Setelah hampir empat tahun berlalu, Erik ten Hag akhirnya membongkar kelakuan Cristiano Ronaldo selama di Manchester United. Ten Hag menyebut Ronaldo tak berlatih sesuai harapan hingga mengecewakan dirinya dan MU.
"Dia mengecewakan tim, dan dia mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana yang melibatkannya. Saya terbang ke Portugal untuk berbicara dengannya mengenai apa yang ingin saya capai sebelum saya bergabung dengan United," ujar Ten Hag seperti dilansir dari detikSport, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ten Hag bergabung dengan MU pada musim panas 2022 dan hanya melatih Ronaldo selama beberapa bulan. Ronaldo kemudian diputus kontraknya oleh MU pada November tahun yang sama lantaran menyerang klub dalam sebuah wawancara bersama jurnalis Piers Morgan.
Dalam wawancara itu, Ronaldo menyebut dirinya tak memiliki rasa hormat kepada Ten Hag karena ia juga tak merasa dihormati. CR7 lantas pindah ke Al Nassr dan bertahan di klub Arab Saudi itu hingga sekarang.
Adapun, Ten Hag bertahan di Old Trafford hingga 2024 setelah memenangkan satu Carabao Cup dan satu Piala FA. Ten Hag kini telah menjadi direktur teknik Twente di Liga Belanda.
Ten Hag mengungkit topik mengenai Ronaldo ketika dikunjungi oleh The Athletic. Meski mengakui sepak terjang Ronaldo sebagai pesepakbola profesional, Ten Hag menilai sikap CR7 saat dirinya melatih MU telah mengecewakan tim.
"Jelas, dia adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah sepakbola. Saya sangat menghormatinya. Namun, pada saat itu, sebagai seorang manajer, saya harus mengambil keputusan yang rasional dan tetap mempertahankan para pemain yang saya kagumi."
Ten Hag membeberkan Ronaldo sempat menarik diri dari sesi latihan, tidak meningkatkan detak jantungnya ke level yang diminta saat berlatih, dan hanya menyelesaikan dua dari tiga lap lari yang diwajibkan oleh Ten Hag. Hal itu terjadi seusai MU kalah 0-4 dari Brentford pada Agustus 2022.
"Saya mengonfrontasinya soal ini. Berkali-kali saya bilang, 'Ronnie, semua orang ingin bekerja untukmu agar bisa menempatkanmu di posisi yang tepat, tapi jika kamu sendiri tidak bisa masuk ke dalam kotak penalti, kamu tidak akan bisa mencetak gol'. Dia tidak mampu melakukannya."
"Keliru jika ada anggapan bahwa saya menuntutnya untuk melakukan pressing hingga dia kelelahan. Tapi dia memang tidak mampu. Dia tidak berlari, baik saat tim menguasai bola maupun tidak. Alasannya karena dia tidak mempersiapkan dirinya sendiri."
Bagi Ten Hag, setiap tim papan atas memang harus merangkul pemain bintangnya. Meski begitu, dia berujar, pemain bintang tersebut juga harus bekerja untuk tim.
"Dia sempat berkata kepada para pemain lain, 'Hemat tenaga kalian saat latihan'. Saya paham jika seseorang sudah dalam kondisi fisik prima; dalam sesi latihan tertentu, Anda memang bisa menghemat tenaga. Namun, sebelumnya Anda harus melatih diri sendiri untuk mencapai tingkat kebugaran yang tepat," jelasnya.
Ten Hag meyakini perilaku Ronaldo tersebut telah memengaruhi sejumlah pemain. Selama dilatih Ten Hag, Ronaldo turun 16 kali untuk MU di seluruh ajang, mencetak tiga gol dan dua assist.
The Athletic menyatakan telah meminta tanggapan terkait hal tersebut kepada perwakilan Ronaldo. Namun, pihak Ronaldo belum membalas hingga wawancara dengan Ten Hag tersebut dipublikasikan.
Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)