beasiswa Garuda Jangan Terlambat!

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 09 Jul 2026 11:17 WIB
Mendiktisaintek dalam Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 di Grha Diktisaintek, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Trisna Wulandari/detikcom
Jakarta -

Sebanyak 390 pelajar terseleksi menjadi penerima Beasiswa Garuda Batch 1 2026. Sementara itu, para pendaftar Batch 2 tengah menjalani proses seleksi.

Para penerima Beasiswa Garuda akan mendapat pendanaan kuliah S1 di luar negeri maupun S1 joint degree/dual degree di dalam dan luar negeri. Penerima beasiswa juga berkesempatan untuk menjalani magang (internship), termasuk di BUMN, dan akan diakui sebagai kredit di universitas tempat ia studi.

Di hadapan para penerima beasiswa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, perjalanan ke depan tidak akan selalu mulus. Tantangan finansial dan nonfinansial bisa muncul.

Mengantisipasi hal tersebut, ia berpesan agar beasiswa tidak terlambat disalurkan ke mahasiswa.

"Ini perjalanan yang tidak mudah. Memang sering saya cek begitu ya. Ada beasiswa terlambat. Nah ini, Pak Dirjen, beasiswa jangan sampai terlambat. Beasiswa terlambat 1-2 hari, wah sudah rame," ucapnya pada Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 di Grha Diktisaintek, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Ditanya terkait penyaluran Beasiswa Garuda, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemendiktisaintek Ahmad Najib Burhani mengatakan, dana beasiswa dibayarkan oleh Lembaga Pengelola Dana Keuangan (LPDP) Kementerian Keuangan.

"Pembayarannya lewat LPDP. Kita mengadministrasi tentang siswanya dan sebagainya, yang bayarnya LPDP, 'kasirnya' LPDP," ucapnya di sela kegiatan yang sama.

Pesan ke Pelajar Agar Tekun-Hadapi Tantangan

Di sisi lain, Brian juga berpesan agar para penerima beasiswa dapat memegang prinsip perseverance, persistance, dan grit (PPG) dalam menghadapi tantangan ke depan.

"Orang yang PPG ini, dia lebih banyak menyelesaikan masalah daripada mengeluhkan masalah. Dia berjuang terus. Nah, semua keberhasilan itu lahir dari proses yang panjang, tidak ada yang jangka pendek. Kalau jangka pendek biasanya berhasil, tapi nanti jatuh lagi. Jadi, ini saya titip ya ke adik-adik. Anda harus punya karakter ini," ucapnya.

Brian juga mendukung agar para pelajar meneruskan pendidikan tinggi dan mengejar beasiswa di luar negeri.

Berkaca pada pengalamannya semasa kuliah, Brian menuturkan ia juga mencari beasiswa secara mandiri untuk dapat kuliah di Jepang dan mencari tambahan dana bulanan dengan bekerja sambilan sebagai petugas kebersihan di kereta.

Kendati demikian, perlu digarisbawahi, penerima Beasiswa Garuda dikenakan ketentuan untuk tidak bekerja selama masa studi, kecuali atas persetujuan Beasiswa Garuda.

"Nanti Anda dapat beasiswa, S1 selesai, jangan nuntut lagi, 'Bangsa Indonesia, mana beasiswa S2' Jangan. Ada sudah keluar negeri, cari beasiswa di sana. Ada profesornya bagus, dekatin dia. Minta beasiswa dari profesornya. Jadi, memang ini sesuatu yang sangat tidak mudah, tetapi saya yakin ini bisa dilakukan," tuturnya.



Simak Video "Video: Aturan Dilonggarkan, Penerima Beasiswa Garuda Bisa Tunda Pulang ke RI"

(twu/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork