Rangkaian pendaftaran beasiswa LPDP 2026 telah dimulai. Namun ada yang berbeda dengan pendaftaran tahun ini.
Mulai 2026, pemerintah membagi beasiswa regulerLPDP dengan skema beasiswa beasiswa STEM Industri Strategis dan SHARE.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua beasiswa ini berfokus pada bidang-bidang studi tertentu pada rumpun sains dan sosial. Apa saja bidang studi yang dimaksud?
Tentang Beasiswa STEM dan SHARE
1. Beasiswa STEM
Menurut laman resmi LPDP, Beasiswa STEM akan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul di industri strategis bidang kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju, manufaktur, energi, maritim, serta sektor terkait.
Beasiswa STEM dibuka untuk program S2 single degree atau double degree dengan durasi pendanaan dua tahun. Kemudian untuk program S3 juga single degree atau double degree dengan pendanaan selama empat tahun.
Pendaftar yang sudah memiliki LoA dapat memilih satu prodi dan kampus tujuan yang sudah menerimanya. Sementara yang belum memiliki LoA dapat memilih maksimal tiga prodi dan kampus.
Skema pendanaan terdiri dari penuh dan parsial. Skema pendanaan penuh ditangguh sepenuhnya oleh pemerintah, sedangkan skema parsial setengahnya ditanggung oleh individu.
2. Beasiswa SHARE
Beasiswa Social, Humanities, Art for People, Religious Study, Economics (SHARE) merupakan program beasiswa dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang sosial, budaya, humaniora, keagamaan, ekonomi, pendidikan, dan bidang lainnya.
Serupa dengan Beasiswa STEM, Beasiswa SHARE dibuka untuk single atau double degree dengan program Magister dengan durasi studi paling lama 24 bulan, program Doktor dengan durasi studi maksimal 48 bulan.
Prabowo Dorong PorsiLPDP Diperbanyak Bidang STEM
Presiden Prabowo Subianto juga mendorong agar alokasi beasiswa LPDP lebih banyak difokuskan ke jurusan-jurusan STEM. Ia berharap porsi beasiswa LPDP untuk bidang tersebut bisa di atas 80 persen seiring dengan upaya pemerintah untuk mengatasi ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan STEM.
"Termasuk tadi juga beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap di atas 80 persen," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi dalam detikNews pada Kamis (15/1/2026). lalu.
"Karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," lanjutnya.
(nir/pal)











































