Sosok Allegra yang Tembus Beasiswa Bergengsi Inggris Lewat Esai

Sosok Allegra yang Tembus Beasiswa Bergengsi Inggris Lewat Esai

Tim Detikcom - detikEdu
Senin, 28 Nov 2022 18:30 WIB
Allegra Putri Kartika salah satu awardee Chevening Scholarship 2022
Allegra Putri Kartika salah satu awardee Chevening Scholarship 2022 Foto: dok. Pri
Jakarta -

Jatuh sekali bangkit dua kali. Sikap tak mudah menyerah dan kecewa membuat perempuan muda ini mampu meraih salah satu beasiswa paling prestisius dan kompetitif Chevening Scholarship.

Perkenalkan Allegra Putri Kartika, sosok anak muda yang lahir di Bekasi, Jawa Barat 26 tahun. Kegagalan saat mencoba mendaftar Chevening Scholarship pada 2020 lalu tak membuatnya patah arang dan tenggelam dalam kekecewaan.

Perempuan yang akrab disapa Allegra itu belajar banyak dari kegagalannya. Dua tahun kemudian, dirinya membuktikan mampu menggaet beasiswa dari pemerintah Inggris tersebut untuk kuliah jenjang master atau S2.


Baru dua bulan lalu Allegra tiba di London, Inggris melanjutkan studinya di University College London (UCL). UCL merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Inggris dan bahkan di dunia.

Kampus yang berusia 2 abad itu menempati peringkat ke-22 dunia dan terbaik ke-4 di United Kingdom versi World University Rankings dari Times Higher Education 2023. Adapun Quacquarelli Symonds (QS) menempatkan UCL di nomor 8 dunia.

"Saya ambil jurusan Educational Planning, Economics, and International Development. Jurusan ini sesuai dengan minat saya," ujar Allegra dalam percakapan dengan detikEdu beberapa waktu lalu.

Misi Besar di Dunia Pendidikan

Pendidikan sangat menarik perhatian Allegra. Itu pula yang membuatnya mendirikan sebuah lembaga konsultan pendidikan Yes Study Education Group Inc. bersama dua kawannya saat masih studi S1 jurusan Marketing di York University, Toronto, Kanada.

Ia mengaku awalnya tak punya pemikiran akan berkecimpung di dunia pendidikan dan mendirikan lembaga konsultan pendidikan luar negeri itu. "Sebagai mahasiswa internasional, pengennya sih punya pengalaman kerja di perusahaan ternama dan terbaik di sana,"ujarnya.

Namun kemudian seiring berjalannya waktu, Allegra bertemu dengan teman-teman kuliah dari berbagai negara seperti Vietnam dan Taiwan yang ternyata memiliki pemikiran serupa dengan dirinya.

"Kami punya visi membimbing generasi di bawah kami untuk meraih cita-cita studi di luar negeri. Dari situ muncul keyakinan masuk ke bidang pendidikan untuk membantu yang juga punya cita-cita sama dengan aku," ujarnya.

Ia menyambung, "Dengan lembaga konsultan pendidikan, saya bisa share pengalaman agar mereka bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar."

Lulus dari York University pada 2017, Allegra akhirnya memilih kembali ke Indonesia dan membesarkan Yes Study di Indonesia sebagai Regional Managing Director. Saat ini Yes Study memiliki cabang di Kanada, Vietnam, Thailand, Filipina, Brasil, dan Indonesia.

Ia percaya, kemampuan lembaga konsultan pendidikan tersebut bisa bertahan, bahkan bertumbuh di beberapa negara, sebagai buah dari membangun hubungan dan jaringan yang kuat.

"Perusahaan ini mampu bertahan di tengah keterpurukan ekonomi akibat Covid-19 ini berkat networking yang sukses saya kembangkan dengan pikiran terbuka dan dedikasi yang kuat," ujarnya.

Kesibukannya mengelola bisnis tak memadamkan semangatnya untuk melanjutkan studi S2.

Pada 2020, ia mencoba mengajukan permohonan Chevening Scholarship. Hanya saja, saat itu permohonan tersebut tidak dikabulkan. "Saya kurang rinci saat membuat esai yang disyaratkan," ujarnya.

Tahun berikutnya ia mencoba lagi, tetapi terkendala wabah pandemi COVID-19. Padahal, ia telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari UCL. Sembari menunggu, Allegra mengambil S2 pada Strategic Marketing Executive Program di School of Business & Management, ITB dan berhasil meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada Juli 2022 lalu.

Allegra Putri Kartika awardee Chevening Scholarship yang berkuliah di salah satu kampus terbaik dunia University College London (UCL)Allegra Putri Kartika awardee Chevening Scholarship yang berkuliah di salah satu kampus terbaik dunia University College London (UCL) Foto: dok. Pri

Allegra pun menuturkan, jurusan Educational Planning, Economics, and International Development UCL dipilihnya karena ingin mengejar ambisi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Menurut QS World University Rankings by Subject, jurusan pendidikan UCL merupakan nomor satu di dunia mulai 2014-2022.

"Saya ingin membenahi agar sistem pendidikan nasional yang lebih bermartabat dan bermutu. Pendidikan itu harus jadi modal utama bagi generasi muda mendatang untuk menghadapi persaingan global dan krisis yang menghantui dunia," ujarnya.

Ia pun menyadari masih kekurangan pengalaman untuk melakukan apa yang diperlukan. Karena itu, belajar soal pendidikan di UCL sebagai salah satu kampus terbaik di dunia baginya akan mengembangkan pemahaman yang komprehensif dalam skala internasional tentang dampak dari berbagai kebijakan yang diterapkan oleh berbagai negara.

"Saya orang muda dan saya belajar soal pendidikan di kampus terbaik di dunia dalam bidang pendidikan. Jadi, saya akan manfaatkan ilmu yang saya dapat untuk saya implementasikan, disesuaikan dengan kondisi bangsa Indonesia yang berdasarkan prinsip-prinsip utama Pancasila," katanya.

Ia menyambung, "Jurusan di UCL ini juga pilihan terbaik karena akan memberi saya pengetahuan, keterampilan, dan yang paling penting jaringan yang relevan untuk mengidentifikasi interkoneksi antara masyarakat dan ekonomi. Juga, implikasinya terhadap perencanaan pendidikan, sambil menerapkan prinsip-prinsip ekonomi pada isu-isu perencanaan pendidikan dalam konteks berpenghasilan rendah dan menengah."

Lolos Chevening Scholarship Berkat Esai

Berbekal pengalaman berharga berupa kegagalan, Allegra kembali mencoba melamar Chevening Scholarship untuk tahun 2022.

Allegra mengungkapkan, Chevening merupakan salah satu beasiswa yang mencari calon pemimpin masa depan. Karena itu, rangkaian seleksi beasiswa ini akan menanyakan seputar sikap kepemimpinan yang ada pada pelamar, membangun jaringan profesional, serta rencana karier masa depan setelah lulus S2.

Lebih lanjut, salah satu kunci untuk bisa menembus beasiswa Chevening menurut Allegra yakni para pelamar harus bisa membuat esai yang menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dengan lugas, detail, dan realistis.

"Tipsnya, para pelamar harus bisa membuat esai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan detail dan realistis. Kamu juga sudah harus punya tujuan jangka panjang setelah lulus nantinya," ujarnya Southeast Asia Coordinator - Generation Global pada Tony Blair Institute for Global Change itu.

Contohnya, untuk pertanyaan rencana karier setelah lulus dari UCL dan kembali ke tanah air, Allegara mengungkapkan, dia akan tetap mengembangkan lembaga konsultan pendidikan dan berkontribusi untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia dengan mengambil bagian dalam politik.

"Saya memang tidak alergi politik atau parpol. Menurut saya, dengan masuk dalam badan pemerintahan, saya bisa fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar lebih kompetitif dengan negara maju. Semua itu saya ungkapkan dalam esai," ujarnya.

Allegra juga mengungkapkan, setelah esai tersebut selesai, perlu juga meminta pendapat atau tinjauan dari alumnus beasiswa. "Tentunya mereka ini punya pengalaman lebih dulu lolos dan bisa kita minta untuk melakukan review essay yang sudah kita buat," katanya.



Simak Video "Syarat Lengkap Beasiswa Chevening untuk Kuliah S2 di Inggris Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia