detikBali

Ketagihan Mendaki Bukit Amben hingga Merekam Keunikan Pohon Purba

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ketagihan Mendaki Bukit Amben hingga Merekam Keunikan Pohon Purba


Ahmad Viqi - detikBali

Keindahan Bukit Amben di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB. (Dok. Abdul Goni).
Foto: Keindahan bukit Amben di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB. (Dok. Abdul Goni)
Mataram -

Mendaki bukit selama libur Idulfitri atau Lebaran menjadi aktivitas menyenangkan. Sebagian anak muda mulai beramai-ramai mendaki beberapa bukit di Kecamatan Sembalun. Salah satunya Bukit Amben, Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bukit yang baru-baru dibuka oleh pengelola wisata di Desa Sembalun Bumbung ini sangat cocok untuk para pendaki pemula. Berada tepat di belakang puncak Gunung Rinjani, bukit Amben memiliki keunikan tersendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul Goni Ilman Kusuma (30) mengaku ketagihan mendaki Bukit Amben. Pria asal Desa Labuan Haji, Lombok Timur, itu menyebut trek mendaki Bukit Amben cukup menantang dirinya.

Keindahan Bukit Amben di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB. (Dok. Abdul Goni).Keindahan Bukit Amben di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB. (Dok. Abdul Goni). (Foto: Dok. Abdul Goni)

"Treknya cukup menantang. Walaupun tidak terlalu panjang," kata Goni ketika diwawancarai detikBali, Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pria yang sudah lima kali mendaki Gunung Rinjani itu mengatakan ketinggalan Bukit Amben mencapai 2.100 meter di atas permukaan air laut (mdpl). Meski tidak terlalu tinggi, keindahan bukit yang terletak di belakang puncak Rinjani itu cukup ramai dikunjungi pendaki pemula dengan gaya tektok (tanpa berkemah).

"Banyak yang tektok ke sana, mungkin ada ratusan orang. Saya kemarin tektok juga, tapi akan kembali lagi untuk bermalam dalam waktu dekat di atas puncak," katanya.

Pohon Purba yang Cantik

Keunggulan mendaki Bukit Amben adalah spot selfie di bawah pohon purba sebelum mencapai puncak bukit. Di bawah pohon purba itu banyak pendaki melepas lelah. Pohon purba ini cukup unik karena tidak dimiliki oleh bukit-bukit di Sembalun seperti Anak Dara, Pergasingan, Nanggi, Kondi hingga Sempana.

"Pohon ini mirip seperti di film-film. Karena cantik banyak yang berfoto di sana, termasuk saya kemarin sempat selfie," ujar Goni.

Mendaki Bukit Amben tidak membutuhkan waktu lama. Dari pintu masuk, pendaki membutuhkan waktu tempuh tiga jam mencapai puncak cemara Bukit Amben. Trek dari pintu masuk ke puncak ada bebatuan, masuk hutan hingga melewati kawasan savana.

"Kalau dibilang terjal sih nggak ya. Tapi jalurnya berbeda dengan bukit-bukit yang lain," kata dia.

Keindahan Bukit Amben di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB.Keindahan Bukit Amben di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB. (Foto: Dok. Abdul Goni)

Sebelum tiba di bawah pohon purba, pendaki juga bakal menemukan jalur tebing lokasi awan bertipu seolah-olah menutupi jalur pendakian. Jalur ini cukup bagus jika kabut mulai menerpa punggung tebing.

"Di sana kita bisa lihat lautan awan. Seperti disapu oleh angin," ujarnya.

Adapun biaya masuk ke Bukit Amben hanya Rp 15 ribu per orang termasuk parkir kendaraan. Biaya ini tidak termasuk biaya menginap. Untuk biaya menginap dikenakan sebesar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per orang.

Jika detikers ingin mendaki Bukit Amben bisa langsung menuju Desa Sembalun Bumbung. Desa Sembalun Bumbung termasuk desa di kecamatan Sembalun yang berada di dekat kawasan wisata Pusuk Sembalun. Jarak tempuh dari kota Mataram mencapai dua hingga tiga jam perjalanan.




(hsa/hsa)










Hide Ads