detikBali
Melali

Wisata Petik Semangka di Desa Sanur Kauh

Terpopuler Koleksi Pilihan
Melali

Wisata Petik Semangka di Desa Sanur Kauh


Gangsar Parikesit - detikBali

Sejumlah pengunjung mengikuti wisata petik semangka di Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026). Pengunjung bisa memetik semangka dan membayar kepada petani di kebun.
Sejumlah pengunjung mengikuti wisata petik semangka di Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026). Pengunjung bisa memetik semangka dan membayar kepada petani di kebun. Foto: Gangsar Parikesit/detikBali
Denpasar -

Samiyo memilih-milih semangka dari pohonnya di sebuah kebun di Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali. Ia lalu memanggil petani yang mengolah kebun tersebut untuk memastikan kematangan buah yang diinginkannya. "Saya metik enam semangka," tuturnya kepada detikBali, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Samiyo memetik enam semangka karena akan membagikan buah bernama latin Citrullus lanatus itu kepada teman kantornya. Warga Denpasar itu mengetahui wisata petik semangka dari media sosial.

Samiyo mendapatkan kepuasan saat memetik semangka dari pohonnya. Hal itu tidak ia rasakan saat membeli semangka di pedagang. "Ada kepuasan, pilih dan petik semangka sendiri, serta mendapatkan harga buahnya langsung dari petani," tutur pria berusia 55 tahun tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya Samiyo, Sabtu pagi itu kebun semangka seluas sekitar 300 meter persegi dipadati oleh sejumlah pengunjung. Mereka memilih semangka lalu menawarnya ke petani sebelum memetiknya. Sesekali mereka asik berfoto sambil memegang semangka yang masih di pohon maupun telah dipetik.

Terdapat sejumlah kebun semangka di Desa Sanur Kauh. Sebuah jalan berupa paving block dengan lebar sekitar satu meter membelah sawah dan kebun semangka. Cocok untuk tempat lari maupun bersepeda.

ADVERTISEMENT
Semangka biji dan tanpa biji di Sanur Kauh, Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026). Petani menanam semangka merah dan kuning di kebun tersebut.Semangka biji dan tanpa biji di Sanur Kauh, Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026). Petani menanam semangka merah dan kuning di kebun tersebut. Foto: Gangsar Parikesit/detikBali


Pohon semangka merambat di tanah. Semangka berkulit hijau dan kuning tersembunyi di balik dedaunan. Walhasil, pengunjung perlu hati-hati saat berjalan di kebun agar buah itu tidak terinjak.

Kebun semangka tersebut dikelola oleh Agung Gede dan istrinya. Petani tersebut menanam semangka biji, nonbiji, serta melon.

Agung mempersilakan pengunjung memetik semangka langsung di kebunnya sejak beberapa hari lalu. Alasannya, menjual langsung ke pembeli lebih menguntungkan dibandingkan menjual buah yang berdaging merah dan kuning itu ke tengkulak. "Kalau dijual langsung ke pembeli kan saya dan mereka sama-sama untung," ujarnya.

Agung menanam semangka merah tanpa biji dan semangka kuning yang berbiji. Selain itu, ia juga menanam melon.

Agung baru mengizinkan pengunjung memetik semangka setelah mereka membelinya. Ia pernah merugi lantaran pengunjung memetik sejumlah semangka tapi hanya membayar satu buah.

Agung menjual semangka tersebut tanpa ditimbang. Ia menetapkan harga setelah melihat ukuran buah dan tawar-menawar dengan pengunjung. "Saya tidak timbang karena ribet bawa timbangan ke sini (kebun)," tuturnya.

Agung juga memberikan penjelasan terkait semangkat terhadap para pengunjung. Misalkan, ciri semangka yang matang, jenis semangka yang ditanam, waktu tanam, hingga masa panen. "Ciri semangka yang sudah matang sulur di belakang tangkai buah menjadi cokelat tua dan mengering," tutur pria berkaus merah tersebut.

Saya pun membeli empat semangka yaitu dua semangka merah tanpa biji, dua semangka kuning, dan dua melon. Dua semangka tersebut dijual dengan harga masing-masing Rp 30 ribu dan Rp 40 ribu, sedangkan dua semangka kuning masing-masing dijual Rp 25 ribu. Adapun melon saya beli Rp 5 ribu per buah.

Saya pun bergegas membelah semangka saat tiba di rumah. Daging buahnya merah dan airnya banyak. Rasanya manis dan renyah saat digigit. Buah yang berasal dari Afrika Selatan itu sangat segar dimakan saat siang bolong.



(gsp/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads