detikBali
Tabanan

Kunjungan ke Ulun Danu Beratan Meningkat di Tengah Isu Bali Sepi Turis

Terpopuler Koleksi Pilihan
Tabanan

Kunjungan ke Ulun Danu Beratan Meningkat di Tengah Isu Bali Sepi Turis


Sui Suadnyana, Krisna Pradipta - detikBali

Suasana kunjungan wisatawan asing maupun domestik di DTW Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Rabu (24/12/2025). (Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Suasana kunjungan wisatawan asing maupun domestik di DTW Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Rabu (24/12/2025). (Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Kunjungan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, meningkat di tengah isu Bali sepi turis saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kunjungan turis ke sana mencapai 1.900 per hari.

"Sebelum libur Nataru, jumlahnya di kisaran 1.100 dalam satu hari. Jadi ada tren peningkatan dari hari biasa," ujar Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, saat diwawancarai, Rabu (24/12/2025). Kunjungan dalam satu hari itu meningkat pesat dalam empat hari terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turis yang berkunjung, khususnya wisatawan mancanegara, didominasi dari India dan Eropa. Sementara untuk wisatawan domestik mayoritas dari Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). DTW Ulun Danu Beratan memprediksi puncak kunjungan turis akan terjadi pada 3 Januari 2026.

DTW Ulun Danu Beratan bahkan menambah fasilitas tempat parkir khusus menyambut wisatawan selama libur Nataru kali ini. Luas penambahan area parkir mencapai 30 are di belakang Kantor Desa Candikuning. "Langkah ini kami siapkan agar wisatawan nyaman berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan," terang Sukarata.

ADVERTISEMENT

Selain kenyamanan untuk pengunjung, pengelola juga menyediakan lapak 'open house' bagi para sopir maupun pemandu wisatawan. Sopir dan pemandu wisatawan bisa menikmati hidangan minuman dan makanan sembari menunggu tamu yang mereka antar.

Pengelola DTW Ulun Danu Beratan juga menyuguhkan hiburan pentas budaya berupa tari-tarian. Pesertanya adalah warga dari 20 banjar adat di Candikuning. Kegiatan ini berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026.

"Jadi setiap banjar adat menampilkan tarian maskot yang mereka ciptakan sendiri dengan mengambil kearifan lokal masing-masing banjar adat. Ini juga sebagai hiburan bagi wisatawan yang datang," jelas Sukarata.




(dpw/dpw)










Hide Ads