Sandiaga 'Kaget' Nusa Penida-Lembongan Didatangi 5 Ribu Turis per Hari

Sandiaga 'Kaget' Nusa Penida-Lembongan Didatangi 5 Ribu Turis per Hari

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Sabtu, 17 Sep 2022 21:58 WIB
Sandiaga menikmati indahnya panorama di Buleleng
Foto: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan kerjanya di Nusa Penida, Bali pada Sabtu (17/9/2022)
Klungkung -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengharapkan Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan menjadi 3 berlian segitiga emas. Sandiaga mengaku cukup terkejut mengetahui Nusa Penida hingga Lembongan didatangi 3-5 ribu wisatawan.

Sandiaga berharap ke depannya 3 kawasan wisata di Kabupaten Klungkung tersebut dapat menjadi titik ungkit dari Bali dan khususnya Kabupaten Klungkung.

"Ini tentunya sejalan dengan langkah kita dalam membangkitkan pariwisata untuk menciptakan 1,1 juta lapangan pekerjaan," sebutnya pada Sabtu (17/9/2022) di Nusa Penida, Bali.


Sandiaga sendiri mengaku terkejut dengan peningkatan kunjungan wisatawan ke 3 lokasi wisata tersebut. Dalam satu harinya sebanyak 3 ribu - 5 ribu wisatawan mengunjungi Nusa Penida hingga Nusa Lembongan.

"Angka ini didominasi wisatawan mancanegara. Mulai dari Belanda, Jerman, India hingga Asian. Inilah yang harus kita rawat terus," katanya.

Menurutnya, banyak pelaku ekonomi kreatif di kawasan tersebut yang memiliki potensi besar. Seperti salah satunya restoran Green Kubu Nusa Penida yang mampu menarik 500-600 kunjungan per harinya. Selain produk kuliner, tempat tersebut juga menghadirkan produk kriya hingga fashion.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Sandiaga juga bertemu dengan pelaku parekraf di kawasan wisata tersebut. Dalam pertemuan tersebut, kata Sandiaga, banyak disampaikan mengenai potensi, optimisme, hingga fasilitas yang dibutuhkan oleh mereka.

"Termasuk juga proposal yang disampaikan oleh Bapak Bupati Klungkung. Ada potensi-potensi juga yang sedang dikembangkan, yaitu investasi sebesar total Rp 320 miliar dalam bentuk ready project to offer karena sudah ada DED-nya meliputi investasi di infrastruktur maupun kelengkapan penunjang pariwisata," tambahnya.



Simak Video "Menparekraf Jawab Isu Larangan Konser hingga Akhir Desember 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/hsa)