Kala Iran Merasa Paling Tertindas di Piala Dunia lalu Direspons AS Begini

Yanu Arifin - detikBali
Sabtu, 20 Jun 2026 20:43 WIB
Timnas Iran di Piala Dunia 2026. (Foto: Francisco Vega/Getty Images)
Denpasar -

Timnas Iran merasa menjadi tim paling tertindas di ajang Piala Dunia 2026. Iran pun mengeluhkan berbagai aturan yang menyusahkan, termasuk ketika mereka dilarang masuk ke Amerika Serikat (AS) hingga harus memindahkan markas tim ke Tijuana, Meksiko.

Dilansir dari detikSport, Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 merespons keluhan Timnas Iran tersebut. Utusan Presiden AS Donald Trump untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, menegaskan siap membuka ruang diskusi untuk membahas persoalan itu.

"Semuanya bersifat dinamis, hal-hal ini bisa dibahas, dan kami tentu ingin menciptakan persaingan yang adil di lapangan. Itulah sebabnya setiap pelatih di tim sudah memiliki visa dan berkesempatan untuk datang," kata Giuliani kepada Telegraph Sport.

"Presiden (Donald Trump) ingin memastikan turnamen ini mencapai keseimbangan kompetitif, sekaligus memastikan bahwa pihak-pihak yang bermasalah tidak masuk ke negara ini. Kami telah melakukannya, dengan sisa waktu satu bulan lagi," imbuhnya.

Diketahui, kekesalan Iran semakin menjadi-jadi seusai menjalani laga pertamanya di Piala Dunia 2026. Setelah melawan Selandia Baru, Mehdi Taremi dkk diminta langsung meninggalkan AS dan kembali ke Meksiko sebagai markas sementara mereka selama perhelatan.

Kondisi tersebut membuat Iran merasa kepayahan. Alih-alih mendapat waktu beristirahat, mereka harus segera kembali pulang ke Meksiko dengan pesawat.

Kondisi itu sekaligus menambah panjang daftar kesulitan Iran. Sebelumnya, mereka juga kesulitan mendapat visa untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Akibatnya, beberapa anggota tim tak bisa mendampingi skuad di turnamen karena ditolak masuk AS.

Jelang pertandingan kedua melawan Belgia, Timnas Iran juga kesal lantaran tak boleh datang dua hari sebelum laga di Los Angeles. Di sisi lain, Giuliani menegaskan hal itu sudah dibahas sebelum turnamen dan Iran disebut menyetujuinya.

"Hal ini telah disepakati dengan tim Iran dan FIFA selama berminggu-minggu, dan dibahas selama berbulan-bulan. Tidak ada yang berubah pada akhirnya. Lihat saja Timnas AS, hari ini mereka akan terbang kembali ke Orange County, penerbangan selama dua setengah hingga tiga jam setelah pertandingan," kata Giuliani.

"Jadi, mencoba untuk tetap tinggal setelah pertandingan tidak masuk akal. Penerbangan dari Tijuana ke LAX cuma memakan waktu sekitar 27 menit di udara. Kami telah sepakat untuk 'hari pertandingan minus 1', itulah yang akan diterapkan," imbuhnya.

Meski begitu, Giuliani mengatakan keluhan Iran semacam itu bisa didiskusikan lagi pada laga ketiga. Ia lantas menyebut ada kemungkinan Timnas AS akan menghadapi Iran jika kedua tim lolos dari grup.

"Kami tahu ada skenario di mana mereka bisa bermain kembali di sini, di Seattle, pada 6 Juli, AS vs Iran, jika keduanya lolos dari grup dan babak 32 besar," kata Giuliani.

"Jika keduanya finis di posisi kedua, mereka akan bertanding di Dallas pada 3 Juli. Seperti yang Anda ketahui, dalam turnamen seperti ini, di mana tim-tim berpindah-pindah, segalanya bersifat dinamis. Jadi, pantau terus perkembangannya," sambungnya.



Simak Video "Video Menyaksikan Langsung Selebrasi Spanyol Juara Piala Dunia 2026"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork