Melali

Sensasi Wisata Petik Buah di Pulau Dewata

Gangsar Parikesit - detikBali
Minggu, 17 Mei 2026 21:14 WIB
Wisatawan memetik stroberi di La Fresa, Bangli, Bali, Kamis (14/5/2026). Foto: Gangsar Parikesit/detikBali
Bangli -

Pohon stroberi di dalam polibag putih itu memanjang di atas gundukan tanah. Sejumlah wisatawan wira-wiri di antara barisan tanaman stroberi jepang tersebut. Sesekali para pelancong itu merunduk, mengamati stroberi, lalu memetik buah tersebut jika dirasa sudah matang.

Kebun stroberi seluas 5 hektare tersebut terletak di Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Bangli Bali. La Fresa merupakan nama dari objek wisata petik stroberi tersebut.

Indra Sanjaya menuturkan nama La Fresa diambil dari bahasa Spanyol yakni fresa yang berarti stroberi. "La Fresa artinya kumpulan stroberi," tutur pengelola tempat pelesiran itu kepada detikBali, Kamis (14/5/2026).

detikBali berkesempatan melali (jalan-jalan) ke La Fresa Kamis lalu. Tiket masuk objek wisata bersuhu sejuk itu sebesar Rp 35 ribu. Karcis tersebut bisa ditukar dengan produk olahan La Fresa seperti stroberi kering lapis cokelat putih dan susu dengan selai stroberi.

Pegawai La Fresa mengolah stroberi menjadi jus, milk shake stroberi, hingga selai. Semua makanan dan minuman tersebut diolah di sana. "Kami buat produk olahan karena tidak semua stroberi terpetik oleh tamu," tutur Indra.

Rasa stroberi kering lapis cokelat putih cukup lezat. Manisnya cokelat putih berpadu dengan stroberi kering yang rasanya asam terasa pas di lidah. Perpaduan manis dan kecut juga ada di susu dengan selai stroberi yang dikemas dalam botol.

detikBali pun berkeliling kebun La Fresa. Berjalan di antara tanaman stroberi, mengamati, memilah buah mana yang cukup besar dan ranum, lalu memetiknya memberi keasyikan tersendiri. Biasanya buah tersebut hanya ditemukan saat dijajakan di toko maupun di sejumlah objek wisata di kaki gunung.

Stroberi yang dipetik bisa ditaruh di keranjang. Pengunjung juga tak perlu khawatir kepanasan selama berkeliling kebun La Fresa dan memetik stroberi karena bisa memakai caping bergambar stroberi.

Kebun bunga dan stroberi di objek wisata La Fresa, Bangli, Bali, Kamis (14/5/2026). Foto: Gangsar Parikesit/detikBali


Pengunjung dikenakan Rp 25 ribu per 100 gram stroberi yang dipetik. Menurut Indra, harga stroberi tersebut sepadan dengan rasa stroberi jepang dan risiko pengembangan buah tersebut. Stroberi jepang rentan gagal panen karena mudah terkena penyakit seperti fungi dan tumbuhnya bergantung dengan curah hujan.

Stroberi jepang terasa lebih empuk dan berair dibandingkan stroberi lokal. Rasanya pun tidak terlalu kecut dan ukurannya lebih besar dibandingkan stroberi lokal.

Simak Video "Video: Dispar Buka Suara soal Viral Retribusi Rp 25 Ribu di Kintamani"


(gsp/gsp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork