Suparno mengenakan helm kuning dan pelampung biru. Ia lalu naik pikap menuju hulu sebuah subak (irigasi sawah) di Desa Penarungan, Badung, Bali.
Suparno kemudian naik perahu karet bersama putrinya. Pria asal Magetan, Jawa Timur, itu sesekali tertawa dan lompat dari perahu. "Subaknya enggak dalam dan arusnya enggak deras," tutur pria berusia 50 tahun itu kepada detikBali, Selasa (30/6/2026).
Suparno mengajak anak, istri, adik, dan keponakannya berlibur di Pulau Dewata saat buah hatinya libur sekolah. Mandor bangunan yang tinggal di Denpasar, Bali, itu senang bisa berlibur di Lazy River meski istrinya tidak ikut menyusuri subak.
Suparno menikmati susur subak sejauh 1,5 kilometer tersebut. Pepohonan, sawah, dan tebing menjadi pemandangan yang bisa dilihat selama di atas perahu. "Pemandangan di sekitar subak asri," ungkapnya.
detikBali berkesempatan untuk melali (pelesiran) dengan menyusuri aliran subak di Lazy River. Perahu karet berkelir kuning yang saya tumpangi terbawa aliran subak tanpa harus didayung.
Pemandangan selama susur subak sungguh menyejukkan mata. Saya bisa melihat beragam pepohonan antara lain pisang, kelapa, nangka, hingga bambu. Perahu yang saya naiki sesekali melintas di bawah dahan pohon yang melintang di atas subak.
Selain pepohonan, pemandangan berupa kebun seperti cabai dan sawah juga bisa dilihat dari atas perahu. Bahkan, perahu yang saya naiki juga melintas di depan sebuah coffee and eatry. Pengunjung kedai kopi itu pun sempat melambai saat saya lewat di depannya.
Perahu juga melewati tebing dengan ketinggian dua sampai empat meter. Air yang mengalir dari tebing pun membasahi pakaian saya karena perahu tepat melintas di bawahnya. Beberapa air terlihat tumpah dari balik pepohonan sehingga nampak seperti air terjun mini.
Sesekali saya menggunakan dayung untuk mendorong perahu yang menabrak tebing dan pohon agar kembali ke tengah. Dayung juga digunakan untuk menghindari tabrakan dengan perahu lain yang berada di belakang.
Saya pun tiba di garis finis setelah sekitar 30 menyusuri subak dengan lebar sekitar 3 meter itu. Saya langsung mencebur dan bermain air. Kedalaman subak rerata hanya satu meter dan arusnya tenang sehingga aman bagi anak-anak yang ingin bermain air.
Rafting di Lazy River tidak memacu adrenalin karena perahu yang ditumpangi hanya melalui satu jeram. Di lokasi tersebut juga bersiaga satu penjaga untuk memastikan perahu wisatawan tidak terbalik. Adapun selama menyusuri subak, saya dan pelancong lain tidak ditemani oleh pemandu.
Hal ini berbeda saat saya arung jeram di Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu, adrenalin terpacu karena perahu melalui jeram-jeram dan derasnya aliran Sungai Citarik. Bahkan, saya sempat terlempar dari perahu hingga hanyut beberapa meter sampai bisa kembali di atas perahu.
Puas bermain di subak, saya bilas dan berganti pakaian. Pengelola Lazy River menyediakan lima kamar ganti dan dua toilet. Selain itu, terdapat sebuah warung dengan sejumlah meja dan kursi di tepi subak. Pengunjung yang membawa tikar juga bisa duduk lesehan di tepi subak.
Saya pun memesan kopi seharga Rp 5 ribu di warung tersebut untuk mengusir dingin setelah bermain air. Kedai tersebut juga menjual aneka makanan ringan, mi rebus, mi goreng, dan lain-lain. Harganya pun relatif terjangkau seperti sosis dijual Rp 1.000 per buah dan Pop Mie Rp 9 ribu.
detikers juga bisa membeli kantung pelindung telepon genggam dari air di warung tersebut. Pelindung tersebut dijual seharga Rp 15 ribu. Menurut saya, detikers sebaiknya menggunakan pelindung tersebut agar leluasa mengabadikan momen selama susur subak.
Salah satu pegawai Lazy River, Yoga Pratama, menuturkan objek wisata tersebut beroperasi sejak 2018. Pengelola membangun tempat pelesiran itu bertahap.
Menurut Yoga, susur subak itu mulanya hanya menggunakan ban mobil (tubing). Namun, belakangan berganti dengan menggunakan perahu karet yang bisa ditumpangi dua orang dewasa. "Perahu bisa dinaiki tiga sampai empat anak," tutur pria yang sudah bekerja di Lazy River selama 2,5 tahun itu.
Lazy River buka sejak pukul 09.00 hingga 17.00 Wita. Tiket susur subak dengan perahu dibanderol Rp 35 ribu. Karcis itu sudah termasuk sewa loker, helm, pelampung, dan diantar menggunakan pikap menuju titik berangkat susur subak.
Objek wisata itu berjarak sekitar 17 kilometer dari Denpasar. Adapun waktu tempuhnya dengan menggunakan mobil sekitar 40 menit.
Simak Video "Video Terminal Mengwi Dipadati Penumpang Jelang Idul Adha"
(gsp/gsp)