Beasiswa Garuda Gelombang II Buka sampai 25 Juni, S1 Gratis Plus Biaya Hidup

ADVERTISEMENT

Beasiswa Garuda Gelombang II Buka sampai 25 Juni, S1 Gratis Plus Biaya Hidup

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 10 Jun 2026 09:01 WIB
Pendaftaran Beasiswa Garuda Dibuka. Cek ketentuan lengkapnya!
Foto: Tangkapan Layar/Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek
Jakarta -

Pendaftaran Beasiswa Garuda Gelombang II masih dibuka sampai 25 Juni 2026. Penerima beasiswa akan dibiayai untuk kuliah jenjang sarjana, lengkap dengan dukungan biaya hidup.

Dikutip dari laman Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek, beasiswa ini bagian dari upaya pengembangan ekosistem sains dan teknologi di dalam negeri. Penerima beasiswa bisa kuliah di bidang kesehatan, energi, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi industri, material dan manufaktur maju, hukum dan kebijakan publik, atau bisnis dan ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa Kuliah di Luar Negeri

Pendaftar Beasiswa Garuda bisa memilih 3 perguruan tinggi daftar perguruan
tinggi yang telah ditentukan oleh
Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek). Adapun pilihan yang dibolehkan yaitu:

  • 1 perguruan tinggi di Amerika atau Kanada
  • 1 perguruan tinggi di Eropa
  • 1 perguruan tinggi di Australia
  • 1 perguruan tinggi di Asia
  • 2 perguruan tinggi dalam negeri program joint degree atau double degree.

ADVERTISEMENT

Komponen Beasiswa Garuda Gelombang II


Awardee Beasiswa Garuda Gelombang II akan mendapatkan pendanaan untuk biaya SPP atau tuition fee, biaya pendaftaran, dan biaya tunjangan buku. Ada juga dana pendukung seperti:

  • Biaya transportasi
  • Biaya aplikasi visa
  • Biaya asuransi kesehatan
  • Biaya kedatangan
  • Biaya hidup bulanan
  • Biaya force majeure (keadaan darurat)

Jadwal Beasiswa Garuda Gelombang II

  • Pembukaan: 25 Mei - 25 Juni 2026
  • Seleksi administrasi: 25 Juni - 10 Juli 2026
  • Tes Bakat Skolastik: 15-30 Juli 2026
  • Pengumuman: 5 Agustus 2026

Wawancara Penempatan

Perlu diketahui, ada wawancara penempatan yang akan digelar setelah pengumuman penetapan penerima Program Beasiswa Garuda Sarjana. Wawancara daring ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam menentukan tujuan perguruan tinggi dan
prodi, dikutip dari panduan resminya.

Jika tidak ikut wawancara penempatan, peserta akan dinyatakan gugur sebagai penerima Beasiswa Garuda Sarjana. Sementara itu, jika ditemukan ketidaktepatan antara hasil seleksi administrasi dan hasil Tes Bakat Skolastik (TBS) dengan wawancara,
maka tim seleksi wawancara dapat mengubah perguruan tinggi dan prodi tujuan penerima beasiswa.

Untuk memaksimalkan hasil wawancara penempatan, Ditjen Saintek juga bisa menempatkan penerima beasiswa pada perguruan tinggi yang berkerja sama dengan Kemdiktisaintek.

Sebagai catatan, pendaftaran dan keberangkatan studi pada perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri adalah untuk intake studi 2026/2027, dan dapat ditunda maksimal 1 tahun sejak ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Garuda Sarjana.

Dokumen Pendaftaran Beasiswa Garuda Gelombang II

Bagi yang berminat mendaftar, siapkan segera dokumen pendaftarannya. Berikut di antaranya:

  • Biodata diri
  • KTP, KIA, atau paspor
  • Sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dan masih berlaku:
    • - Bagi pendaftar kampus LN:
      • IELTS minimal 6.5, masing-masing band minimal 6.0
      • TOEFL IBT minimal 80
      • PTE Academic minimal 58
    • - Bagi pendaftar kampus dalam negeri:
      • IELTS minimal 6.0
      • TOEFL ITP minimal 500
      • TOEFL IBT minimal 61
      • PTE Academic minimal 50
  • Sertifikat kemampuan bahasa asing selain bahasa Inggris yang diakui PBB, bagi pendaftar perguruan tinggi luar negeri, seperti:
    • bahasa Prancis minimal B2
    • bahasa Spanyol minimal B1
    • bahasa China minimal HSK 4, poin 180
    • bahasa Jepang minimal N3
    • bahasa Jerman minimal C1
  • Bagi pendaftar penyandang disabilitas:
    • - Surat keterangan disabilitas dari RS pemerintah atau puskesmas
    • - Surat persetujuan orang tua/wali dengan meterai Rp 10 ribu sesuai format di panduan
  • Surat keterangan jasmani dan rohani yang meliputi pemeriksaan buta warna oleh dokter spesialis mata dan bebas catat/tuna dari faskes pemerintah
  • Surat keterangan bebas narkoba dari unit kesehatan pemerintah atau badan/lembaga pengujian zat narkoba yang berwenang
  • Sertifikat Scholastic Assesment Test (SAT) dengan skor minimal 1.170; jika tidak punya atau skor belum cukup, ikuti Tes Bakat Skolastik yang akan digelar Kemdiktisaintek.
  • Bukti prestasi, seperti:
    • - Sertifikat prestasi 3 tahun terakhir, gabung jadi 1 dokumen PDF jika lebih dari 1
    • - Pengalaman keanggotaan OSIS sebagai ketua, dibuktikan dengan surat keputusan kepala sekolah.
  • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional sesuai daftar perguruan tinggi dan prodi yang ditetapkan, gabung jadi 1 dokumen jika lebih dari 1
  • Personal statement (pada form online)
  • Hasil scan nilai rapor semester 1-5, gabung dalam 1 file PDF
  • Surat keterangan eligibilitas SNBP dari kepala sekolah dengan nilai rapor semester 1-5 seluruh siswa 1 angkatan di sekolah pendaftar
  • Surat rekomendasi dari kepala sekolah, atau dari atase pendidikan sesuai wilayah kerja jika berasal dari sekolah luar negeri
  • Sertifikat nilai tes IQ terbitan lembaga psikologi terapan di perguruan tinggi terakreditasi minimal Baik Sekali, skor minimal 110, hasil tes paling lama dari 2 tahun sejak hari terakhir tutup pendaftaran beasiswa
  • Dokumen pendukung, seperti:
    • - Hasil scan kartu PIP, KJP, atau bansos lainnya yang masih berlaku dan terdaftar pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), gabung jadi 1 PDF jika lebih dari 1
    • - Bukti penghasilan orang tua berupa skip gaji atau surat keterangan penghasilan
    • - Hasil scan rekening koran atau mutasi tabungan orang tua dalam 3 bulan terakhir, gabung jadi 1 dokumen PDF
    • - Dokumen bukti bayar tagihan rekening listrik 3 bulan terakhir

Selengkapnya mengenai persyaratan dan cara daftar Beasiswa Garuda Gelombang II bisa dicek di https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id/ atau buku panduan resminya, unduh dengan klik DI SINI.

Halaman 2 dari 3
(twu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads