Menelusuri Keindahan Bukit Anak Dara di Sembalun Lombok

Ahmad Viqi - detikBali
Minggu, 14 Agu 2022 13:57 WIB
Suasana pendakian Bukit Anak Dara, Sembalun, Lombok Timur.
Suasana pendakian Bukit Anak Dara, Sembalun, Lombok Timur. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Timur -

Bukit Anak Dara merupakan satu dari banyak bukit yang menjadi favorit bagi para pendaki di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Ketinggian Bukit Anak Dara mencapai 1.923 meter di atas permukaan air laut (mdpl). Pemandangan yang tersaji selama perjalanan juga tak usah diragukan keindahannya.

Di atas puncak Bukit Anak Dara, pendaki bisa melihat sunset saat sore maupun sunrise di pagi hari. Jika pendakian dimulai pukul 10.00, pendaki biasanya mencapai puncak paling lambat pukul 17.00 Wita. Di bawah Bukit Anak Dara, pendaki bisa melihat perkampungan warga di Kecamatan Sembalun.

Lantas, bagaimana cara untuk bisa mencapai puncak Bukit Anak Dara?


Ada dua jalur menuju puncak Bukit Dara atau Anak Dara, yakni jalur selatan dan jalur utara. Jarak tempuh kedua jalur menuju puncak Bukit Anak Dara tidak terpaut jauh. Dari jalur selatan bisa ditempuh 4 jam 30 menit hingga paling lama 5 jam. Demikian pula jika mengambil jalur utara.

Biasanya, pendaki lokal melakukan perjalanan menuju puncak Bukit Anak Dara saat akhir pekan. Seperti salah satu pendaki dari Kota Mataram Jalaludin (29) mengatakan dirinya sudah dua kali mendaki Bukit Anak Dara. Menurut Jalaludin, Bukit Anak Dara memiliki keindahan padang savana yang memukau.

"Di puncaknya ada padang savana luas. Jadi bisalah mendirikan sekitar 100 tenda. Kalau ke situ akhir pekan pasti ramai," kata Jalaludin mengenang usai mendaki Bukit Anak Dara pada bulan akhir Juni 2022 lalu kepada detikBali, Minggu (14/8/2022).

Melintasi Hutan

Jalaludin mengatakan, dari bawah bukit pendaki akan menemukan kawasan hutan. Melewati track hutan selama kurang lebih 1 jam 30 menit pendaki tidak akan merasa kepanasan ketika melakukan pendakian saat siang hari.

Setelah melewati jalur hutan dengan pepohonan rindang, pendaki menemukan pos I di atas hutan bernama Tanjakan Sayang. Di sana, pendaki bisa beristirahat selama 30 menit untuk meluruskan kaki sebelum mencapai pos II Tanjakan Cinta.

"Nama-nama pos ini sengaja diberikan oleh teman-teman pengelola untuk berfoto. Jadi ada plang papan bertuliskan pos II Tanjakan Cinta dan pos I Tanjakan Sayang. Agak nyeleneh sih," ucapnya.

Suasana jalur pendakian Bukit Anak Dara, Sembalun, Lombok Timur.Suasana jalur pendakian Bukit Anak Dara, Sembalun, Lombok Timur. Foto: Ahmad Viqi/detikBali

Pendaki lokal lainnya, Apriza Basori (29) juga mengaku kagum dengan keindahan Bukit Anak Dara. Mulai dari pos II Tanjakan Cinta pendaki sudah bisa melihat keindahan padang savana yang membentang ke puncak Bukit Anak Dara.

"Biasanya di pos II itu tenaga sudah habis kan karena di hutan jalurnya agak terjal. Tapi kalau sudah lihat pemandangannya jadi semangat untuk jalan lagi ke puncak," kata Diza yang mengaku pernah mendaki Anak Dara pada tahun 2021 lalu.

"Tapi di atas tidak ada sumber mata air. Jadi harus bawa air secukupnya jika harus bermalam," ujar Apriza.

Untuk diketahui, tiket masuk ke Bukit Anak Dara sebesar Rp 10.000 per orang dan tiket parkir kendaraan sekitar Rp 15.000. Harga tersebut sudah termasuk biaya asuransi jika pendaki alami insiden selama pendakian. Saat ini, kawasan Bukit Anak Dara dikelola oleh Pokdarwis Desa Sembalun Lawang

Nah, apakah Anda tertarik mendaki Bukit Anak Dara?



Simak Video "Kepanikan Warga saat Lihat Mobil Terjun ke Jurang 20 Meter di Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)