Perairan Batu Bolong di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan salah satu lokasi penyelaman (dive site) favorit wisatawan dari berbagai negara. Selain menawarkan keindahan terumbu karang, perairan ini juga menjadi habitat beragam biota laut, mulai dari hiu karang hingga penyu.
"Perairan Batu Bolong di Taman Nasional Komodo merupakan salah satu dive site kelas dunia yang selalu masuk dalam daftar lokasi penyelaman terbaik di Indonesia bahkan internasional," kata penanggung jawab divisi marrine Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Ande Kefi, Minggu (25/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kefi mengatakan terdapat batu karang di perairan tersebut. Batu karang itu menjulang dari dasar laut dalam hingga puncaknya muncul sedikit ke permukaan laut. Batu karang yang muncul di permukaan itu disebut Batu Bolong.
Perairan Batu Bolong menawarkan sejumlah daya tarik bagi penyelam. Kefi menyebut ada pemandangan seperti 'akuarium bawah laut' di perairan Batu Bolong yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
"Aquarium bawah laut yang utuh dan melimpah. Dinding dan lereng batu diselimuti terumbu karang keras dan lembut yang sangat sehat (pristine coral garden) berwarna jingga dan keemasan," jelas Kefi.
Daya tarik lainnya adalah biota laut pelagis dan predator besar. Perairan Batu Bolong, jelas Kefi, menjadi tempat berkumpulnya berbagai spesies predator besar seperti hiu karang (whitetip, blacktip, grey reef shark), Giant Trevally (kuwe gerong), Napoleon Wrasse, ikan Tuna (Dogtooth tuna), dan Barracuda.
Perairan Batu Bolong juga menawarkan keanekaragaman fauna. Sering terlihat penyu (penyu hijau dan sisik), pari manta, sekolah jutaan ikan kecil (Anthias, Fusiliers), hingga hewan makro seperti pygmy seahorses dan nudibranch di perairan tersebut.
Tak kalah menarik adalah pemandangan atas laut. Kefi menjelaskan air laut di sekitar Batu Bolong ini sangat jernih dan biru. "Penyelam atau pengunjung kadang dapat melihat lumba-lumba berenang di permukaan perairan," ujar dia.
Tips Diving di Batu Bolong
Perairan Batu Bolong di TN Komodo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (22/10/2026) (Dok. Istimewa) |
Perairan Batu Bolong berada di selat strategis dengan arus laut yang sangat kuat. Sering kali membentuk pusaran air (whirlpools / washing machine effect). Memperhatikan karakteristik perairan Batu Bolong, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan penyelam. Salah satunya pengalaman penyelam.
"Tingkat pengalaman penyelam. Sangat disarankan bagi penyelam berpengalaman (advanced/experienced divers)," ujar Kefi.
Waktu penyelaman juga perlu diperhatikan. Penyelaman biasanya dijadwalkan saat slack tide, yakni periode ketika arus pasang surut relatif melemah, untuk mengurangi dampak arus deras.
Selain itu, penyelam perlu mengikuti arahan pemandu selam, termasuk memilih sisi batu yang terlindung dari arus atau protected side.
"Selalu ikuti pengarahan dive guide. Penyelam akan turun di sisi batu yang terlindung dari arus (protected side) dan tidak boleh melampaui batas garis arus (current line)," tegas Kefi.
Kemampuan mengontrol daya apung atau buoyancy juga menjadi hal penting. Dengan kontrol yang baik, penyelam dapat menjaga kedalaman, mengurangi risiko terseret arus ke perairan terbuka, serta menghindari kerusakan terumbu karang.
Kefi turut menyarankan penyelam menyiapkan peralatan tambahan sesuai kebutuhan, seperti Surface Marker Buoy (SMB) dan reef hook.
"Membawa Surface Marker Buoy (SMB) serta reef hook bila diperlukan," kata dia.
Asal Usul Nama 'Batu Bolong'
Nama 'Batu Bolong' diambil dari formasi batu karang kecil yang tampak di atas permukaan laut. Batu ini memiliki lubang (bolong) di bagian tengahnya. Lubang ini, jela Kefi, terbentuk secara alami akibat erosi dan terpaan ombak laut secara terus-menerus.
"Di bawah permukaan air, batu kecil ini sebenarnya merupakan pilar atau puncak gunung laut (pinnacle/sea mount) raksasa yang dikelilingi dinding-dinding karang melandai hingga kedalaman puluhan meter," terang Kefi.
(nor/nor)
