Syarat Meraih Beasiswa di China, Ini Hal yang Harus Diketahui

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 24 Mei 2022 11:00 WIB
Ilustrasi Bangunan China
ilustrasi negara China. Foto: (dok. Unsplash)
Jakarta -

Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, merupakan salah satu pepatah yang sering didengar masyarakat Indonesia. China sendiri merupakan negara dengan jumlah peminat beasiswa cukup banyak.

Menurut penerima beasiswa di China tepatnya Changchun University, Erlina Anggaraini, setiap tahunnya tercatat sekitar 15,7 ribu mahasiswa mendaftar beasiswa ke negeri Tirai Bambu tersebut. Erlina juga menjelaskan melanjutkan studi di China merupakan impian sebagian besar mahasiswa Indonesia.

Hal itu dikarenakan ada beberapa aspek yang mendasari seperti kualitas pendidikan, teknologi, dan pengaruhnya terhadap perekonomian dunia. Ada juga bahasa Mandarin yang dijadikan sebagai bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris menjadi alasan yang kuat.

China juga menawarkan enam beasiswa yang dapat diakses masyarakat dunia. Keenam beasiswa tersebut yaitu Chinese Government Scholarship (CGS), Local Government Scholarship, Confucius Institute Scholarship, Chinese University Scholarship, ASEAN University Scholarship (AUN), ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS), MOFCOM Scholarship, serta Belt and Road Scholarship.

Beasiswa di China mencakup beassiswa pengajar, beasiswa kerja sama antar universitas, dan beasiswa mandiri.

Perkuliahan di China juga diajarkan menggunakan bahasa Inggris jika belum mahir menggunakan bahasa Mandarin.

Syarat yang Harus Dipenuhi

Erlina menjelaskan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pelamar untuk mendapatkan beasiswa di China. Persyaratannya yaitu:

1. Bukan warga negara China

2. Sehat secara jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan medical check up

3. Maksimal usia yaitu 25 tahun untuk jenjang pelamar S1, 35 tahun untuk jenjang S2, dan 40 tahun untuk jenjang S3

"Batasan usia maksimal tadi tidak selalu sama, tergantung dari masing-masing program beasiswa yang akan diambil nanti," ujar Elina yang dikutip dari laman Universitas Negeri Surabaya.

Selain itu juga ada persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk meraih beasiswa yaitu:

1. Tekad yang kuat

2. Belajar bahasa Mandarin

3. Membaca baik-baik persyaratan dan ketentuan yang ada

4. Membuat target

5. Menentukan strategi dalam memenuhi target. Misalnya yaitu mendalami bahasa Mandarin selama beberapa bulan atau semester. Lalu memenuhi syarat-syarat lainnya dalam waktu tertentu.

Tantangan Berkuliah di China

Dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri Ardhi Mardiyanto bercerita selama berkuliah di China tantangannya yaitu melawan rasa malas. Ia menjelaskan agar penerima beasiswa tetap konsisten menjaga dan merawat motivasi untuk tetap disiplin dan tekun belajar.

Lebih lanjut kandidat Magister di Shanghai University Aprilyan Putra Bimantoro juga menceritakan pengalaman studinya di China.

"Kita tidak akan pernah tau dan bisa kalau tidak belajar. Dulu saya merasakan susahnya hidup di China yang pertama kali karena belum bisa bahasa Mandarin," ujar Aprilyan.

Ada langkah-langkah yang harus diperhatikan saat mendaftar beasiswa di China. Hal itu yaitu dimulai dari tanggal pembukaan beasiswa, menyiapkan dokumen dan mendaftarkan diri ke website, hingga cara pengurusan dokumen akhir untuk terbang ke China.

"Berdiam diri, stagnan, dan menetap di tempat mukim sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka yang berakal dan beradab. Maka berkelanalah dan tinggalkan negerimu (untuk belajar dan menuntut ilmu)," ujar Aprilyan.



Simak Video "Biar Awet! Ini Cara Merawat Motor Matik di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia