Pulau Bali dikenal memiliki kerajaan yang dipimpin oleh raja-raja lokal. Barisan kerajaan ini menjadi warisan peradaban bangsa. Bukti keberadaannya dapat dilihat dari berbagai istana yang berdiri megah di Pulau Dewata.
Istana kerajaan lokal di Bali dikenal dengan nama puri. Sebagian masih cukup aktif dan menjadi pusat kebudayaan masyarakat lokal. Beberapa puri ini dapat dikunjungi oleh wisatawan sebagai destinasi budaya dan edukasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut puri-puri di Bali yang terbuka untuk wisatawan.
Puri Agung Ubud
Puri Agung Ubud atau Puri Saren terletak di pusat keramaian Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Puri ini menjadi destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Puri Agung Ubud kini dipimpin oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati.
Area yang dapat dikunjungi oleh wisatawan hanya sebagian kecil saja di halaman depan. Salah satu spot foto terbaik adalah di depan pintu gerbang (kori agung) Puri Ubud karena arsitekturnya sangat mencerminkan kearifan lokal Gianyar.
Terdapat pertunjukan seni berupa Tari Legong dan Tari Barong di Puri Ubud setiap sore. Wisatawan dikenakan biaya sekitar Rp 100 ribu untuk menonton pertunjukan.
- Alamat: Catus Pata Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar
- Tiket masuk: gratis
Puri Agung Klungkung
Sebagai bagian dari sejarah Bali, Puri Agung Klungkung menyimpan peran penting di dalamnya. Didirikan sejak abad 17, istana ini sempat rusak oleh peperangan.
Salah satu landmark di Puri Agung Klungkung adalah Kerta Gosa. Tempat ini dahulu digunakan sebagai balai pengadilan yang membahas segala urusan, mulai dari pemerintahan, peperangan hingga urusan masyarakat umum, dibicarakan di tempat ini.
Kerta Gosa kini menjadi objek wisata unggulan di Klungkung. Siapa pun dapat mengunjungi tempat wisata bersejarah ini, tetapi harus tetap memperhatikan kesopanan.
- Alamat: pusat Kota Semarapura, Klungkung.
- Tiket masuk: Dewasa Rp 25 ribu, anak-anak Rp 15 ribu.
Puri Agung Karangasem
Puri ini memiliki keunikan arsitektur yang menggabungkan tiga jenis kebudayaan. Terlihat dari perpaduan corak budaya Bali, Tiongkok, dan Eropa. Area depan puri ditujukan untuk melakukan pertunjukan kesenian dan penerimaan tamu.
Bangunan utama puri disebut sebagai Maskerdam. Kemudian, bangunan di area belakang disebut sebagai London. Penyebutan nama yang diambil dari kota di Eropa ini karena pembangunan puri dilakukan ketika raja menjalin hubungan dengan pemerintah kolonial.
- Alamat: Jalan Sultan Agung, Karangasem.
- Tiket masuk: domestik Rp 15 ribu, mancanegara Rp 30 ribu.
Puri Agung Singaraja
Terletak paling utara di Pulau Bali, Puri Agung Singaraja adalah istana yang paling berbeda dari puri lain. Pengaruh bangunan Eropa sangat kuat di puri ini. Jika di puri lain masih menggunakan bahan dan arsitektur lokal, Puri Agung Singaraja lebih mirip rumah dengan Indische.
Puri Agung Singaraja kini telah menjadi pusat kebudayaan dan kesenian di Buleleng. Upacara adat Hindu juga sering kali dilakukan di Puri Agung Singaraja. Pengunjung dapat mempelajari interaksi antara kebudayaan lokal dengan budaya Eropa.
- Alamat: Jalan Mayor Metra Nomor 12, Kelurahan Paket Agung, Buleleng.
- Tiket masuk: gratis
Puri Ageng Mengwi
Puri Mengwi menjadi pusat kebudayaan masyarakat di Kecamatan Mengwi, Badung. Puri Ageng Mengwi saat ini dipimpin Cokorda Mengwi XIII.
Salah satu tinggalan besar dari Puri Mengwi adalah Pura Taman Ayun. Cagar budaya ini telah menjadi destinasi wisata unggulan. Di dalamnya terdapat bangunan suci berjumlah 50 dan sebuah kolam suci. Pura Taman Ayun dikelilingi oleh danau buatan yang menambah keindahan kompleks Pura Taman Ayun
- Alamat: Jalan I Gusti Ngurah Rai Nomor 65, Kelurahan Mengwi, Badung.
(hsa/hsa)