Menpar Dorong Perbanyak Wisata Edukasi di Bali

Aryo Mahendro - detikBali
Selasa, 06 Okt 2026 21:10 WIB
Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat kunjungan kerja di museum Geopark Batur, Bangli, Selasa (6/10/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)
Bangli -

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak wisata edukasi di Bali. Jenis wisata itu dianggap bermanfaat bagi para siswa sekolah hingga mahasiswa.

"Dengan Pak Bupati Bangli dan Pak General Manager Geopark Batur, tentu akan mendorong para pelajar untuk datang (ke museum Geoark Batur)," kata Widiyanti di sela kunjungan ke Museum Geopark Batur, Selasa (6/10/2026).

Widiyanti mengatakan dengan berkunjung ke museum, masyarakat tidak hanya berwisata. Tapi juga mendapat edukasi tentang kawasan wisata yang dikunjungi.

Ada upaya berkelanjutan dari pemerintah untuk mendongkrak popularitas destinasi wisata edukasi di Bali. Museum Geopark adalah contoh destinasi wisata edukasi bidang geologi di Bali.

"Untuk (popularitasnya) di dunia internasional juga, Kementerian Pariwisata akan bantu promosi juga. Tentu juga kami akan melihat soal biayanya," kata Widiyanti.

Widiyanti mengatakan destinasi wisata edukasi di Indonesia masih berpotensi dilirik pelancong. Terutama, bagi pelajar sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, destinasi wisata edukasi semacam museum Geopark Batur, dapat dimanfaatkan para mahasiswa di bidang geologi.

"Tahun depan ada event Geofest di museum Geopark Batur. Itu dapat mendatangkan wisatawan mancanegara," katanya.

General Manager Museum Geopark Batur I Wayan Gobang Edi Sucipto mengatakan acara internasiona Geofest digelar di museum itu pada Juli 2027. Ajang itu mempertemukan ahli geologi dan pengelola museum geopark se-Indonesia.

Adapun kegiatan di ajang itu, diisi dengan seminar, diskusi akademis, hingga tur terkait wisata, budaya, dan aktivitas geologis Gunung Batur.

"Itu ajang pertemuan para (pengelola) geopark se-Indonesia, juga mengundang dari negara lain di Asia," kata Edi.

Edi mengatakan museum Geopark Batur telah mendapat revalidasi ke-3 dari asesor UNESCO. Rencananya, museum di kawasan wisata Kintamani itu akan kembali menyabet revalidasi ke-4 pada 2028.

Melalui revalidasi ke-4 itu, museum Geopark Batur dapat mempertahankan kartu hijau dari UNESCO. Status kartu itu memastikan kawasan wisata Batur, Kecamatan Kintamani, sebagai kawasan bergengsi sebagai bagian dari taman dunia.

"Kami harus mempertankan green card. Karena kami akan dinilai lagi pada 2028. Penilaian tentang kualitas edukasi museum, cerita sukses, dampaknya terhadap sektor wisata, konservasi budaya, hingga manfaatnya ke masyarakat," katanya.



Simak Video "Video: Area Adu Babi Vs Anjing Disulap Jadi Wisata Edukatif Lebah Trigona"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork