detikBali

Gunung Batur, Destinasi Wisata di Bali yang Ramah bagi Pendaki Pemula

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gunung Batur, Destinasi Wisata di Bali yang Ramah bagi Pendaki Pemula


Arga Fahreza - detikBali

Natasha Rizki bersama dua sahabatnya, Ratna Galih dan Dian Ayu mendaki Gunung Batur, Bali.
Foto: Natasha Rizki mendaki Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli. (dok. Instagram @natasharizkynew)
Bangli -

Bali telah lama menjadi destinasi wisata yang populer. Pantai-pantai di Bali tidak perlu diragukan lagi keindahannya. Bukan hanya pantai, wisata alam, seperti gunung, juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satunya adalah Gunung Batur.

Gunung Batur merupakan gunung berapi yang masih aktif di Kecamatan Kintamani, Bangli. Gunung Batur, bersama Danau Batur dan Gunung Abang, adalah sisa dari Gunung Batur Purba yang pernah meletus dahsyat ribuan tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan bagi Pendaki Pemula

Meski berstatus aktif, Gunung Batur dibuka untuk pendakian, bahkan cocok bagi pendaki pemula. Bagi detikers yang ingin mendaki gunung, tetapi masih berstatus pemula, Gunung Batur bisa menjadi salah satu pilihanmu.

Gunung Batur cukup landai dibandingkan gunung lain di Bali karena tingginya hanya berkisar 1.717 meter di atas permukaan laut (mdpl). Perjalanan mendaki dari pos pertama hanya berkisar 1,5 sampai 2 jam, tergantung rute yang diambil.

ADVERTISEMENT

Para pendaki akan ditawarkan keindahan pemandangan alam berupa danau, Gunung Abang hingga Gunung Agung, semuanya berada di sis timur. Bagian selatan Gunung Batur menunjukkan jejak letusan yang kini menjadi sabana luas. Vegetasi di atas tidak begitu rapat sehingga para pengunjung betah menikmati matahari terbit di sini.

Detikers bisa mendaki gunung ini sendirian, tetapi jika belum berpengalaman, sebaiknya ditemani oleh pemandu. Jika memulai perjalanan dari Denpasar, pilihan transportasi paling mudah adalah kendaraan pribadi sebab kendaraan umum, seperti Trans Metro Dewata, hanya menjangkau sampai ke Ubud saja dari Denpasar.

Sebelum mencapai Gunung Batur, detikers akan diminta retribusi sekitar Rp 25-30 ribu di pintu masuk kawasan Kintamani. Setelah itu, detikers tinggal menuju ke start point masing-masing jalur pendakian.

Jika menggunakan jasa pemandu wisata, detikers tidak perlu terlalu repot. Bahkan, ada jasa yang menyediakan penjemputan dari tempat menginap menuju ke Gunung Batur. Biasanya akan dijemput sekitar pukul 02.00 Wita agar bisa mendapatkan sunrise di golden hour.

Rute Pendakian di Gunung Batur

Ada sejumlah jalur pendakian di Gunung Batur, yakni rute Pura Pasar Agung, rute Serongga, rute Culali, dan terakhir rute Toya Bungkah. Keempat rute memiliki kesulitan medan yang berbeda-beda. Jalur Toya Bungkah dianggap menjadi rute termudah dan Pura Pasar Agung menjadi rute tersingkat.

Rute Pura Pasar Agung menjadi jalur tersingkat dari starting point pendakian berada di lereng atau gunung dan kendaraan pribadi masih bisa mencapai start point ini. Harga tiket masuk melalui rute ini sekitar Rp 10-15 ribu. Perjalanan hingga menuju puncak bahkan tidak mencapai satu jam.

Sementara perjalanan melalui Toya Bungkah tidak begitu sulit karena medan di jalur ini tidak begitu terjal. Banyak pendaki yang didampingi guide melewati rute ini. Jika detikers kelelahan dan tidak ingin mencapai puncak, kamu masih bisa menikmati sunrise dari view point di jalur Toya Bungkah.

Sebelum melakukan pendakian di Gunung Batur, pastikan kondisi detikers dalam keadaan sehat. Selain itu, meski singkat dan tidak terlalu sulit, perlengkapan dalam mendaki juga tetap harus diperhatikan. Gunakan sepatu yang memiliki grip permukaan yang bagus agar tidak mudah selip saat mendaki. Pastikan pula kondisi cuaca sebelum dan sesudah mendaki melalui laman resmi.



(hsa/hsa)









Hide Ads