detikBali

2 Legenda Sepakbola Kecam Argentina yang Main Kasar Saat Lawan Inggris

Terpopuler Koleksi Pilihan

2 Legenda Sepakbola Kecam Argentina yang Main Kasar Saat Lawan Inggris


Randy Prasatya - detikBali

ATLANTA - Elliot Anderson of England, Anthony Gordon of England, Marc Guehi of England, Lisandro Martinez of Argentina and Leandro Paredes of Argentina surround referee Ismail Elfath during the 2026 FIFA World Cup semi-final match between England and Argentina at the Atlanta Stadium on July 15, 2026 in Atlanta, Georgia, United States. MAURICE VAN STEEN / ANP (Photo by ANP via Getty Images)
Foto: Ketegangan dalam pertandingan Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. (ANP via Getty Images/ANP)
Jakarta -

Dua legenda sepakbola, yakni Marco Tardelli dan Paulo Roberto Falcao, mengecam Tim Nasional (Timnas) Argentina yang bermain kasar saat melawan Inggris. Pertandingan itu berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat (AS), Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Dilansir dari detikSport, Argentina bermain kasar sejak menit-menit awal pertandingan. Saat laga baru dimulai, Leandro Paredes menyikut kepala Elliot Anderson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, wasit Ismail Elfath asal AS cuma memberikan pelanggaran biasa saja untuk Inggris. Tardelli menilai seharusnya ada ganjaran kart untuk Paredes.

"Pertandingan yang baru dimulai dan Paredes sudah melakukan pelanggaran berat tanpa alasan. Memalukan. Lalu Inggris juga, ya... Bukan sepakbola. Hanya pelanggaran!" kata Tardelli.

ADVERTISEMENT

"Wasit itu tidak melakukan apa pun. Sungguh luar biasa, saya ingin tahu siapa yang menempatkannya di sana. Apa hubungannya wasit Amerika dengan pertandingan ini? Dia tidak becus," sambung Tardelli.

Legenda Roma, Paulo Roberto Falcao, juga sangat marah. Dia menilai yang dilakukan Paredes sudah sebuah tindak kekerasan.

"Pada satu titik seseorang melayangkan pukulan dan wasit bahkan tidak memberikan kartu merah. Sungguh mengejutkan!" kata Falcao.

"Ini adalah penyerangan, bukan pelanggaran biasa. Pukulan itu pantas mendapatkan kartu merah, pukulan yang sangat keras. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di sepakbola. Jika terus seperti ini, pasti tidak akan berakhir sebelas lawan sebelas," tegas Falcao.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads