Alumni Sipil UNS Peduli Salurkan Beasiswa Rp 4,7 M, Selamatkan Ratusan Mahasiswa

Kristina - detikEdu
Selasa, 07 Sep 2021 20:30 WIB
Sofa Marwoto Penggagas Yayasan Alumni Peduli Teknik Sipil UNS
Ir. Sofa Marwoto penggagas dan pendiri Yayasan Alumni Peduli UNS (Foto: dok. Teknik Sipil UNS)
Jakarta -
Alumni Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 2015 lalu mendirikan Yayasan Alumni Peduli Almamater (Alped). Melalui wadah ini para alumni menggalang donasi untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu. Hingga kini, sudah ada 350 mahasiswa Sipil yang menerima beasiswa Alped.

Sofa Marwoto, penggagas Alped, kepada detikEDU mengatakan, gerakan Alumni Peduli ini muncul sejak 2014. Ketika itu, sebelum menjadi sebuah yayasan, awalnya Alped hanya sebuah gerakan peduli mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial, khususnya mahasiswa program D3. Gerakan tersebut digagas pada bulan April 2014.

Satu tahun kemudian tepatnya 2015, Sofa Marwoto bersama sejumlah alumni Teknik Sipil UNS, antara lain Budi Harto, -kini Direktur Utama PT Hutama Karya- dan Santosa juga beberapa donatur sepakat mendirikan Yayasan Alumni Peduli Almamater atau Alped.

Alumni Teknik Sipil UNS sepakat bahwa Yayasan Alumni Peduli Almamater sifatnya independen dan bergerak untuk memberikan bantuan finansial kepada mahasiswa Teknik Sipil UNS yang kurang beruntung dari sisi finansial.

"Gerakan Alped didirikan tahun 2014 bulan April. Kemudian banyak mahasiswa yang kesulitan terutama finansial. Itu terutama D3," cerita Sofa kepada detikEdu, Selasa (7/9/2021).

"Kemudian setelah setahun berjalan ternyata perkembangannya sangat cepat, responsnya sangat luar biasa. Akhirnya saya bersama Pak Budi Harto dan Pak Santosa, saya ketemu beliau, akhirnya kita sepakat untuk membentuk yayasan," tambahnya.

Yayasan Alped akhirnya resmi terbentuk pada November 2015 dengan visi terciptanya entitas alumni Sipil UNS yang menyatu dengan almamater. Alped juga mengusung misi untuk mewujudkan kepedulian alumni dengan membantu kelancaran proses belajar para mahasiswa agar luaran yang dihasilkan lebih berkualitas.

"Jadi kalau Alped itu memang visinya tentu saja membangun suatu komunitas alumni teknik sipil yang kuat yang berguna dan menyatu dengan almamater," terang Sofa.

Selama tujuh tahun berdiri, Alped telah berhasil menggalang dana dari alumni sebesar Rp 6,4 miliar dengan dana yang telah tersalurkan sebanyak Rp 4,7 miliar. Bantuan pendidikan tersebut diberikan kepada 350 mahasiswa Teknik Sipil UNS.

Dari 350 penerima beasiswa Alped, sebanyak 200 mahasiswa telah menamatkan studinya dan 100 di antaranya telah tergabung sebagai donatur Alped. Seperti diketahui, Alped bergerak dari alumni Teknik Sipil UNS untuk mahasiswa Teknik Sipil UNS.

Sofa mengatakan, mahasiswa penerima bantuan studi adalah mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan finansial untuk membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT) tiap semester. Bantuan ini diberikan hingga mahasiswa yang bersangkutan lulus.

"Kita tiap semester beri 50 sampai 70 mahasiswa dengan nominal rata-rata Rp 4 sampai Rp 5 juta. Kemudian jika diperlukan akan ditambah, beberapa mahasiswa yang kondisinya memprihatinkan kita tambahi living cost Rp 700 ribu per bulan," terangnya.

Sistem pengajuan beasiswa Alped sendiri terhitung mudah. Pembukaan beasiswa akan diumumkan melalui Prodi atau media sosial sekitar 2 bulan sebelum batas akhir pembayaran UKT. Kemudian, mahasiswa dapat mendaftarkan diri dan menunggu panggilan wawancara.

Mahasiswa penerima Bidikmisi maupun KIP Kuliah juga bisa mengajukan pendaftaran. "Untuk bidikmisi dan KIP itu boleh ndobel tapi kalau dari luar, dari Pertamina itu nggak boleh ndobel. Itu hanya sekadar tambahan uang saku," terang Sofa.

Mahasiswa yang dinyatakan layak menerima beasiswa akan menandatangani surat perjanjian untuk membantu mahasiswa Sipil lainnya kelak ketika dia lulus kuliah. "Intinya setelah lulus gantian membantu adiknya," jelas Sofa.

Sofa berharap, masyarakat yang ingin melanjutkan studi di Teknik Sipil UNS tidak perlu khawatir dengan biaya kuliah.

"Dengan Alped kita harapkan masyarakat tidak perlu takut untuk kuliah di Sipil, kalau memang miskin i promise to help (re: saya berjanji untuk membantunya)," tegas alumni Sipil UNS tersebut.

Simak Video "Sandiaga Bagikan 1.000 Beasiswa untuk Anak Pedagang Kecil"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia