Round Up

Krisis Air Gili Trawangan: Turis-turis Pergi, Hotel Sedot Kolam

Tim detikBali - detikBali
Senin, 07 Sep 2026 09:13 WIB
Foto: Warga membeli air imbas krisis air bersih di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB. (Foto: Dok. Pemprov NTB)
Lombok Utara -

Krisis air di Gili Trawangan, Lombok Utara, tak kunjung terselesaikan. Kondisi itu membuat para wisatawan, termasuk ratusan turis asing mengeluh. Mereka pun memilih untuk meninggalkan destinasi wisata andalan Lombok itu lebih awal.

Kondisi itu tak cuma berdampak kepada warga setempat. Pengusaha akomodasi wisata di Gili Trawangan juga menjerit akibat krisis air bersih sejak Jumat (4/9).

Terpaksa Sedot Air Kolam Hotel

Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu Kusnawan, mengungkapkan krisis air terjadi di tengah puncak musim kunjungan (high season). Menurut Kusnawan, sejumlah pengelola hotel terpaksa menyedot air kolam hingga membeli air dari luar pulau untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

"Terpaksa sedot air kolam dan lain-lain. Sementara industri saat ini pontang-panting menjaga tamu supaya tetap stay dengan pelayanan prima," ujar Kusnawan kepada detikBali, Minggu (6/9/2026).

Kusnawan mendesak pemerintah untuk segera memberikan solusi terkait krisis air bersih di Gili Trawangan. Dia menyebut sedikitnya 315 wisatawan sudah meninggalkan Gili Trawangan lebih awal.

Menurut Kusnawan, jumlah tersebut berpotensi bertambah karena masih ada gelombang wisatawan yang mengajukan pembatalan (cancel) dan pengembalian dana (refund). "Pemerintah harus gerak cepat. Tidak boleh zero service kalau masalah yang mendasar seperti kebutuhan air ini," imbuhnya.

Di sisi lain, Kusnawan menyayangkan kondisi krisis air terjadi di tengah tingginya kunjungan wisatawan. Hal ini, dia berujar, menjadi tantangan dalam tata kelola pariwisata di Gili Trawangan.



Simak Video "Video: Krisis Air Sukabumi, Ratusan Warga Bertahan di 'Kobakan'"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork