Daftar Isi
Liburan ke Bali terasa kurang lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas Pulau Dewata. Memasuki tahun 2026, ragam oleh-oleh Bali semakin berwarna, tidak hanya soal kuliner, tetapi juga fesyen, kerajinan tangan, hingga produk wellness yang mencerminkan gaya hidup modern.
Berikut 10 rekomendasi oleh-oleh Bali di tahun 2026 yang banyak diburu wisatawan domestik maupun mancanegara.
1. Falala Chocolate Bali
Falala Chocolate menjadi salah satu oleh-oleh cokelat khas Bali yang kerap dipilih wisatawan. Foto: dok. Falala Chocolate |
Falala Chocolate Bali menjadi salah satu oleh-oleh cokelat khas Bali yang kerap dipilih wisatawan, termasuk sejumlah figur publik. Produk cokelat ini dikenal luas karena sering terlihat dibeli dan dibagikan oleh artis papan atas saat berkunjung ke Bali. Popularitas tersebut membuat Falala semakin identik sebagai oleh-oleh cokelat Bali yang dikenal luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, membawa oleh-oleh telah menjadi bagian dari budaya yang mencerminkan kehangatan, persahabatan, dan eratnya hubungan kekeluargaan. Dalam konteks tersebut, Falala Chocolate kerap dipilih karena praktis dan cocok untuk berbagai momen, mulai dari oleh-oleh khas Bali, hadiah ulang tahun, hantaran pernikahan, hingga corporate gift dan acara formal lainnya. Fleksibilitas penggunaan dan tampilannya yang rapi menjadikan cokelat ini relevan untuk berbagai kebutuhan, tidak terbatas hanya pada momen liburan.
2. Baju Khas Bali
Baju Bali seperti kemeja pantai, dress bermotif etnik, hingga kaus bergambar budaya lokal tetap jadi favorit wisatawan. Selain nyaman, desainnya yang kasual membuat busana ini mudah dipakai kembali untuk aktivitas sehari-hari di luar Bali.
3. Jaje Bali
Jaje Bali. (Dok. Cookpad/@paonsari) Foto: Jaje Kaliadrem si Manis Legit dari Bali. (Dok. Cookpad/@paonsari) |
Jaje Bali atau jajanan tradisional khas Bali selalu menarik bagi wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa autentik. Mulai dari jaja laklak, jaja klepon Bali, hingga berbagai kue berbahan kelapa dan gula aren, semuanya cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga.
4. Aksesori dari Pasar Ubud
Pasar Seni ubud Foto: (Wonderful Indonesia) |
Pasar Ubud dikenal sebagai pusat kerajinan tangan khas Bali. Di sini wisatawan bisa menemukan berbagai aksesori seperti kalung, gelang, anting, hingga hiasan etnik dengan sentuhan handmade yang kuat dan nilai seni tinggi.
5. Babi Guling
Sebagai salah satu ikon kuliner Bali, babi guling kini banyak dijual dalam bentuk kemasan siap saji atau vakum. Inovasi ini memudahkan wisatawan membawa pulang rasa khas Bali tanpa repot soal daya tahan makanan.
6. Sambal Matah
Sambal matah dengan aroma serai, bawang merah, dan cabai segar kini tersedia dalam kemasan praktis. Oleh-oleh ini digemari karena bisa langsung dinikmati di rumah sebagai pelengkap aneka hidangan.
7. Essential Oil
Bali dikenal sebagai destinasi wellness dunia. Tak heran jika produk spa seperti essential oil, sabun herbal, hingga aromaterapi menjadi oleh-oleh favorit. Selain fungsional, produk ini juga membawa pulang nuansa relaksasi khas Bali.
8. Tas Rotan
Tas rotan khas Bali masih bertahan sebagai oleh-oleh fesyen yang digemari. Tampilan natural dan desain yang fleksibel membuat tas ini cocok digunakan untuk berbagai kesempatan, dari liburan hingga aktivitas santai sehari-hari.
9. Ayam Betutu
Ayam Betutu Foto: detikfood/iStock |
Ayam betutu dengan bumbu rempah yang kuat kini hadir dalam kemasan vakum. Praktis dibawa, tahan lebih lama, dan tetap mempertahankan cita rasa khas Bali, membuatnya jadi pilihan oleh-oleh kuliner yang semakin populer.
10. Kain Songket dan Endek
Kain Endek Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT |
Kain tradisional Bali seperti songket dan endek tetap menjadi oleh-oleh bernilai budaya tinggi. Motif khasnya tidak hanya menjadikannya cinderamata, tetapi juga simbol warisan budaya yang bisa dikenakan atau dijadikan koleksi.
Dengan pilihan yang semakin beragam, wisatawan di tahun 2026 bisa menyesuaikan oleh-oleh Bali sesuai selera dan kebutuhan. Mulai dari cokelat populer seperti Falala Chocolate Bali, kuliner khas, hingga produk budaya dan kerajinan, Pulau Dewata tetap menawarkan pengalaman membawa pulang cerita, bukan sekadar barang.
(dpw/dpw)















































