Jelang menghadapi Isenmulang Kalteng FC di pekan kedua Super League 2026/2027, Bali United mendapat 'hadiah' dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Satu buah petasan yang dinyalakan oknum suporter saat Bali United menjamu PSS Sleman di Stadion Dipta pada Jumat (4/9) lalu berbuntut hukuman denda Rp 60 juta. Pelatih Johnny Jansen menanggapi sanksi tersebut.
Petasan tersebut menyala pada menit ke-82 dan dilempar di sekitar sisi tribun timur yang ditempati suporter. Oknum yang diduga sebagai pelempar petasan juga telah diamankan oleh petugas kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski hanya satu petasan, insiden tersebut tetap membuat Bali United harus menanggung konsekuensi berupa sanksi finansial dari Komdis PSSI.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku sangat mengapresiasi atmosfer yang tercipta di Stadion Dipta berkat kehadiran ribuan suporter. Namun, Johnny mengingatkan bahwa dukungan di tribun harus tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
"Untuk masalah suporter, saya sangat senang dengan atmosfer dengan hadirnya banyak suporter. Tapi soal aturan, suporter harus tahu aturan karena flare, kembang api, maupun petasan memang sudah dilarang dibawa ke stadion," ujar Johnny saat konferensi pers, Jumat (11/9/2026) jelang melawan Isenmulang.
Johnny menilai dukungan suporter menjadi energi penting bagi tim. Namun, ia meminta antusiasme tersebut tidak diwujudkan melalui tindakan yang justru berujung pada sanksi bagi klub.
"Di luar itu saya sangat senang dengan dukungan suporter," katanya.
Sanksi tersebut bukan kali ini saja diterima oleh Bali United. Di musim 2026/2026, Serdadu Tridatu bahkan beberapa kali mendapat sanksi dan denda bernilai ratusan juta karena ulah suporter. Di antaranya seperti penyalaan flare, kembang api, petasan, hingga pelemparan kursi ke tengah lapangan.
Sambung Johnny Jansen, sanksi ini menjadi pengingat bagi seluruh pendukung Bali United agar lebih disiplin selama berada di dalam stadion. Terlebih, atmosfer positif di tribun menjadi salah satu kekuatan penting bagi Serdadu Tridatu ketika bermain di hadapan publik sendiri.