Menelusuri Jejak Kebudayaan Hindu dan Budha di Goa Gajah

Arga Fahreza - detikBali
Senin, 26 Jan 2026 07:30 WIB
Sejumlah wisatawan mengunjungi situs Goa Gajah di Desa Bedulu, Gianyar, Bali. (Foto: Putu Krista/detikBali)
Gianyar -

Sejak dahulu masyarakat Bali hidup berdampingan dengan berbagai kebudayaan. Salah satu bukti multikulturalisme di Pulau Dewata dapat dilacak pada tinggalan arkeologis di Goa Gajah.

Goa Gajah merupakan situs yang terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali. Butuh waktu sekitar satu jam perjalanan jika berangkat dari Kota Denpasar. Lokasinya juga tidak sulit ditemui karena terletak di pinggir jalan raya.

Situs yang telah berdiri sejak abad ke-12 masehi ini memiliki jejak kebudayaan Hindu dan Budha. Artefak di Goa Gajah yang telah menjadi cagar budaya ini menjadi saksi bisu harmonisnya kehidupan beragama di masa lalu.

Apa saja tinggalan arkeologis situs Goa Gajah?

Saat mendatangi situs ini, pengunjung akan disambut oleh sosok yang terpahat di atas mulut goa. Sosok tersebut merupakan Kala Makara dengan dua arca dwarapala. Kala Makara dan dwarapala merupakan simbol penjaga dalam konsep Hindu Jawa dan Bali.

Memasuki area goa yang lebih dalam, pengunjung akan menemui lorong berbentuk seperti huruf, percabangan ke barat dan timur. Lorong ini memiliki beberapa ceruk. Arca Trilingga menempati ceruk di ujung timur sementara arca Ganesha menempati sisi barat.



Simak Video "Video: Oplos Ribuan Tabung Gas Melon, Sindikat di Bali Untung Rp 3 M dalam 4 Bulan"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork