Daftar Isi
Sejumlah air terjun di Bali dilengkapi dengan kolam. Sejumlah kolam itu dibangun oleh warga desa setempat demi menambah daya tarik objek wisata.
Sumber air dari kolam-kolam itu berasal dari air terjun maupun tukad (sungai). Wisatawan bisa berendam sambil menikmati indahnya air terjun. Berendam juga bisa menjadi penghapus lelah setelah berjalan menuju air terjun.
detikBali sempat melali (pelesiran) ke sejumlah air terjun dan berenang di kolamnya. Berikut kolam-kolam di air terjun Pulau Dewata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air Terjun Toyo Bulan
Kolam seluas sekitar 20 meter persegi itu terletak di dekat air terjun. Di depan kolam sedalam sekitar satu meter tersebut mengalir Tukad Melangit. Air yang mengalir dari balik pepohonan menjadi sumber air kolam berdinding batu tersebut. Dari kolam itu terlihat sebuah air terjun setinggi sekitar 10 meter.
Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Toyo Bulan Agung Adhi Paramatha menuturkan kolam tersebut dibuat untuk menarik para pelancong berkujung ke Air Terjun Toyo Bulan di Banjar Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli, Bali. "Pengunjung jadi bisa berendam di kolam dan tidak hanya menikmati air terjun," tuturnya kepada detikBali, beberapa waktu lalu.
Adhi menjelaskan kolam tersebut dibangun oleh warga desa setempat secara gotong royong. Selain itu, dana untuk membangun kolam itu diperoleh dari donatur. Salah satu donatur tersebut berasal dari Amerika Serikat.
Donatur tersebut merupakan relasi dari seorang pemandu wisata. Warga Amerika itu lalu memberikan bantuan Rp 12 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli semen. Sedangkan pasir dan batu tersedia di sekitar Air Terjun Toyo Bulan.
Warga Amerika itu, Adhi melanjutkan, memberi bantuan lagi Rp 10 juta saat berkunjung ke Toyo Bulan dan melihat kolam tersebut beberapa waktu lalu. "Uang itu kami pakai untuk merapikan tangga," tuturnya.
Pengunjung berendam sambil melihat ke air terjun di objek wisata Air Terjun Toyo Bulan, Bangli, beberapa waktu lalu. Foto: Gangsar Parikesit/detikBali |
detikBali sempat berendam di kolam tersebut. Air kolam terasa sejuk meski saat itu matahari bersinar terik. Dari kolam tersebut terlihat air terjun dan aliran Tukad Melangit. Rasa lelah setelah bermotor selama sekitar 90 menit dari Denpasar dan berjalan sekitar 500 meter dari tempat parkir menuju air terjun hilang saat tubuh berendam di kolam tersebut.
detikers akan disuguhkan pemandangan berupa pepohonan saat menuju air terjun. Selain itu, pelancong juga akan berjalan di antara tebing dan aliran Tukad Melangit untuk mencapai kolam tersebut.
Adhi menuturkan tiket masuk ke Air Terjun Toyo Bulan sebesar Rp 25 ribu. Harga karcis itu berlaku seragam baik untuk turis asing maupun wisatawan domestik. Tempat pelesir itu buka sejak pukul 07.00-17.00 Wita.
Adapun nama Toyo Bulan itu berasal dari kata toyo yang berarti air dan bulan diambil dari permukaan dinding gua yang tak rata seperti permukaan bulan. Di Air Terjun Toyo Bulan terdapat sebuah kolam yang bisa digunakan sebagai tempat melukat (pemurnian). "Toyo Bulan bermakna ketentraman," tuturnya.
Air Terjun Banyu Wana Amertha
Air Terjun Banyu Wana Amertha memiliki dua buah kolam. Kolam pertama dengan luas sekitar 60 meter persegi dengan kedalaman sekitar 1,5 meter dan kolam kedua dalamnya hanya sekitar 30 sentimeter.
Air kolam tersebut berasal dari Air Terjun Banyu Wana Amertha. Air terjun itu mengalir dari sela-sela tumbuhan dan membentuk seperti tirai sebelum jatuh ke kolam.
Kolam makin cantik dengan hadirnya tumbuhan dengan daun berwarna-warni. Apalagi, kupu-kupu juga beterbangan di sekitar air terjun yang berada di Hutan Wanagiri, Buleleng, Bali, tersebut. Suasana tersebut bak cerita di negeri dongeng.
Air Terjun Banyu Wana Amertha, Buleleng, Bali, Senin (16/2/2026). Air terjun tersebut pernah menjadi lokasi syuting video klip boyband Korea Selatan TXT. Foto: Gangsar Parikesit/detikBali |
Para pelancong yang berenang di Air Terjun Banyu Wana tidak perlu khawatir karena terdapat satu kamar mandi dan satu ruang ganti di tepi kolam renang. Gazebo dan tempat duduk juga tersedia di sisi kolam.
Anggota Pokdarwis Banyu Wana Amertha, I Dewa Nyoman Putra, menuturkan tiket masuk wisatawan domestik sebesar Rp 25 ribu dan turis asing Rp 50 ribu per orang. Air terjun yang menjadi lokasi syuting video klip boyband asal Korea Selatan, Tomorrow X Together (TXT), tersebut buka sejak pukul 08.00-16.00 Wita.
Nama Banyu Wana Amertha dipilih karena memiliki filosofi. Banyu berarti air, wana bermakna hutan, dan amertha anugerah atau rezeki. "Maknanya cari rezeki di hutan dan air," imbuh Putra beberapa waktu lalu.
Air Terjun Taman Sari
Air Terjun Taman Sari yang terletak di Banjar Ngenjung Sari, Desa Bakbakan, Kabupaten Gianyar, Bali, juga memiliki kolam berukuran sekitar 100 meter persegi. Air kolam tersebut bersumber dari air terjun setinggi sekitar 60 meter.
detikBali sempat berenang di kolam Air Terjun Taman Sari. Rasa lelah setelah berkendara sekitar 60 menit dari Denpasar dan berjalan lima menit dari tempat parkir ke air terjun tersapu oleh dinginnya air di kolam tersebut. Mata akan dimanjakan dengan rimbunnya pepohonan, meski harus berjalan menuruni sejumlah anak tangga.
Kolam juga aman untuk orang dewasa karena titik paling dalam adalah 1,65 meter. Sedangkan kedalaman di titik lain sekitar 1,1-1,65 meter.
Taman Sari memiliki kolam lain yaitu kolam yang terletak tepat di bawah air terjun dan kolam untuk anak-anak sedalam 50 sentimeter. Selain itu, pengelola juga menyediakan spot foto dengan latar air terjun tersebut.
Ruang ganti dan toilet yang disediakan juga layak. Ruang ganti dilengkapi dengan pancuran untuk bilas dan toilet dilengkapi dengan kloset duduk.
Air Terjun Taman Sari, Desa Bakbakan, Gianyar, Bali, Sabtu (24/1/2026). Foto: Gangsar Parikesit/detikBali |
Tiket masuk Taman Sari untuk turis asing dewasa sebesar Rp 30 ribu dan anak Rp 20 ribu, sedangkan untuk wisatawan domestik dewasa yakni Rp 20 ribu serta anak-anak Rp 15 ribu. Objek wisata itu buka setiap hari dari pukul 06.00-18.00 Wita.
Penjaga di Taman Sari, Made Suyasa, mengeklaim Air Terjun Taman Sari unggul karena memiliki kolam yang cukup luas. "Keunggulan kami ada di natural pool itu," tutur pria berkacamata tersebut, beberapa waktu lalu.
Air Terjun Goa Rajo
Air Terjun Goa Rajo juga memiliki dua kolam yang airnya bersumber dari Tukad Melangit. Kolam tersebut memiliki kedalaman sekitar satu meter dan letaknya hanya sepelemparan batu dari Air Terjun Goa Rajo.
Kolam tersebut memiliki latar bebatuan dan di atasnya terdapat pepohonan. Air mengalir melalui bebatuan lalu masuk ke kolam. Airnya yang sebening kaca membuat dasar kolam terlihat.
detikBali sempat berendam di kolam tersebut. Airnya bening terasa sejuk. Para pelancong juga berendam di kolam tersebut. Dari kolam detikers bisa melihat air terjun yang tersembunyi di antara tebing.
Kolam di Air Terjun Goa Rajo, Bangli, Bali, beberapa waktu lalu. Terdapat dua kolam di tempat pelesir tersebut. Foto: Gangsar Parikesit/detikBali |
Berendam di kolam ampuh menghapus lelah selepas berjalan menurun dan menyusuri jalan setapak sekitar 300 meter dari loket hingga air terjun setinggi 8 meter tersebut.
Wisatawan yang pelesiran dan ingin mandi di kolam tersebut tidak perlu risau. Pengelola objek wisata tersebut telah menyediakan tempat ganti baju. Tak ada penjual di tempat pelesir yang berlokasi di Desa Jahem, Bangli, Bali, tersebut.
Goa Rajo mulai buka sejak pukul 07.00 Wita dan tutup pada pukul 17.00 Wita. Adapun, harga tiket masuk dibanderol Rp 25 ribu per orang.
Taman Magenda
Objek wisata lain yang memiliki kolam dan berdampingan dengan air terjun adalah Taman Magenda Eco Park. Tempat pelesir tersebut terletak di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali.
Objek wisata itu memiliki kolam sedalam sekitar satu meter. Airnya yang sebening kaca membuat dasar kolamnya terlihat.
detikBali mencoba berenang di kolam Taman Magenda. Byur! Sejuknya hawa pegunungan berpadu dengan dinginnya air membuat badan menggigil saat awal berenang. Namun, seiring matahari yang meninggi, rasa adem berangsur-angsur berkurang sehingga berendam dan berenang jadi lebih nyaman.
Air kolam juga sangat bening sehingga dasarnya terlihat. Sebuah patung perempuan dengan kain putih yang menutup perut hingga kaki yang berdiri di tepi kolam menambah estetik kolam renang tersebut. Para pengunjung sesekali berada di bawah patung itu untuk merasakan sensasi air yang keluar dari patung tersebut.
Pengelola Taman Magenda Eco Park juga menyediakan satu kamar mandi pria dan satu kamar mandi perempuan. Di samping toilet terdapat tempat bilas dengan dua pancuran. Sayangnya, saat itu, pintu kamar mandi tidak bisa dikunci dan muncul antrean saat ramai wisatawan.
Kolam renang di Taman Magenda Eco Park, Gianyar, Bali. Kolam renang sedalam sekitar 1 meter ini memiliki air yang bening dan dingin. Foto: Gangsar Parikesit/detikBali |
Fasilitas lain adalah gazebo dan tempat parkir kendaraan yang luas. Sejumlah tempat sampah pun disebar di beberapa titik untuk memudahkan wisatawan dan pemedek membuang sampah. Namun, detikers sebaiknya membawa bekal karena di Taman Magenda Eco Park hanya ada satu pelapak yang menjual makanan dan minuman ringan.
Tempat foto estetik lainnya adalah akses dari tempat parkir menuju kolam. Pelancong akan melalui jalan setapak selebar satu meter yang diapit oleh kolam dan aliran kali kecil. Sejumlah teratai yang mengapung di atas kolam serta beragam pohon di sekeliling jalan tersebut menambah cantik pemandangan.
Penjaga tiket di Taman Magenda Eco Park, Desak Putu Gempawati, menjelaskan objek wisata tersebut baru dibuka untuk umum pada awal 2026. Namun, pura dan tempat melukat sudah ada sejak dulu. "Untuk yang mau berdoa dan melukat hanya dikenai punia (donasi)," tutur perempuan berusia 47 tahun tersebut.
Taman Magenda Eco Park buka sejak pukul 08.00-18.00 Wita. Tiket masuk untuk wisatawan dewasa dan anak domestik sebesar Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu. Sedangkan karcis untuk wisatawan asing Rp 25 ribu.




